Anak Indigo

Anak Indigo
episode 55


__ADS_3

"assalamualaikum..."


"loh pak Imron ngapain disini...?"tanya pak Baron semakin bingung


"saya hanya mendampingi anak angkat saya saja pak Baron..."ucap pak Imron mendekati ku dan duduk di samping ku


"jadi begini pak Baron...apa ini punya bapak..?"ucap pak kepsek menunjukkan nametag bertuliskan nama pak Baron yang terbungkus plastik dengan logo kepolisian


"bukan pak ini punya saya,saya pakai..."elak nya


"bukan kah kamu pernah bilang nametag mu hilang dan itu baru kamu buat lagi kan..."


"eh soal itu emang benar namun saya tak tau hilang dimna dan kenapa ini dibungkus plastik kepolisian pak...?"ucap pak Baron mulai panik


"apa bapak lupa dengan Nyimas pak...?"tiba-tiba saja aku berujar seperti itu setelah itu aku tidak ingat apa lagi setelah ku dengar Nyimas berbisik di telinga ku ingin meminjam raga ku untuk memberi pelajaran pada pak Baron....


aku terbangun dan sudah berada di sebuah klinik....orang pertama yang kulihat adalah kedua ibu angkat ku...


"mah Bu aku dimana....?"tanya ku lirih


"Alya kamu sudah sadar nak..?"mamah balik bertanya sementara ibu menekan tombol untuk memanggil dokter

__ADS_1


"aku kenapa mah Bu....kenapa aku ada di sini bagaimana dengan pak Baron...?"karena yang ku ingat terakhir adalah akan ada penangkapan kepada pak Baron


"sudah jangan banyak bicara dulu nanti bapak jelas kan kamu istirahat dulu saja...."ucap pak Imron


aku hanya mengangguk kan kepala ku tak lama datang lah dokter dan perawat...


"maaf Bu bisa minggir dulu saya akan periksa pasien..."ucap dokter


"silakan dok..."ucap mamah dan ibu berbarengan


dokter dan perawat memeriksa ke adaan ku...


"Alhamdulillah..."kami semua mengucapkan syukur


"kalau begitu saya permisi dulu,dan hari ini juga dia sudah boleh pulang..."ucap dokter


"dan untuk administrasi nya mohon di selesaikan dulu..."ucap sang perawat


"baik sus saya akan urus administrasi nya..."ucap papah yang langsung keluar ruangan mengikuti dokter dan perawat itu


"gimana keadaan mu Al..?"tanya pak Imron

__ADS_1


"aku baik pak hanya masih sedikit pusing..."ucap ku


"kalau begitu istirahat lah dulu,bapak dan ibu harus pulang dan ini titipan dari komandan polisi yang tak lain adalah paman Nyimas Al..."ucap pak Imron menyerahkan amplop yang lumayan tebal hahaha


"tapi pak aku ikhlas membantu bapak kembalikan saja pada beliau aku gak mau terima..."jawab ku


"bapak juga sudah menolak nya Al namun beliau memaksa jadi mau tidak mau bapak ambil,ini sebagai tanda terima kasih nya kepada kamu ucap nya..."


"hmmm kalau begitu uang itu buat bapak dan ibu sja bukan kah ibu dan bapak harus membayar sewa rumah..."ucap ku yang ingat tadi pagi mereka sedang kebingungan mencari uang untuk membayar sewa rumah mereka


"maaf pak Imron,apa bapak dan ibu sedang kesusahan.?kenapa tidak minta bantuan saya dan suami kita kan keluarga yang sama-sama menganggap Alya ini anak kita..."


"iya Bu memang kami sedang ada sedikit masalah namun kami sungkan untuk meminta bantuan ibu maupun pak Djarot..."jawab pak Imron


"jadi kalau begitu bapak ambil uang ini untuk bayar sewa rumah bapak saja..."ucap ku tersenyum pada nya


"tapi Al ini kan uang kamu ini hak kamu,saya tidak ingin mengambil hak anak yatim-piatu.."ucap bapak


"bapak kan tidak mengambil nya itu aku terima dari keluarga Nyimas dan aku berikan lagi kepada bapak dan ibu ku..."jawab ku


"benar pak Bu,yang dikatakan Alya jadi terima lah pemberian nya..."

__ADS_1


__ADS_2