Anak Indigo

Anak Indigo
Entahlah


__ADS_3

"Huh aku sudah berusaha untuk membuat dia tidak bangun lagi, namun ternyata usaha ku masih belum tercapai juga" ucap seseorang.


"Harus dengan cara apalagi aku harus menyingkirkan dia? Aku sudah kehabisan akal untuk membuat dia musnah" ucap seseorang.


Dan hari itupun telah pagi Azka dan juga Nuga masih berada di rumah sakit, karena mereka masih sangat takut untuk meninggalkan Jihan sendirian, sedangkan Kakek disuruh untuk pulang kerumahnya supaya Kakek bisa beristirahat dengan nyenyak.


Dan pagi itupun Azka dan Nuga telah bangun duluan mereka berdua sedang menunggu Jihan untuk bangun karena Jihan belum bangun, Jihan sangat lelah karena mengobrol dengan Azka sampai larut malam sekali sebab Azka sangat rindu dengan adiknya tersebut.


"Ka, gue beli sarapan dulu ya, lo tungguin Jihan disini jangan sampe di tinggal" ucap Nuga.


"Iya, lo hati-hati" ucap Azka.


Lalu Nuga pun keluar dari ruangan tersebut dan bergegas untuk membeli sarapan untuk mereka bertiga nanti.


Tak lama kemudian Jihan pun sudah bangun dan ia pun mencari-cari keberadaan sang Kakek, karena semalam saat ia sudah tertidur duluan sang Kakek pun pulang namun Jihan tidak mengetahui nya.


"Ji, kamu cari siapa?" tanya Azka.


"Cari Kakek, kemana Kakek biasanya Kakek nungguin Ji disini" jawab Ji.


"Kakek sudah Kakak suruh pulang semalam mungkin nanti Kakek bakal kesini lagi" ucap Azka.


"Oh begitu, lalu Kak Azka engga tidur? dan kemana kak Nuga?" tanya Jihan.


"Kakak sudah tidur dan Kakak pun bangun duluan tadi, sedangkan Nuga dia sedang membeli sarapan untuk kita bertiga nanti" jawab Azka.


"Oh begitu baiklah Kak" ucap Jihan.


Lalu Jihan pun terdiam sejenak dia pun berkutat dengan fikirannya sendiri dan Jihan pun berbicara dengan hatinya padahal ia tahu bahwa Azka dapat mengetahui itu semua.


Karena Jihan tidak bisa mensegel apa yang sudah ia katakan dengan hatinya sendiri, lain dengan Azka yang bisa mensegel dirinya sendiri, karena itu Azka diberikan kelebihan kemampuan dibandingkan Nuga, Jihan dan juga Nindya.


"Kamu kenapa lagi Jihan?" tanya Azka.


"Ha? kenapa Kak?" tanya kaget Jihan.


"Loh kok malah nanya balik Kakak sih" kesal Azka.


"Ya kakak sih malah ngagetin Jihan" ucap Jihan.


Azka pun hanya menyebikkan bibirnya saja karena mendengar sang adik malah balik bertanya kepada dirinya itu.


"Oh iya Kak, kok Kakak disini? bukannya Kakak sama kak Nuga sedang menyelesaikan misi bersama Nindya?" tanya Jihan.


"Kakak khawatir dengan mu anak kecil" jawab Azka.


"Huh aku bukan anak kecil lagi ya Kak, aku sudah besar" ucap Jihan.


"Kalau kamu sudah besar, mungkin kamu gak bakal kecelakaan kayak gini" ucap Azka.


Azka sengaja berbicara seperti itu, karena ia ingin mengetahui masalah itu lebih lanjut karena Jihan semenjak sadarnya itu dia tidak pernah mau membahas masalah itu sendikit pun.


"Ya namanya aja musibah kan kita gak tahu Kak" ucap kesal Jihan.


"Ya lagian kamu bawa mobilnya tidak hati-hati" ucap Azka memancing.


