
Setelah Azka menelepon Kakek nya dan juga ia pun mendapatkan kabar bahwa sang adik sedang berada di rumah sakit, Azka dan juga Nuga bergegas ke luar negeri tepat dimana kakeknya dan juga sang adik berada.
"Ga kita harus siap-siap" kata Azka.
"Loh emang mau kemana?" tanya Nuga.
"Kita mau ke tempat kakek, Jihan kecelakaan" jawab Azka.
"Hah? apa? Jihan kecelakaan?" tanya Nuga kaget.
"Iya, kakek ngasih tau tadi karena kita mau meminta bantuan sama kakek tadi dan jadilah kakek memberitahukan keadaan Jihan tadi" jawab Azka.
"Ayo kita segera bergegas" ucap Nuga.
Dan mereka pun segera bergegas untuk ke kamar mereka masing-masing, setelah itu mereka pun ke bandara untuk menaiki pesawat pribadi mereka.
"Ka kita naik pesawat pribadi aja ya" ucap Nuga.
"Iya biar cepat" ucap Azka.
Dan tak perlu waktu lama mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuan dimana sang Kakek dan adiknya pun berada, lalu Azka dan Nuga segera menuju ke rumah sang kakek dan mereka hanya di sambut oleh asisten rumah tangga Kakek.
"Tok..tok...tok, Assalamu'alaikum" ucap salam Azka dan Nuga.
"Wa'alaikumussalam" jawab asisten rumah tangga itu.
"Eh Den Azka dan Den Nuga, silahkan masuk Den" ucap asisten.
Mereka pun segera masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan sang Kakek.
"Bi, kakek mana?" tanya Azka.
"Kakek masih di rumah sakit Den" jawab asisten.
__ADS_1
"Apakah bibi tau rumah sakit nya dimana?" tanya Nuga.
"Tau Den, rumah sakitnya di xxxx" jawab asisten.
"Oh oke bi terimakasih ya, kami berdua mau kesana sekarang bi" ucap Azka.
"Iya Den, hati-hati" ucap asisten.
Mereka berdua pun bergegas menaiki mobil yang ada di rumah sang kakek tersebut.
Dengan kecepatan yang tinggi Azka dan Nuga pun akhirnya sampai di lobby rumah sakit tersebut.
"Ga kamu tanya suster itu dimana ruangan Jihan" ucap Azka.
Lalu Nuga pun menghampiri suster tersebut untuk segera mengetahui ruangan Jihan berada.
"Maaf Sus, apakah saya boleh tau ruangan rawat atas nama Jihan? ia korban kecelakaan" tanya Nuga.
"Iya Sus" jawab Nuga.
"Ini Mas di ruang Vip no 3 lantai 2 Mas" ucap Suster.
"Baik terimakasih Sus" ucap Nuga.
Lalu Nuga pun menghampiri Azka dan mereka pun bergegas ke lantai 2 untuk segera ingin mengetahui keadaan sang adik tersebut.
Dan mereka berdua pun sudah sampai di depan pintu ruang rawat Jihan tersebut.
"Ka ayo masuk" ajak Nuga.
"Gue ga sanggup Ga" ucap Azka.
"Kenapa? lo ga mau lihat keadaan adik lo sendiri?" tanya Nuga.
__ADS_1
"Gue bukan ga mau lihat, gue takut kalau Jihan kritis" jawab Azka.
"Engga, kita lihat saja dulu bagaimana keadaannya" ucap Nuga.
Setelah sekian lama mereka berdiskusi di depan pintu akhirnya mereka pun masuk ke dalam ruangan tempat dimana Jihan tersebut di rawat.
"Tok..tok..tok Assalamu'alaikum" ucapa Azka dan Nuga.
"Wa'alaikumussalam" jawab kakek.
"Kek bagaimana keadaan Jihan?" tanya Azka.
"Ah Azka dan Nuga, kapan kalian sampai? kenapa tidak beristirahat dahulu?" tanya Kakek.
"Kami sangat khawatir dengan Jihan kek dan kami memutuskan untuk segera ke sini untuk melihat keadaan Jihan" jawab Nuga.
"Ya seperti yang sudah kalian lihat bahwa Jihan sekarang sedang mengalami masa kritisnya ia pun belum sadar juga" jawab kakek.
"Bagaimana bisa kek Jihan mengalami kecelakaan seperti ini?" tanya Nuga.
"Kakek pun tidak tahu Nuga, yang pasti Jihan ada yang sengaja menabraknya lalu orang itupun entah sudah kabur kemana, tetapi kakek sudah menyuruh anak buah Kakek untuk mencari tahu keberadaan orang tersebut" jawab kakek.
"Tapi kek kalau menurut Azka kecelakaan Jihan seperti tidak wajar, lihat saja lukanya pun tidak membiru seperti orang-orang yang sering mengalami kecelakaan tersebut" ucap Azka.
Mereka bertiga pun langsung memandangi luka-luka yang ada di wajah Jihan, lalu mereka pun saling pandang karena apa yang di ucapkan Azka memang benar adanya.
.
.
.
Jan lupa like and comment ❤️❤️
__ADS_1