Anak Indigo

Anak Indigo
episode 90


__ADS_3

"kasihan sekali Stella..."saat itu terdengar kegaduhan didalam ruangan dimana Stella dan anak-anaknya lain nya berada


"nek Stella nek..."panggil petugas posyandu


"ya Allah apa sudah saat nya dia dibawa..."lirih nenek itu berjalan masuk keruangan itu aku mengikuti nya dan benar saja mahluk jelek itu sedang berusaha mengambil roh Stella


Stella muntah darah dan napas nya tersengal-sengal,tenaga medis yang ada di ruangan itu berusaha menolong Stella...


Aku menatap mahluk jelek itu dan mendekatinya sambil membaca doa yang sering diajarkan oleh guru ngaji ku dan juga ayah, mahluk itu menatap ku tajam sambil melotot dengan bola mata nya yang merah serta gigi taring yang tajam menggeram ke arah ku .


"pergi kau makhluk jelek ini bukan tempat mu..."ucap ku yang langsung mendapatkan tatapan dari semua orang yang ada di ruangan itu


"gerrrr jangan ikut campur kau anak tengik dia milik ku orang tua nya sudah memberikan nya pada ku...."


Aku tersenyum miring mendengar ucap nya sambil terus melantunkan do'a dan ayat-ayat Al-Qur'an yang membuat makhluk jelek itu kepanasan dan pergi begitu saja...


"Alhamdulillah..."ucap ku sambil melihat Stella bocah itu sudah tak muntah seperti tadi dan napas nya pun kembali normal


"kamu baik-baik saja kan ?"


"iya kak aku baik terima kasih..."ucap nya seakan tau apa yang baru saja aku lakukan

__ADS_1


"Al ayo pulang..."ajak ibu


"iya Bu...anak cantik kakak pulang dulu ya,ini untuk mu."ucap ku memberikan susu kotak yang ku beli tadi sebelum datang kesini


"iya terima kasih kak, seharusnya kakak tak usah menolong ku aku sudah ikhlas dengan semua nya..."tiba-tiba saja dia berbicara seperti itu namun aku tak menghiraukan ucapannya dan langsung pulang karena ibu menarik tangan ku untuk segera keluar ruangan itu


"kamu pikir ibu tak tau apa yang barusan kamu lakukan..."cerocos ibu saat perjalanan pulang


"aku hanya menolong sebisa ku Bu,toh dia juga sudah ikhlas dengan apa yang orang tua nya lakukan jadi ya sudah lah,tapi aku merasa kasihan bocah sekecil itu harus di jadikan tumbal oleh orang tua nya sendiri..."


...****************...


Seminggu setelah kejadian itu aku bertemu dengan ibu hamil yang kurasakan dia bukan sedang mengandung anak manusia...


"gak apa-apa dek...lagian salah saya juga jalan gak hati-hati..."


"mari saya bantu,rumah mbak dimana...?"


"itu di belakang komplek ini...tapi tidak merepotkan kamu kan..."


"sama sekali tidak merepotkan mbak ayo saya antar,saya juga lagi jalan-jalan aja..."

__ADS_1


"lalu itu adik nya bagaimana.?"


"mbak nya tolong tuntun adik saya saja dia sudah pandai berjalan kok dan barang-barang mbak biar saya bawa..."


"baiklah mari..."kami berjalan menuju rumah ibu hamil itu dijalan kami ngobrol


"kenapa gak naik ojeg aja mbak dari depan...?"


"uang saya habis jadi terpaksa jalan kaki..."


"oh,memang nya suami mbak kemana kenapa gak antar mbak untuk berbelanja keperluan bayi nya...?"tanya ku penasaran


"suami ku ada..."jawab nya tersenyum seperti dipaksakan


Setelah 20menit berjalan akhirnya kita sampai dirumah sederhana milik ibu hamil itu...


"ini mbak barang nya saya simpan dimana...?"


"sini biar saya bawa kedalam kamu tunggulah duduk disini saya ambil kan air minum dulu pasti haus kan..."


"gak usah mbak kita pulang saja..."

__ADS_1


"gak merepotkan duduk lah dulu..."ucap nya seraya masuk meninggal kan ku dengan Ilham diteras rumah nya


__ADS_2