Anak Indigo

Anak Indigo
Pertemuan


__ADS_3

Di dalam kamar Nuga


Sejak sedari tadi Nuga hanya berdiam diri didalam kamarnya, ia pun berfikir untuk tidak menemui orang itu akan tetapi kasus ini harus selesai karena Nuga tidak mau Jihan menjadi korban untuk yang ketiga kalinya.


Nuga mau hidup Jihan aman dan damai tanpa adanya gangguan dari siapapun, karena Nuga sangat mencintai Jihan akan tetapi Nuga tidak mau membuat Jihan masuk kedalam dunianya itu.


Tok..tok...tok bunyi pintu kamar Nuga yang diketuk oleh seseorang.


"Masuk" ucap Nuga.


"Tuan" panggil asisten pribadi Nuga.


Ya dia adalah asisten pribadi Nuga yang bernama Jordi, ia pun sudah lama bekerja dengan Nuga dan dia pun adalah orang kepercayaan Azka dan Kakek nya juga.


"Ada apa Di?" tanya Nuga.


"Apakah tua jadi menemui orang itu? apakah saya harus mengantarkan tuan?" tanya balik Jordi.


"Ahh sebenarnya saya tidak mau menemui orang itu akan tetapi urusan ini harus selesai, karena saya tidak mau Jihan mendapatkan teror terus menerus yang mengharuskan dia untuk masuk kedalam rumah sakit lagi dan juga biarkan saya sendiri saja yang kesana, akan tetapi kamu juga ikut bersama beberapa pengawal tetapi kalian mengawasi dari jauh saja" jawab Nuga.


"Baik Tuan, jam berapa Tuan akan menemui nya?" tanya Jordi.


"Sebentar lagi saya akan menemui dia dan kamu tolong persiapkan mobil saya" ucap Nuga.

__ADS_1


"Baik Tuan saya permisi keluar dulu" ucap Jordi.


Nuga pun hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengizinkan Jordi untuk keluar dari kamarnya.


"Huh baiklah tekad ku sudah bulat untuk menemui orang itu, semoga saja dia tidak bertingkah yang aneh-aneh" ucap Nuga.


Dan tak perlu waktu lama Nuga pun telah siap dan ia pun segera keluar dari kamarnya dan menghampiri mobilnya yang sudah di siapkan oleh Jordi tadi.


"Baiklah kalian semua ikuti saya, tetapi jangan sampai terlihat oleh dia, mengerti?" ucap Nuga.


"Mengerti Tuan" jawab mereka semua.


Selama diperjalanan perasaan Nuga pun tidak pernah tenang, karena ia sangat memikirkan Jihan yang dimana sekarang keadaannya sedang tidak baik-baik saja.


"Huh tenang ya Jihan semoga urusan ini semua cepat kelar dan kamu tidak perlu takut dengan apa-apa lagi, aku akan segera menyelesaikannya" ucap Nuga.


"Hai Nuga, masih kenal sama aku?" tanya wanita itu.


"Loh? kamu kan Tami?" tanya Nuga kaget.


"Haha iya Nuga, tenang-tenang kamu tidak perlu takut karena aku tidak akan melukai kamu" jawab wanita itu.


"Buat apa kamu ngelakuin ini semua? apa maksud kamu? kenapa kamu mencelakai Jihan?" tanya Nuga marah.

__ADS_1


"Tenang-tenang Nuga tenang tidak usah marah-marah nanti kamu sakit, haha" jawab Tami.


"Tidak usah berbasa-basi lagi tinggal kamu jawab saja apa maksud kamu? kamu tahu kalau semua yang kamu lakukan ini membuat Jihan masuk kedalam rumah sakit" ucap Nuga.


"Hello Nuga, kamu mengkhawatirkan Jihan sedangkan kamu tidak mengkhawatirkan aku?" tanya Tami.


"Maksud kamu? buat apa aku harus mengkhawatirkan kamu?" tanya Nuga heran.


"Kamu masih bertanya kenapa? kamu fikir cuma Jihan saja yang ingin kamu berada didekatnya ha?" tanya Tami.


"Apa maksud kamu Tami?" tanya Nuga sudah geram.


"Nuga aku mencintai kamu sudah sangat lama dari kita SMP aku sudah mencintai kamu, akan tetapi kamu hanya menganggap aku sahabat mu dan tidak lebih dari itu, kamu pun hanya perhatian kepada Jihan tidak kepadaku padahal aku sudah sering mencari-cari perhatian mu tetapi kamu tidak pernah melirik ku dan salahkah aku ketika aku mencintaimu dan kamu ingat Nuga bahwa aku pernah mengatakan ini kepadamu (tidak akan ada wanita yang bisa mengambil mu, kalau aku tidak bisa bersama mu, maka wanita itu juga tidak akan bisa untuk bersama mu)" jawab Tami.


Deg..


Nuga pun hanya bisa terdiam ketika mendengarkan apa yang telah dicurahkan dengan Tami tersebut.


Dan Nuga pun sekarang memikirkan bagaimana nasib Jihan kalau dia selalu berada didekat Nuga itu akan membuat dia semakin terluka.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, comment and vote yaa ❤️❤️


__ADS_2