
Malam yang indah bulan menyinari Desa itu dan menjadikannya sebuah desa terang Nada yang mengira bahwa bulan yang bersinar itu adalah bulan purnama.
"Kak Arya, bulan itu apakah bulan purnama jika benar warga di desa kita sudah menjadi santapan Jin" Tanya Nada.
"em bukan dek itu bukan bulan purnama itu hanya tak terlalu bersinar biasanya bulan purnama itu bulat juga bersinar ini tidak" jelas Arya.
Nada yang mendengar jawaban dari kakaknya itu merasa lega atas jawabannya.
Tak di sangka jam menunjukan pukul 09.00 Malam Nada dan Arya tidak kunjung tidur sedangkan yang lainnya sudah pergi ke alam mimpi, ada suara tetesan air jatuh ke genangan air yang lain.
"Apa itu kayak ada orang yang sedang mandi yah" tanya Nada.
"Iya dek masa sih jam sembilan ada yang mandi enggk banget deh" jawab Arya.
"Ah kepo datengin aja atu" jawab Nada.
"Ya udah yuk lah kita datengin aja aku kepo" jawab Arya.
Di saat mereka sudah sampai di samping belakang masjid tidak ada apa apa yang membuat cemas mereka,
__ADS_1
"Toh nggk ada apa apa nih gimana tadi ada yang lagi mandi mak jegur jegur wkwk" ledek Nada.
Arya lalu melihat sumur yang tadinya kering menjadi hampir penuh.
"Loh Buset ini kok banyak yak airnya" heran Arya.
"Loh emng tadi nggk ada gitu atau sedikit gitu airnya" Tanya Nada.
"Enggk dek tadi pas pembangunan ini para laki laki ngambil air di sungai sana kakak kira di sini ada airnya ternyata tidak" jawab Arya.
"Loh ini ampir penuh loh kok bisa sih yah" tanya Nada juga heran.
"Maaf saya minta airnya" Tanya kakek itu.
Nada dan Arya lalu mengikuti orang itu ke dalam hutan yang sangat kering tanpa ada air setespun tanah yang kering juga retak retak membuat Nada enggk memakai alas kaki.
"Lah kok di lepas dek sandalnya" tanya Arya.
"Yah modal sandal Swalaow wkwkw" ledek Nada.
__ADS_1
"Kemana ya dek orang itu kenapa dia mengambil air di sumur masjid" tanya Arya heran.
"Lah emng kenapa nggk boleh gitu air punya Allah juga" jawab Nada.
"Bukannya itu ini jauh loh sama desa kita kenapa di sini nggk ada air segala sih" tanya Arya.
Perjalanan membuat Nada dan Arya lelah mereka beristirahat terlebih dahulu mereka berhenti di salah satu gubuk milik orang di sana.
"Kalian mau apa mengikuti ku" tanya kakek itu, sontak Nada dan Arya di buat kaget atas kelakuannya itu.
"Astaghfirullah hah ngagetin aja kek" jelas Arya.
"Mau apa kalian ke sini kalian jangan ke sini kalian pergi ke sini tadi saya sudah meminta izin mengambil air dari tanah kalian jangan kian apa apa kan anak cucu kami" histeris orang itu.
"Kita mau nyantet boleh nggk kek" ledek Nada.
"Adek! enggk kek kita nggk bakal ngapa ngapain kok cuma kita pingin tau aja kenapa kakek kok ngambil air di tanah kita padahal desa sini dan desa kami itu jauh jaraknya kakek nggk capek kah" tanya Arya.
Kakek itu melihat Arya dan Nada dengan penuh menahan air mata lalu kakek itu mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumahnya itu.
__ADS_1