
setelah lama mengobrol datang lah pak Dimas dan Bu Anis dengan beberapa anggota polisi dan dokter forensik....
"assalamualaikum bapak-bapak dan ibu maaf kami telat..tadi kami ke kantor polisi dulu..."
"waalaikumsalam tak apa-apa pak Dimas..."jawab pak Bambang
"Ron apa kita langsung bongkar saja atau bagai mana..?"tanya pak Bambang
"sebaiknya kita keruangan itu dulu dan berdo'a bersama terlebih dahulu,baru kita bongkar tembok nya pak..."jawab pak Imron
akhirnya kami pun berjalan menuju ruangan yang tak jauh dari tempat kami berdiri tadi...mamah menggandeng tangan ku dengan erat,tangan nya terasa sangat dingin entah apa yang membuat nya seperti itu mungkin dia takut...hahaha
sesampainya di depan ruangan itu pak satpam membuka kunci ruangan tersebut,kami pun masuk kedalam dan duduk melingkar untuk mulai berdoa yang di pimpin oleh pak Imron....
selesai berdoa pak Bambang menyuruh tukang untuk segera membongkar tembok yang di jadikan kuburan Nyimas oleh pak Baron...
kulihat Nyimas nampak tersenyum, mungkin dia senang akhirnya jasad nya akan beristirahat dengan tenang dan dia tak akan jadi arwah penasaran lagi...
__ADS_1
"baik pak silahkan dimulai pembongkaran nya dan hati-hati jangan lupa baca bismillah sebelum bekerja..."ucap pak Imron mengingat kan.
"baik pak,sebaiknya kalian semua agak mudur kebelakang supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan..."ucap salah satu tukang
kami pun memundurkan langkah kami,para tukang mengerjakan tugas nya dengan hati-hati,,,setengah jam berlalu tembok itu belum bisa di bongkar karena dinding nya sangat tebal....
satu setengah jam kemudian baru lah tembok bisa dibongkar nampak lah tengkorak yang masih utuh bagian rambut serta baju yang dia kenakan masih utuh...
sungguh kuasa Allah benar-benar nyata baju pak Baron yang terkena noda darah Nyimas yang di kubur bersama nya juga masih utuh..
mamah yang ada disamping ku pun tak bisa menahan air mata nya yang jatuh begitu saja...
tengkorak Nyimas di masukan ke Katong jenazah dan di bawa untuk otopsi..ku lihat tangan kanan Nyimas mengepal walaupun sudah jadi tengkorak....
"maaf pak seperti nya ditangan kanan nya ada sesuatu...?"ucap ku pada polisi yang sedang mengamati tengkorak Nyimas didalam kantong jenazah yang belum di tutup
"hmmm kamu benar,pak Agus tolang di periksa..."ucap nya kepada salah satu bawahan nya
__ADS_1
pak Agus memeriksa nya dan nampak lah sebuah name tag bertuliskan "Baron Sudarso s.pd" bukti kuat yang akan bisa menjerat pak Baron untuk di jebloskan ke penjara...
"maaf pak Bambang apa ini nama salah satu guru disini...?"tanya petugas kepolisian
"iya pak betul dia salah seorang guru disini...pantas saja dia membeli name tag baru jadi ini alasan sebenarnya nya..."
"baiklah pak kami juga akan minta kesaksian dari kalian sekarang bisa ikut kami kekantor untuk memberikan keterangan.."
"maaf pak sebenarnya kami tidak tau masalah ini kami kesini hanya mendampingi anak saya dan kalau anak saya akan di mintai keterangan saya akan ikut menemani nya apa boleh...? namun apa kalian akan percaya akan kesaksian anak saya yang indigo ini...?"tanya papah
"boleh saja pak silahkan dampingi anak bapak,kalai soal itu kami akan percaya saja karena ada dua bukti juga di temukan disini,jadi anak bapak tidak akan disebut pembohong..."
setelah selesai olah TKP kami pun mengikuti polisi dan tim forensik ke kantor polisi..kami berangkat menaiki mobil pak Bambang...
setelah sampai kami pun bergantian memberikan kesaksian.. selesai memberikan kesaksian papah menelpon sopir nya untuk di jemput...
sambil menunggu sopir kami makan terlebih dahulu di resto dekat kantor polisi...
__ADS_1