
setelah Bu Anis terlihat tenang barulah pak Imron menjawab pertanyaan pak Dimas...
"mohon maaf sebelumnya kalau saya harus mengatakan ini namun ini benar adanya pak Bu.."pak Imron menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya."Nyimas memang sudah tiada pak Bu,saya ingin mengatakan ini semua dari dulu namun saya tak bisa karena Nyimas tidak mau berkomunikasi dengan saya..sampai akhirnya Alya masuk di sekolah ini barulah Nyimas mau mengatakan apa yang terjadi pada nya..."
"jadi dia indigo maksud mu ron..?"tanya pak kepsek yang terlihat masih belum percaya
"iya pak bisa di bilang begitu..Alya ayo ceritakan pada mereka apa yang kamu ketahui tentang Nyimas...?"titah pak Imron pada ku,pak kepsek pak Dimas dan Bu Anis hanya manggut-manggut saja mendengarkan perkataan pak Imron
"tapi pak apa tidak sebaiknya Nyimas saja yang mengatakan nya saya takut mereka tidak percaya pada ku..toh dia juga ada disini kasihan dia pak..."ucap ku yang melihat Nyimas menangis dibelakang orang tua nya
"dimana nyimas nak Alya katakan pada Tante...?"tanya Bu Anis
"dari tadi Nyimas ada dibelakang om dan Tante namun om dan Tante tidak bisa melihat nya..."
"sudah Bu. toh ibu juga gak bisa lihat anak kita..ya sudah nak Alya ceritakan apa yang nak Alya tau tentang Nyimas..."titah om Dimas pada ku dan menenangkan istri nya
__ADS_1
walaupun beliau sangat ter pukul mendengar putri nya sudah tiada namun beliau tetap terlihat tegar tapi raut wajah nya tidak bisa berbohong...
"baik om...ini sesuai dengan apa yang saya lihat dan kalau om dan Tante serta pak Bambang tidak percaya maka pak Imron akan membuka mata batin kalian untuk sementara dan bisa melihat apa yang terjadi pada Nyimas..."
mereka hanya mengangguk kan kepala masing-masing tanda mengerti apa yang aku ucapkan barusan...ku ceritakan semua yang ku lihat waktu itu dan saat aku menyebutkan nama pak Baron pak Bambang nampak emosi...
"apa Baron tega melakukan itu dasar kurang ajar memang seharusnya dari dulu ku pecat saja dia..."
"tenang pak,minum dulu..."ucap pak Imron menenangkan pak Bambang yang sudah emosi
"memang kenapa pak dengan pak Baron..."tanya pak Dimas di sela tangis haru nya setelah mendengar cerita ku
"dia itu pernah beberapa kali ingin melecehkan siswi-siswi di sekolah namun selalu gagal karena ketahuan,tapi aku tidak menyangka dia melakukan itu pada Nyimas dan tidak ketahuan..."
"bagaimana pak,apa bapak tidak percaya dengan cerita Alya...?"tanya pak Imron
__ADS_1
"bukan tidak percaya namun dia sudah ada perjanjian dengan ku kalau dia berbuat seperti itu lagi maka aku akan menjebloskan nya ke penjara.dan sekarang ini malah menghilangkan nyawa..."ucap pak kepsek memijat pelipisnya
"oh begitu ternyata,saya baru tau..."ucap pak Imron
"lalu pak Dimas dan Bu Anis apa percaya dengan cerita Alya...?"lajut pak Imron
"kami ingin melihat sendiri pak apa yang dikatakan nak Alya..."ucap Bu Anis lirih disela tangis nya
"ya sudah tapi ini tak akan lama dan sebaiknya kita ketempat Nyimas berada..."
"ya sudah ayo dan besok kita bongkar saja ruangan gudang itu...untung saja sekolah libur besok..."ucap pak Bambang
kami pun berjalan menuju ruangan itu,sebelum nya pak kepsek menelpon satpam sekolah untuk membuka kan kunci ruangan yang tak pernah di gunakan itu karena banyak murid kesurupan di sana...
saat masuk keruangan itu suasana menjadi sangat lembab kulihat Nyimas sedang mengelus tembok dimana jasad nya di tembok oleh pak Baron....ku lihat juga beberapa mahluk yang ikut nimbrung disana...
__ADS_1