
Sore itu di rumah Felly sudah banyak orang berdatangan, semua tidak menyangka bahwa Felly telah tiada, mereka manyangka Felly baik baik saja.
"Nak kamu kenapa cepat sekali pergi meninggalkan Papa nak" alasan papa Felly.
Mama Felly yang agak membenci suaminya itu terus bertahan agar ia tidak kenapa kenapa ia hanya memikirkan Shafiq yang masih kecil itu.
"Mama kenapa kak Felly cepat sekali ninggalin Shafiq kakak janji kakak mau ke pesantren" tangis adik Felly.
"Nak Allah sayang sama kakak kamu jadi Allah punya rencana yang lebih buat kakak kamu" jawab mama Felly.
Kedua orang tua Ibu ju datang dengan perasaan yang hancur Felly anak yang baik ia anak yang masih belum tau apa apa seharusnya ia tidak seperti ini.
"Kok bisa gini Ju Felly kenapa Ju" tanya nenek hindun.
"Tadi pulang sekolah Felly panas bu pas Ju mau ngambilin obat Felly hanya pamit tidur tapi setelah Ju ke bawah dan perasaan Ju nggk enak langsung masuk ke kamar Felly Felly udah nggk ada" Alasan Ibu Ju menutupi kesalahan suaminya itu.
Kakek Felly tidak menyangka cucu kesayangannya itu telah pergi untuk selamanya.
"Felly cita cita kamu belum terkabul Felly ini semua atas kehendak Allah kamu yang tenang di sana yah nak" tangis kakek Abbas sambil mengelus kepala Felly.
Yasmin yang tau kabar kematian sahabatnya itu langsung lari kearahnya dan menangis.
"Felly bangun Fell kamu kenapa ninggalin aku kamu janji sama aku kita bakal ke pesantren bareng kita kan udah janji Fell" tangis Yasmin dengan memeluk jenazahnya Felly.
Semua orang yang menyaksikan itu langsung meneteskan air mata semua orang tidak menyangka kalo Felly akan secepat itu.
__ADS_1
"Aku liat Felly tadi pagi ceria sekali tak menyangka akan terjadi seperti ini padanya kasian sekali ya" bisik salah satu ibu ibu.
"Ini semua kan takdir kita nggk tau kapan orang bakal meninggal kecuali orang itu memiliki kelebihan dari Tuhan" jawab ibu yang satunya.
Yasmin yang masih menangis itu tak menyangka bahwa temannya itu sudah tidak bersamanya kembali.
Yasmin yang melihat Arwah temannya itu tidak bisa saling berbicara.
Melihat Yasmin yang terbengong dan menangis Abah Yasmin langsung menegur anaknya itu.
"Yasmin kamu liat apa nak? " tanya Abah Yasmin.
"Abah Yasmin liat Felly dia nangis dan menyesal bah belum bisa liat mama nya bahagia" jawab Yasmin.
"Emm kok ada yang janggal dengan om Tengku" batin Yasmin.
Yasmin menyangkal bahwa sebab kematian Felly itu bukan karena dia sakit dia pulang bareng sama Felly dia baik baik aja namun kenapa di beritakan kalo Felly meninggal karena sakit.
Shafiq yang sedang ketakutan itu langsung memeluk mamanya.
"Mama mama kakak benci sama papa ma" tangis Adik Felly.
"Nak kak Felly nggk benci sama papa nak nggk ada yang benci sama papa" tegas mama Felly.
"Enggk mah itu ada kak Felly kakak benci sama papa" tegas adik Felly.
__ADS_1
Yasmin yang benar benar mendengar itu langsung memikirkan hal yang mustahil.
"Ha apa bener om Tengku yang buat Felly meninggal" batin Yasmin.
"Tapi masa sih iya kenapa om Tengku sangat kejam padahalkan Felly anak nya" tambah Yasmin.
Tiba Felly di kebumikan Yasmin masih terisak isak dengan kepergian sahabatnya itu Yasmin takut bagaimana hari hari tidak bersama Felly.
Setelah selesai keluarga Felly masih di situ tidak lah papa Felly yang sudah pergi terlebih dahulu.
Yasmin langsung menangis tak henti henti melihat tinggal papan yang tertulis kan nama Felly.
"Felly kamu udah janji sama aku kita bakal ke pesantren tapi kenapa kamu malah ninggalin aku duluan Fell" tangis Yasmin.
"Yasmin maafin tante ya nak coba aja dari dulu Yasmin masuk pesantren pasti kamu nggk bakal kaya gini" kata mama Felly.
"Iya tante Yasmin janji Yasmin bakal jadi hafidz buat bantuin Felly ngewujutin cita cita dia" jawab Yasmin.
Setelah beberapa lama Yasmin dan keluarganya itu langsung pulang ke rumah mereka.
"Uma Yasmin nggk mau sekolah ya Uma besok Yasmin udah sendiri Yasmin takut kalo nggk ada Felly Uma" pinta Yasmin.
"Nak kamu kan harus sekolah kamu yakin Allah selalu sama kamu ya nak kamu jangan takut" jawab Abah Yasmin.
Yasmin yang hanya nurut apa kata orang tuanya itu langsung nurut tanpa membantah.
__ADS_1