
"Alya kenapa...?"
"ada yang aku mau bicarakan..."
"ya sudah di kantin saja nak,.."
kami pun berjalan ke kantin nampak Bu ayu sedang membereskan dagangan nya..
"ibu assalamualaikum..."teriak ku berlari memeluk nya
"waalaikumsalam Alya..."ibu balik memeluk ku
"Bu buat kan minum untuk pak Bambang..."titah pak Imron
"loh pak Bambang kapan sampai...?"
"baru saja Bu..."ucap pak Bambang yang terlihat sangat berantakan
aku duduk bersama bapak-bapak itu,aku melihat bapak-bapak itu seperti sedang memikirkan sesuatu...
"pak bapak mikirin apa sih..."bisik ku ke pak Imron yang ada di sebelah ku
"masalah pribadi Al kamu gak usah tau..."jawab nya
"bukan kan aku anak mu pak....?"omel ku
"nanti bapak cerita kan sekarang kita urus dulu urusan pak Bambang..."
__ADS_1
"oh iya itu yang mau aku ceritakan..."
"cerita apa Alya...?"tanya pak Bambang
"ini pak silahkan..."ucap ibu menyodorkan segelas teh hangat
"terima kasih Bu ayu..."
ibu tersenyum menanggapi ucapan pak Bambang dan kembali membereskan dagangan nya....
"gini pak aku curiga dengan pak Budi dan gudang yang tak boleh di buka itu..."ucap ku
"apa kamu melihat Dian Al...?"tanya pak Imron yang membuat pak Bambang melotot mendengar nya
"maaf pak Bambang bapak kan tau kalau aku ini bisa..."ucapan ku terpotong oleh pak Bambang
"apa bapak ku ini tidak melihat Bu Dian...?"tanya ku pada pada pak Imron
"bisa kah kamu memanggil ku ayah Al..? aku tidak melihat nya entah lah mungkin karena kondisi ku kurang sehat..."
"baiklah yah...aku akan bercerita..."
ku ceritakan apa yang ku dengar dari Bu Dian aku juga bilang kalau ada bukti disana, tangis pak Bambang pecah seketika dia tidak bisa menahan nya lagi..
"apa bapak ingin melihat Bu Dian pak.?...ayah bisa bantu kan.?"ucap ku
"kamu kan sudah bisa Al biarkan pak Bambang bertemu dengan Bu Dian walaupun sebentar..."titah ayah
__ADS_1
"kamu mau bantu saya Al,...?"tanya pak Bambang
"baiklah pak..."aku melakukan apa yang ku lakukan pada Caca dan Cici tadi
setelah membuka mata nya pak Bambang hanya mampu menangis saat melihat anak kesayangan nya putih pucat dihadapan nya.
"yah maaf kan Dian yah,Dian tidak menjadi anak baik...maaf kan Dian yah..."ucap Bu Dian sambil berurai air mata
"kamu tidak salah na kamu anak baik,maaf kan ayah yang tidak bisa menjaga mu dan membiarkan kamu seorang diri disini maaf kan ayah...."
setelah itu Bu Dian pun tak nampak lagi di hadapan kami entah kemana pergi nya,mungkin dia tak sanggup jika terus melihat ayah nya menangis..
"sudah pak minum dulu tenang kan diri bapak..."ucap ayah yang mencoba menenangkan pak Bambang
"Ron sekarang saya gak punya siapa-siapa lagi Ron,apa saya harus ikut mereka juga ron..?"
ya pak Bambang adalah sudah dan Bu Dian adalah anak satu satu nya dan kini tinggallah dia seorang diri...
"astaghfirullah pak,tidak baik berkata seperti itu lebih baik bapak do'a kan saja Dian dan juga almarhum ibu nya..."
pak Bambang hanya diam tak menyahuti perkataan ayah...
"lebih baik bapak istirahat dulu di rumah saya pak..."ajak ayah
ibu yang mendengar ucapan ayah seperti itu langsung memanggil ayah untuk mendekat ke arah nya...
"pak sini..."panggil ibu sambil melambaikan tangan
__ADS_1