"Aku itu sudah hati-hati tau kak, orang itu aja yang sengaja mau menabrak aku" ucap Jihan.


"Siapa? emang kamu kenal?" tanya Azka.


Kayaknya Jihan udah mulai terpancing dengan persoalan ini, aku harus bisa buat dia buka suara tentang masalah kecelakaan dia.


"Aku gak tahu sih kak, cuma ya yang aku lihat dia itu perempuan lumayan cantik sih, tapi kalau gak salah aku seperti pernah ketemu sama dia gitu" ucap Jihan.


"Kamu pernah ketemu sama dia?" tanya Azka.

__ADS_1


"Kayaknya bukan Jihan aja deh yang pernah ketemu sama dia, malahan Kak Nuga dan Kak Azka juga pernah deh" jawab Jihan.


"Atau jangan-jangan dia berada didekat kita Ji?" tanya Azka.


"Entahlah Kak, Jihan pun tidak tahu" jawab Jihan.


"Setelah ini kamu harus hati-hati ya Ji, kamu tidak boleh celaka lagi dan juga Kakak jauh dari kamu Kakek juga banyak urusan bukan cuma mau ngurusin kamu saja" ucap Azka.


"Kakak ku yang tersayang, ini bukan maunya Ji untuk kecelakaan seperti ini, Ji pun tidak tahu kalau perempuan itu menaruh dendam kepada Ji" ucap Jihan.


"Ya pokoknya kalau kamu mau kemana-mana kamu harus sama supir dan juga di tambah dengan bodyguard" ucap Azka posesif.


"Apaan sih Kak? kok malah jadi posesif gini?" tanya Jihan.


"Kakak kayak gini karena sayang sama kamu, Kakak jauh dari kamu dan Kakak gak bisa jagain kamu dari dekat seperti saat ini" jawab Azka.


Jihan pun terdiam dan dia pun merutuki sang Kakak di dalam hati, karena ia kesal dengan sang Kakak sebab sang Kakak berubah menjadi seseorang yang sangat posesif terhadapnya.


"Kamu jangan ngomongin Kakak didalam hatimu ya Ji" ucap Azka.


"Kakak curang, masa Kakak aja yang bisa baca isi hati kita-kita, masa kita-kita gak bisa kan curang" ucap Jihan.


"Anak kecil belum boleh di kasih kemampuan lebib seperti ini" ucap Azka sombong.


Jihan pun hanya diam karena ia sudah kesal dengan tingkah sang kakak pada pagi hari ini.


Dan tak lama pun Nuga akhirnya kembali dari membeli sarapan pagi untuk mereka itu.


"Halo Ji" sapa Nuga.


Ji pun hanya diam saja, karena ia masih kesal dengan Azka yang menganggap Jihan masih kecil tersebut.


"Ji kenapa Ka?" tanya Nuga.


"Biasa ngambek" jawab Azka.


"Ji makan dulu ya, udah gak usah ngambek lagi Azka kan memang sering buat kamu ngambek begitu" ucap Nuga.


Jihan pun hanya tersenyum simpul ketika melihat wajah tampan yang tak kalah dari Azka tersebut.


"Kaan giliran sama gue, lo enggak senyum kek gitu tadi Ji" ucap Azka ingin membuat kesal lagi.


"Udah-udah lebih baik lo makan aja nih, biarin Jihan makan juga dari semalam dia kan belum makan, nanti Kakek kesini tau Jihan belum makan malah lo yang di salahin sama Kakek" ucap Nuga.


Akhirnya mereka bertiga pun memakan sarapan yang dibelikan oleh Nuga tersebut.


Jihan yang memakan sarapannya sambil melirik ke arah Nuga pun hanya tersenyum-senyum sambil diam saja, karena dia takut terciduk oleh Azka dan Nuga.


"Ini minum nya ya Ji" ucap Nuga.


"Makannya pelan-pelan aja gak bakal ada yang mau ngambil punya lo" ucap Azka.


Jihan pun berusaha untuk tidak menanggapi ucapan sang kakak, karena ia tahu Azka hanya memancing Jihan untuk berdebat dengannya lagi.


