Anak Indigo

Anak Indigo
episode 67


__ADS_3

berbulan-bulan berlalu setelah perpisahan dengan mamah dan papah hari ini sekolah kembali di gegerkan dengan penemuan mayat yang hampir membusuk di gudang yang tak pernah di injak oleh siswa maupun guru....


semua siswa dan guru berbondong-bondong menuju gudang tersebut setelah ada laporan dari seorang murid yang hendak merokok di belakang gudang itu dia mencium bau bangkai yang sangat menyengat...


"pak satpam buka pintu gudang ini..."titah pak Imron


"maaf pak Imron kunci gudang ini di pinjam pak Budi beberapa waktu lalu entah apa yang beliau lakukan..."ucap satpam itu


ya sejak pak Bambang di pindah tugas kan berbarengan dengan papah yang di pindah tugas kan pula pak Budi di angkat sebagai kepsek di sekolah ku...


"pak Budi....?"


"ngapain kalian disini bukan nya mulai pelajaran apa tidak dengar kalau jam istirahat sudah selesai..."teriak pak Budi tiba-tiba datang


aku yang melihat sekelebat bayangan mengikuti pak Budi merasa heran kenapa pak Budi di ikuti sosok itu, setelah lama kelamaan sosok itu mulai terlihat jelas nampak Bu Dian ingin melukai pak Budi namun malah tubuh nya terpental....


"astaghfirullah Bu Dian..."lirih ku namun didengar oleh Caca dan Cici yang ada d sebelah ku


"mana Bu Dian Al,?orang Bu Dian sudah beberapa Minggu tidak masuk sekolah..."ucap Cici


"iya benar Al kamu ngarang ya..."timpal Caca

__ADS_1


"ca,ci apa kalian lupa kalau aku..."


"oh iya kamu kan bisa melihat makhluk gaib..."ucap Caca memotong ucapan ku namun ucapan nya langsung menerima senggolan tangan dari ku yang tidak ingin yang lain tau takut nya mereka jadi berburuk sangka pada pak Budi


"ayo kita ke kelas saja nanti aku cerita..."


"ya sudah ayo..."ucap mereka serempak


kami pun meninggalkan kerumunan orang di gudang dan berlalu ke kelas...


sampai di kelas aku menceritakan apa yang aku lihat pada mereka..


"bisa jadi ca,nanti aku tanya sama pak Imron..."


"kenapa harus tanya pak imron.kamu tanya saja langsung ke Bu Dian...."


setelah Cici berucap begitu tiba-tiba saja arwah bu Dian melayang menghampiri kami bertiga..


"tuh dia datang..."ucap ku spontan


"siapa yang datang.?kok tiba-tiba perasa ku gak enak dan merinding gini..."

__ADS_1


"bener ci,aku juga merinding..."ucap Caca


"katanya tadi mau nanya Bu Dian itu orang sudah datang malah takut.."ucap ku yang membuat kembaran itu saling tatap dan terkejut


"sini Bu duduk sebenarnya apa yang terjadi pada ibu...?"ucap ku pada sosok Bu Dian yang berdiri di dekat meja


"Al jangan macam-macam kamu...?"


"kalian tidak percaya pada ku.?sini..."ucap ku sembari membaca do'a lalu mengusap mata kedua teman ku ini coba menyalurkan energi positif agar mereka bisa melihat Bu Dian yang kini duduk di sebelah ku.


"Bu Dian..."teriak mereka


"ini sementara. ayo bukan kah kalian ingin bertanya.. ?"


"Bu ibu kenapa.? kenapa ibu pucat seperti ini ibu sakit dan kenapa tangan ibu dingin seperti habis masuk kulkas...?"


aku terkekeh melihat Caca dan Cici memegangi arwah bu Dian dan memberondong nya dengan berbagai pertanyaan...


"jelas lah pucat dingin orang ini cuma arwah bu Dian...."ucap ku dengan enteng nya


"a-ap-apa..."teriak mereka

__ADS_1


__ADS_2