Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Desa Mati Agama


__ADS_3

Setelah rombongan jamaah tablig pergi dari desa itu dan di rampaslah semua harta benda mereka kecuali pakain mereka.


"Ya Robbi hanya engkau lah yang memiliki takdir ini berikanlah mereka ujian atas kehendak mu Ya Allah" Doa Ustadz Manaf.


Semua santrinya itu mengucapkan Aamiin dengan bersamaan.


Mereka langsung berjalan dan berjalan melewati pohon hutan dan sebagainya.


"Ustadz kita mau tinggal di mana kah mana mungkin kita bakal tidur di sini lagian juga ustadz ini hutan kita takut dengan suasana yang kek gini" tanya Hasbi.


"Saya juga tidak tau Wahai muridku kita serahkan semuanya pada Allah saja yah tidak usah kau takut dengan semua ini" tegas Ustadz Manaf.


"Iya nak Hasbi Allah bersama kita kok" Tambah ustadz Damar.


Perjalanan panjang sudah mereka jalani sungai demi sungai mereka lewati sampai mereka menemukan desa yang sudah mati tanpa kehidupan juga tanpa orang di sekitarnya mungkin hanya beberapa keluarga yang masih ber singgah di sana.


"Subhanallah Alhamdulillah kita sudah sampai di salah satu desa semoga orang orang di sini bisa menerima kita in syaa Allah" jelas Ustadz Manaf.


"Alhamdulillah hari hampir pagi dan ini sudah menjelang subuh lebih baik kita solat di sini saja dulu sebelum kita mencari Masjid" jelas Nada.


"Iya benar sekali" jawab Arya.


Di saat mereka sudah selesai solat dan sedang mengaji tiba tiba ada orang yang datang menyapanya.


"Selamat pagi kalian sedang apa kalian di sini" Kata pemuda itu sambil duduk.


"kami adalah Jamaah tablig kami sedang berdakwah di jalan Allah kamu pemuda asli sini" tanya Hasbi.


"Iya benar saya asli sini Jamaah Tablig apa itu dan Allah itu siapa??? " tanya pemuda itu.


Semua jamaah tablig langsung menghadap ke pemuda itu dan tersenyum padanya.


"Kakak Jamaah Tablig itu adalah segrombolan orang yang menyebarkan dakwah menyebarkan tuntunan atau ajaran yang Rasulullah berikan pada kita umat nabi Muhammad" Jelas Yasmin.

__ADS_1


"Saya tidak paham dengan kalian ini dulu saya tinggal di sini tidak ada manusia manusia seperti kalian" jelas pemuda itu.


"Astaghfirullah maaf sebelumnya antum tau Masjid nggk" tanya Ustadz Damar.


"Masjid??? Tempat untuk menyembah Tuhan?" Tanya pemuda itu.


"Naam benar sekali" Jawab Nada dengan muka yang agak lemas.


"Di sebalah kalian itu adalah masjid" jelas pemuda itu.


Semua orang terkaget dengan masjid yang sudah berlumut lagi tak terurus.


"Astaghfirullah kalian apa kan dengan Masjid ini" tanya Hasbi.


"Kami semua hidup tanpa Tuhan kami di sini hanya mengejar dunia dan warga sini tidak ada yang seperti kalian tidak tau apa itu Allah kami semua tidak tau" Jelas salah satu wanita yang baru datang.


Yasmin langsung melihat para laki laki yang menundukan kepala lantaran wanita itu memakai pakaian yang tidak di ajarkan oleh agama.


"Ya Ukhty maaf bisa ikut kami tidak" Tanya Bu angel.


Sedangkan para perempuan mengajak Lisa untuk ikut padanya beda dengan Qosir dia masih ingin tau siapa Allah itu.


"Kenapa masjid tidak kalain gunakan dan kenapa para perempuan itu memakai pakaian yang telanjang dan berapakah anggota keluarga kalian di sini" tanya Hasbi.


"Di sini hanya 100 orang yang tinggal di sini dan yang lainnya mengikuti ajaran orang terdahulu yang berada di kampung itu" Jawab Qosir.


"Kampung yang berada di bawah itu?" Tanya Ustadz Damar.


"Iya benar" jawab Qosir.


"Lantas kalian percaya tidak bahwa ada Tuhan yang menciptakan kalian" tanya Ustadz Manaf.


"Kami tidak tau kami hanya tau bahwa Ibu kami lah yang melahirkan kami kami kira manusia bisa membuat manusia" jelas Qosir.

__ADS_1


"Ya manusia terlahir di rahim seorang wanita atas kehendak Allah, mereka di suruh Allah untuk menyembahnya jika mereka menyembah selain Allah itu adalah syirik jika dosa itu belum di tobatkan sampai manusia itu meninggal dia tidak akan di kenal oleh Allah" jelas Ustadz Manaf.


"Ha manusia mati?? Bukannya manusia itu bisa hidup selamanya?" Heran Qosir.


"Tidak lah wahai sodaraku manusia akan ada masanya untuk dia pergi pulang menghadap sang rabbnya" Jelas Arya.


Para warga pun berdatangan menyambut tamu yang mulia itu sampai hari sudah mulai agak bersinar, para jamaah tablig itu menyuruh agar para warga membantunya untuk memperbaiki masjid itu.


"Buset bah ngk ada benyu wkwk kalian mandinya pake apa ukh" tanya Nada.


"Iya kak di sini sudah 2 taun kami tidak memakai air" jawab Hajar.


"Lah kok ngono to lah trus kalian mandi minum itu pake apa" tanya Nada.


"Kan di sebelah sana ada sungai kak" jawab Siti.


"Lah kak itu bukannya jauh banget ya ada sekitar satu setengah jam kayaknya" jawab Yasmin.


"Ya kalo tidak ke sana kita semua tidak bisa hidup tanpa minum" jelas Hajar


"Emm aku kira tidak bisa hidup tanpanyawkwk" ledek Nada.


"Kamu kali Da yang nggk bisa hidup tanpanya" ledek Bu angel.


"Ya tidak bisa hidup tanpa hati yang hidup tidak bisa hidup tanpa Allah" Jelas Nada.


Setelah para cewek cewek itu ganti baju mereka keluar dari rumah salah satu warga tersebut.


Cuaca yang sangat panas membuat mereka sangat gerah.


"Wadidau buset kok panas banget yak" heran Nada.


"Ya Allah kakDa sekian aku kenal sama kakak ternyata kakDa orangnya bengek" ledek Yasmin.

__ADS_1


"Di saat kamu sudah lama bersama ku kau akan temui sifat asli yang ku tutupi wkwk " Ledek Nada.


Mereka hanya ketawa melihat Nada yang sangat antusias wkwk.


__ADS_2