Setelah mereka sudah selesai makan Jihan pun ingin berjalan-jalan keluar dari ruangan tersebut, karena ia sebetulnya sangat bosan berada di ruangan itu.


"Kak boleh gak Jihan jalan-jalan ke taman yang di outdoor itu?" tanya Jihan.


"Kamu mau keluar? kenapa bosan ya?" tanya Nuga.


"Iya kak bosan banget Jihan di ruangan terus, boleh ya kak" mohon Jihan.


"Yaudah Kakak ambil kursi roda dulu ya" ucap Azka.


Akhirnya Azka pun mengambilkan kursi roda untuk sang adiknya itu supaya sang adik bisa berjalan-jalan keluar ruangan dan melihat taman yang ada di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Gimana Ji bagus kan?" tanya Azka.


"Iya Kak bagus banget" jawab Jihan


"Kamu mau foto gak?" tanya Azka.


"Tapi kan hp Ji hilang kak" jawab Jihan.


"Yaudah pakai hp Kakak aja ya, kamu duduk di situ tuh dekat bunga-bunga" suruh Azka.


"Senyum yaa, oh iya kamu sambil megang bunga itu loh Ji" ucap Nuga.


"Yang mana Kak? yang ini ya?" tanya Jihan.


"Nah iya kan bagus tuh" jawab Nuga.


Akhirnya Jihan pun sudah bergaya dan Azka pun antusias sekali untuk memotret sang adik karena ia sangat bahagia ketika melihat sang adik tersenyum bahagia seperti itu.


Nuga pun sama ia pun tersenyum bahagia sekali ketika melihat orang yang dia suka tersenyum bahagia.


"Gimana Ji mau foto lagi?" tanya Azka.


"Mau Kak, sekarang disana tuh Kak nanti Ji candid ya" jawab Jihan.


"Oke gadis kecil Kakak" ucap bahagia Azka.


"Habis ini kita masuk kedalam ya Ji, kamu udah terlalu lama di luar" ucap Nuga.


Dan Jihan pun hanya menjawab dengan menunjukan kedua ibu jarinya saja, tanda ia menyetujui perintah dari Nuga tersebut.


Akhirnya karena Jihan sudah kelihatan kelelahan juga mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan lagi, karena mereka tidak mau membuat Jihan jatuh sakit lagi, cukup kemarin saja mereka melihat Jihan terbaring lemah dengan tidak sadarkan diri itu.


Dan tak berapa lama Kakek pun datang dengan membawakan buah-buahan yang di sukai oleh Jihan tersebut.


"Assalamu'alaikum" salam Kakek.


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka serempak.


"Wah habis darimana ini? kok keringatan semua?" tanya Kakek.


"Tadi kami habis dari taman Kek, karena Jihan bosan katanya di dalam ruangan terus" jawab Azka.


"Oh begitu, gimana suka lihat tamannya?" tanya Kakek.


"Suka banget Kek, tadi juga Jihan foto dan di fotoin sama kak Azka" ucap bahagia Jihan.


"Wah pasti cantik deh cucu Kakek" ucap Kakek.


Jihan pun hanya tersenyum saja karena mendengar ucapan sang Kakek nya tersebut.


"Sekarang Jihan mau apa lagi?" tanya Azka.


"Jihan mau mandi Kak, boleh ga?" tanya Jihan.


"Kamu ganti baju aja ya, kamu belum boleh mandi" jawab Azka.


Akhirnya Jihan pun menuruti ucapan Azka dan ia pun segera kekamar mandi untuk berganti pakaian tersebut.


Dan setelah berganti pakaian Jihan pun di suruh beristirahat oleh sang Kakek agar keadaan Jihan tidak drop lagi.


Dan dari luar ruangan pun ternyata sudah ada yang mengintai Jihan, karena ia ingin sekali melakukan suatu hal lagi kepada Jihan.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like and comment ❤️❤️


__ADS_2