Anak Indigo

Anak Indigo
episode 76


__ADS_3

bel pulang sudah berbunyi,aku berjalan beriringan dengan Caca dan Cici menuju gudang hendak mencari barang bukti sebelum itu kami juga mengajak Yeni...


sampai di depan gudang aku langsung masuk karna sebelumnya aku sudah membuka pintu itu seperti maling hanya menggunakan jepit rambut untuk membuka nya....


namun sebelum langkah kami masuk lebih dalam kami dikagetkan oleh penjaga sekolah yang menegur kami...


"ngapain kalian bagaimana bisa membuka pintu gudang ini.? wong kunci nya juga masih di saya....?"pertanyaan di lontarkan oleh pak Maman


"maaf pak aku membuka nya dengan paksa.jadi bapak tau kemana pergi nya bau bangkai itu...?"selidik ku


"i-iitu hanya bangkai tikus saja..."ucap pak Maman terbata-bata dan nampak panik


"apa bapak yakin itu hanya bangkai tikus...?"ucap Cici mengintimidasi pak Maman


"bener neng itu bangkai tikus...sudah kalian pulang ngapain ke gudang..."ucap pak Maman menetralkan kepanikan nya dan mengalihkan pembicaraan


"kami mau bawa meja pak,di gudang baru gak ada meja yang hanya kursi saja dan bekas-bekas pembuatan karya seni..."aku beralasan


"meja kelas yang rusak sudah saya ganti semua.. sebenarnya kalian mau apa...?"tanya pak Maman

__ADS_1


belum kami menjawab pertanyaan pak Maman pak Budi berlari tunggang langgang menghampiri kami,aku reflek mengajak 2l3 teman ku masuk kedalam gudang dan menutup nya....


"Maman man gawat man...?"ucap pak Budi Yeni mengeluarkan hp nya dan membuka sedikit pintu dengan hati-hati untuk merekam apa yang terjadi diluar


"gawat kenapa pak apa ada yang tau soal mayat yang kita sembunyikan...?"


"kalau ngomong Yo di saring gimana kalau orang lain dengar..."ucap pak Budi sambil menoyor kepala pak maman.entah lupa atau apa pak Maman tak sadar kalau kami berempat masih ada di dalam gudang


"lalu ada apa pak...?"


"jimat ku hilang.aku di telor habis-habisan oleh arwah si Dian,aku baru bisa keluar dari ruangan ku sekarang...ayo antar aku ke dukun untuk minta jimat lagi..."pinta pak Budi


PLAK pak budi memukul pundak pak Maman...


"sakit pak....Yo wis saya antar,mari..."ajak pak Maman


"sebentar man,.."


"apa lagi pak apa bapak mau di telor lagi sama arwah neng Dian...?"

__ADS_1


PLAK pak Budi memukul pak Maman lagi.."apa jasad Dian akan ada yang menemukan..?"ucap pak Budi tiba-tiba


"gak akan pak siapa juga yang akan sampai ke jurang itu..."


"ya sudah ayo pergi..."ajak pak Budi


Ki pun merasa lega karna pak Budi sudah pergi dari depan ruang gudang..namun tiba-tiba saja aku dan Yeni yang dari tadi mengintip di kaget kan oleh Caca dan Cici...


"Alya Yeni lihat ini..."ucap Caca sambil menunjukan pecahan kaca yang ada bercak darah dan sudah mengering


"wah kalian menemukan barang bukti itu,hebat kalian..."puji Yeni


"siapa dulu dong Caca Cici..."ucap mereka menyombongkan diri


"sudah sombong nya ayo masukkan ke kantong jiplock ini..."ucap ku


"baik..."ucap Caca


saat kami asik membereskan barang bukti tiba-tiba saja pintu di buka dengan lebar..

__ADS_1


"sedang apa kalian disini.?"


__ADS_2