Anak Indigo

Anak Indigo
episode 49


__ADS_3

"heh kalian ngapain disitu sana pergi..."bentak ku pada mahluk yang menyeramkan itu sontak saja semua mata tertuju pada ku


"kenapa kamu..?"tanya pak Bambang


"kan dia memang istimewa pak,tadi dia hanya berbicara pada mereka yang tidak bisa bapak lihat.."jawab pak Imron


"sudah Al biarkan saja mereka mungkin ingin menonton.."ucap pak Imron pada ku sambil terkekeh


"baiklah.."jawab ku


"apa pak Dimas dan Bu Anis juga pak Bambang sudah siap...?"


"apa ini tidak akan apa Ron,aku tidak mau menjadi seperti kamu dan anak itu bisa-bisa aku mati berdiri..."ucap pak Bambang yang kelihatan ketakutan.wajah saja sangar namun nyalinya ciut kalau berhadapan dengan hantu hahaha


"ini sementara kok pak.."jawab pak Imron yang menahan tawanya.."maka dari itu jangan terlalu banyak bertanya pada Nyimas langsung saja pada inti nya ya pak Bu..."pak Imron memperingatkan


"baik pak kami mengerti..."


pak Imron langsung mengusap alis mereka sambil membaca doa doa....sebelum nya mereka di suruh tutup mata...


"sekarang buka mata kalian.."titah pak Imron


mereka kaget karena melihat Nyimas ada dihadapan mereka..


"Nyimas..."ucap mereka serempak


"Nyimas anak ibu..."

__ADS_1


"iya Bu ini Nyimas..waktu kita tak banyak Bu...maaf kan Nyimas sudah membuat ibu bersedih..."ucap Nyimas menangis


"Nyimas waktu kita tak banyak ayo lakukan tugas mu..."ucap ku menyela ucapan Meraka


"iya Al aku tau..."


"om Tante,pak Bambang ayo bergandengan.."ucap ku sambil menggandeng tangan Nyimas dan Bu Anis


pak Dimas memegang tangan Bu Anis dan pak Bambang memegang tangan pak Dimas sedangkan pak Imron hanya jadi penonton saja


setelah itu kami di perlihatkan lagi apa yang menimpa Nyimas..hati ku sakit kala melihat apa yang terjadi kepada Nyimas walau pun ini kali kedua aku melihat nya..Bu Anis tak kuasa menahan diri nya sampai-sampai ia jatuh pingsan sebelum semua nya selesai...


namun dengan sigap pak Dimas menangkap tubuh istri nya...ku pegang bahu pak Dimas sebelum nya aku permisi dulu karena merasa tak enak hehehe ..


begitu juga dengan pak Bambang yang kembali berpegangan pada pak Dimas... setelah selesai semua nya mereka sudah tak bisa melihat keberadaan Nyimas padahal Nyimas ada di sampingku dan masih menggenggam tangan ku...


"sudah pak tenang disana juga kan ada barang bukti nya semoga saja tidak rusak.."


"kamu benar Ron,besok kamu cari tukang untuk membongkar ruangan ini sekarang sudah sore.saya juga cape ingin istirahat..."


"baik pak saya akan cari besok..."


"pak Bambang,..."panggil ku


"apa manggil-manggil...?"


"bapak lihat tidak yang berdiri di samping bapak..?"tanya ku kala melihat sesosok pocong di samping pak Bambang

__ADS_1


"tidak ada tidak ada siapa-siapa kamu jangan nakut-nakutin aku ya..."


"aku gak nakut-nakutin kok pak aku hanya ingin memastikan kalau yang di lakukan pak Imron itu benar sementara..."


"oh iya benar juga kamu...pak Dimas Bu Anis..ya ampun kita sampai lupa Bu Anis pingsan ayo bantu Ron kamu ini malah diam saja...bawa saja dulu ke UKS biarkan istirahat dulu sebentar..."


"tidak usah pak. tolong bantu saya untuk membawa istri ke mobil saja saya akan langsung pulang..."


"apa tidak sebaiknya istri bapak istirahat dulu di UKS pak..."


"tidak pak Imron terima kasih, istri saya hanya syok saja. nanti biar saya bawa ke klinik untuk memastikan kondisi nya..."


"ya sudah kalau itu mau bapak,kami tidak akan memaksa..."


"yasudah pak Dimas besok bisa kesini untuk membongkar tembok yang di jadikan kuburan anak bapak oleh si Baron brengsek itu...kamu juga Alya besok kesini ya kamu juga ron jangan lupa..."


"baik pak kami akan kesini lagi..."


"iya pak saya akan kesini lagi kok..."


"baik pak saya akan ke sini besok. setelah ini saya cari tukang dulu untuk membongkar ruangan ini..."


"ya sudah ayo pulang..."ajak pak kepsek yang langsung keluar ruangan..


pak Dimas dibantu pak Imron untuk membopong tubuh Bu Anis ke parkiran...


setelah selesai kami pun pulang kerumah masing-masing...sedang kan aku pulang ke rumah mamah dan papah ku...

__ADS_1


__ADS_2