Anak Indigo

Anak Indigo
Cara Azka


__ADS_3

Sang Kakek masih kekeh untuk tetap memberikan pertanyaan kepada Andri, tetapi tetap saja Andri tidak mau menjawab nya.


"Andri kamu tinggal jawab pertanyaan dari Kakek, Kakek tidak marah kalau kamu mau menjawabnya dengan jujur" ucap Kakek.


Andri hanya memejamkan matanya lagi, karena ia sangat takut sekali untuk melihat kedepan pintu ruangan tersebut.


"Lo ngapain tutup-tutup mata gitu?" tanya Nuga.


"Lo takut dengan apa sih? disini gaada yang bakal ngelukain lo kan udah gue bilang tadi" ucap Azka semakin geram.


Azka ingin sekali meninju wajah Andri, tetapi Azka takut sang Kakek juga marah kepadanya, karena sudah melukai anak buah nya tersebut.


"Sebenarnya gue udah geram banget sama lo, gue udah gak tahan banget buat mau nonjok muka lo, tapi gue masih sayang sama nyawa gue karena lo anak buah dari Kakek" ucap Azka.


"Azka sudah jangan menggunakan kekerasan" ucap Kakek.


"Lo mau jawab ga? pertanyaan kami mudah tinggal lo jawab saja, kalau udah lo jawab dan kami sudah ketemu jawabannya, maka kami enggak bakal memaksa lo lagi buat nyuruh lo buka suara" ucap Nuga.


Andri masih teguh dengan pendiriannya dia masih enggan untuk berbicara rasanya mulut Andri sangat berat sekali untuk dibuka dan sangat berat sekali untuk mengucapkan suatu kata dan bahkan untuk menjawab pertanyaan dari mereka semua.

__ADS_1


Andri pun akhirnya meneteskan air matanya, karena ia sangat takut bahkan ia juga takut untuk melihat Azka, Nuga dan juga Kakek, ia sebenarnya ingin sekali menjawab pertanyaan tersebut akan tetapi ada seseorang yang membuat ia bungkam seperti ini.


"Lo ngapain nangis? cengeng amat" tanya Azka.


"Kamu kenapa Andri? apakah kami melukai mu" tanya Kakek.


"Lo kenapa dah? padahal kami cuma menanyakan sesuatu bukan sedang melukai lo" tanya Nuga.


Dan juga sebenarnya Nuga pun sudah geram sekali seperti Azka, namun ia bisa menutupi rasa geram itu tersebut.


Tidak seperti Azka yang tidak bisa menutupi rasa geramnya terhadap Andri itu tersebut, rasanya Azka ingin sekali menonjok mukanya dan membuat mukanya itu bonyok di tangan nya.


"Andri apakah kamu sekarang sedang di bawah pengawasan seseorang?" tanya Kakek.


Azka dan Nuga pun melirik kearah pintu depan itu dan mereka pun menemuka satu pasang mata yang sedang melotot ke arah Andri tersebut.


"Lo gak usah takut gue bakal ngelindungin lo kalau lo mau menjawab pertanyaan dari kita" ucap Azka.


"Lo bakal aman sama kita kalau lo mau buka suara, tapi kalau lo masih mau tetap bungkam ya maaf aja ya gue gak bakal mau ngelindungin lo" ucap Nuga.

__ADS_1


Dan akhirnya pun Nuga dan Azka bekerja sama untuk membuat Andri berbicara lagi.


Nuga di perintahkan oleh Azka untuk membuat jera sosok yang sedang berada di depan tersebut, sedangkan Azka sedang melakukan sesuatu agar Andri bisa berbicara lagi.


Entah apa yang Azka lakukan seketika itupun Andri sudah bisa membuka mulutnya dan mengeluarkan suaranya.


"Sekarang lo udah bisa bicara lagi dan silahkan lo jawab pertanyaan kita-kita tadi" ucap Azka.


"Sebelum nya aku berterimakasih buat Azka dan Nuga, oke aku jawab semuanya, aku di tempat kejadian itu karena aku di suruh sama seseorang dan kecelakaan Jihan ini pun aku memang ada sangkut pautnya akan tetapi ada seseorang yang menyuruh ku untuk melakukan itu semua, karena dia tidak suka Jihan terlalu dekat dengan Nuga" ucap Andri.


"Jadi ini ada sangkut pautnya juga dengan Nuga?" tanya Azka.


"Iya, sebab orang itu sudah lama sekali menyukai Nuga dan dia pun orang yang terdekat dengan kalian" jawab Andri.


.


.


.

__ADS_1


Siapakah kira-kira orang tersebut?


jangan lupa like and comment ❤️❤️


__ADS_2