Anak Indigo

Anak Indigo
Persiapan pertemuan


__ADS_3

Setelah Azka dan Nuga berdiskusi untuk menemukan cara supaya mereka tahu siapa perempuan yang sudah berani mencelakai Jihan adiknya tersebut itu.


Tak lama pun sang Kakek sudah pulang dan Kakek pun mensegerakan langkah kakinya untuk memasuki rumahnya itu, karena sebelum nya Azka sudah memberitahukan kabar buruk tentang Jihan tersebut.


"Bagaimana keadaan Jihan?" tanya khawatir Kakek.


"Jihan sudah kami paksa untuk tidur kek, karena sebelumnya dia sangat syok sekali ketika melihat anak panah itu yang hampir menusuk dia Kek" jawab Azka.


Kakek pun hanya menganggukkan kepalanya dan Kakek pun merasa sedikit kecewa, karena sang Kakek tidak ada disamping Jihan ketika Jihan sedang membutuhkan perhatian.


"Kakek kenapa?" tanya Azka.


"Kakek sebenarnya sangat ingin sekali menjaga Jihan, akan tetapi di perusahaan masih membutuhkan Kakek, karena kamu dan juga Nuga masih belum menyelesaikan study kalian" jawab Kakek.


"Kakek tenang saja nanti setelah kami berdua sudah menyelesaikan study, kami pasti akan kembali kesini membantu Kakek" ucap Azka.


Kakek pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda Kakek menyetujui apa yang di bicarakan oleh Azka tersebut.

__ADS_1


"Yasudah sebaiknya Kakek istirahat saja biar Azka yang menunggui Jihan disini" ucap Azka.


"Baiklah Kakek ke kamar dulu ya, kamu jangan lupa makan jangan terlalu fokus untuk menjaga Jihan saja" ucap Kakek.


Azka pun hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti maksud Kakek nya tersebut.


Setelah di tinggal oleh Kakek nya, maka Azka pun hanya bisa memandangi wajah sang adiknya tersebut, karena sebetulnya Azka sangat menyayangi adiknya tersebut akan tetapi Azka terlalu cuek dengan Jihan sehingga Jihan mengira bahwa Azka tidak menyayangi.


Azka pun mengelus kepala Jihan ia hanya bisa meratapi nasib adik satu-satunya tersebut, ia tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya jika sang adik tidak ada yang menjaganya dan menyebabkan ia kehilangan sang adik untuk selama-lamanya, Azka belum bisa membayangkan bagaimana nantinya kalau ia di tinggalkan oleh orang yang ia sayang untuk yang kedua kalinya.


"Seharusnya kamu bilang saja apa yang selama ini sedang kamu fikirkan akankah memang kamu mempunyai musuh atau jangan-jangan ada seseorang yang tidak menyukai kamu, Kakak khawatir dengan keadaan kamu yang seperti ini apalagi Kakak dan juga Nuga akan kembali lagi ke Jakarta" ucap Azka lirih.


Dan tak lama pun Nuga masuk kedalam kamar Jihan.


"Ka" panggil Nuga.


"Iya?" jawab Azka.

__ADS_1


"Gue nanti malam mau menemui orang itu" ucap Nuga.


"Apa lo sudah tau siapa orang itu?" tanya Azka.


"Sudah, bahkan tadi dia mengirimkan pesan sama gue" jawab Nuga.


"Baiklah nanti malam lo temui dia dan lo tanya apa maksud dia buat ngelakuin ini semua" ucap Azka.


"Iya gue bakal tanyain dia dan lo harus jaga Jihan jangan sampai lengah lagi" ucap Nuga.


Azka pun hanya menganggukkan kepalanya dan dia pun hanya memfokuskan pandangannya terhadap Jihan.


"Yaudah gue siap-siap dulu ya" ucap Nuga.


"Hmm" Azka pun hanya berdeham saja.


Sebelum Nuga meninggalkan mereka berdua Nuga pun mengelus kepala Jihan dan setelah nya Nuga pun keluar dari kamar tersebut dan bersiap-siap untuk menemui orang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2