
Keesokan harinya
Azka dan Nuga pun kembali masuk sekolah mereka berangkat pagi sekali yang di mana mereka berdua pun masih sangat-sangat memikirkan Jihan yang telah di bawa pergi jauh oleh sang kakek dan mereka pun ini masih bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, Namun sebelum itu mereka sarapan pagi dahulu yang di mana sudah di persiapkan oleh bibi yang mengurus rumah mereka tersebut.
Di meja makan.
"Azka ini kita berangkat pagi-pagi??" tanya Nuga.
"Iya, kenapa?" tanya Azka balik.
"Gak papa, cuma tumben aja kita berangkat pagi seperti ini" ucap Nuga.
"Gue masih kangen sama Jihan, gue masih mau ketemu sama Jihan" ucap Azka.
"Bukan lo aja yang kangen, gue juga kangen sama dia" ucap Nuga.
"Bahkan gue sebagai kakak kandung nya masih belum bisa jagain dia, gue nyesal karena sering mengabaikan dia, gue mau dia masih di sini sama kita berdua dan kita pun bisa pergi menjelajah lagi seperti dahulu" ucap Azka menyesal.
"Sabar, mungkin memang Jihan perlu waktu untuk sendiri dan kita juga harus memikirkan kebahagiaan untuk dia kita ga boleh egois" ucap Nuga.
"Gue pernah kehilangan orang tua gue, tapi gue juga ga mau untuk kehilangan adik gue, gue sayang sama dia sangat-sangat sayang sama dia" ucap Azka.
"Yasudah lah mungkin Jihan juga ingin memberikan kita waktu untuk kita bisa menjaga Nindya" ucap Nuga.
__ADS_1
"Memang mungkin selanjutnya kita harus bisa menyelesaikan misi kita ini dan kita akan bisa membawa Jihan Kembali ke kota ini lagi" ucap Azka.
"Ya kita harus menuntaskan semuanya, meskipun tidak cukup waktu sehari, tetapi kita harus bisa menyelesaikan semuanya" ucap Nuga.
"Kita berdo'a saja semoga semuanya cepat selesai" ucap Azka.
"Yasudah kita berangkat yok, sudah selesai kan??" tanya Nuga.
"Sudah, yok berangkat" ucap Azka.
Lalu, mereka pun menaiki mobil yang di kemudikan oleh Azka, mereka berdua menyusuri jalan yang dimana keadaan nya pada saat itu dalam keadaan sepi, jadi mereka tidak harus terburu-buru untuk mengemudikan kendaraan nya tersebut.
Dan tak perlu waktu lama, mereka pun akhirnya sampai di sekolah mereka, mereka berdua pun mencari parkiran terdekat setelah itu mereka pun turun dari dalam kendaraan mereka dan mereka pun menyusuri koridor sekolah yang dimana pada saat itu juga sedang dalam keadaan sepi.
"Iya nih, gue juga sebenarnya mau bilang kayak gitu" jawab Azka.
"Gue penasaran sama lorong yang di ujung itu tuh, gue ngerasa di sana ada orang yang lagi liatin kita" ucap Nuga.
"Gue juga pengen ke sana, tapi kita harus segera kekelas" ucap Azka.
"Gimana setelah istirahat kita ke sana?? kan sepi tuh nanti, karena siswa-siswa pasti kebanyakan ke kantin" tanya Nuga.
"Yasudah kita istirahat saja ke sana, sekarang kita harus bergegas ke kelas, karena feelling gue ga enak" ucap Azka.
__ADS_1
"Yasudah ayoo" ucap Nuga.
Lalu mereka pun ke kelas, namun mereka belum menemukan siapa-siapa, karena di kelas mereka masih dalam keadaan sepi.
"Kok belum ada orang ya?? perasaan tadi gue kayak ngeliat ada Nindya tadi" ucap Azka.
"Mungkin hanya perasaan lo aja Ka" jawab Nuga.
"Ga mungkin, jelas-jelas gue tadi bener ngeliat ada Nindya" jelas Azka.
"Tapi lo lihat sendirikan? kalau gaada orang di sini??" tanya Nuga.
Namun Azka pun hanya bisa diam dan memikirkan siapa orang yang ia lihat di kelas tadi, sedangkan tadi ia jelas-jelas melihat ada Nindya yang sedang memperhatikan nya itu.
.
.
.
Lalu?? siapakah orang tersebut? apakah itu memang Nindya atau jangan-jangan??
Jan lupa like and comment ❤️❤️
__ADS_1