
Arya yang geram itu langsung berdiri dan menghajar prajurit itu suasana semakin tidak kondusif, prajurit itu kalah dan langsung pergi dengan tergopoh gopoh.
"Asli kurang ajar banget tu prajurit kita liat nanti pasti dia bawa pasukan buat bales kita" kata Arya.
"Da kamu nggk papa kan" tanya Hasbi.
"No Problem".
Tiba lah itu Nada langsung duduk di samping lagi dan mengatakan sebenernya ada apa dengan semua ini.
" Bu maaf kenapa luka bapak ini bercahaya ketika saya pegang"tanya Nada.
Kekuatan batin yang mendalam darah mengalir sampai keturunan
Tiba tiba Arya, Hasbi, dan Nada di tangkap oleh prajurit itu.
"Kalian telah tiba tapi saat ini aku tidak membutuhkan kalian lagi aku sudah punya mereka" licik Ki Ageng.
"Woy maksud kamu apa bicara seperti itu" tanya Arya.
"Oh rupanya pangeran aku ini belum mengetahui bahwa mereka itu adalah keluarga kalian" jawab Ki Ageng.
__ADS_1
Mereka langsung Syok mendengar hal itu,
Kang sudah kang tobat kang kamu tidak kasian pada anak dan cucumu.
suara itu seperti Neneknya Nada.
Ki Ageng langsung mengarah ke sumber suara itu dan langsung menarik tangan istrinya itu setelah sampai ke depan mereka lalu dia di jatuhkan dengan cara yang sadis.
"Tidak ada kata ampun untuk kamu yang telah pergi membawa anak anak mereka dan tumbal ku tidak jadi"geram Ki Ageng.
" Ha jadi kakek ini adalah kakek aku"tanya Nada.
"Bawa dia ke dalam ruangan" perintah Ki Ageng.
Sampailah di ruangan itu Nada,Arya, Dan Hasbi,bingung mereka hendak melakukan apa tiba tiba dari arah belakang ada dua wanita sedang saling berbicara dan membuat Nada terkejut apa yang mereka berdua katakan.
Coba saja ada dua wanita yang masuk ke dalam sungai merah nanti malam pasti kutukan ini akan berakhir dan orang orang juga akan damai seperti dahulu. kata salah satu wanita itu.
Dua wanita yang harus masuk ke sungai merah. pikir Nada tidak menentu.
Selama itu Nada hanya bisa menyaring omongan mereka itu dan tiba lah saat matahari terbenam ada orang misterius datang membukaan jendela itu dan menyuruh mereka untuk keluar dari situ.
__ADS_1
"Ayo cepat ikut Saya" bisik orang itu.
Mereka bertiga di ajak oleh orang itu ke pinggir sungai merah tanpa di sangka Yasmin berada di situ dan pembukaan sedang di lakukan untuk menyerahkan tumbal.
"KakDa Yasmin takut Ayah bakal di masukan ke dalam situ" bisik Yasmin.
"Mau gimana pun kita takdir kita seperti ini harus bagaimana" jawab Arya.
"Tapi kak apa kakak tidak berfikir bahwa kita harus menyaksikan orang tua kita di siksa di masukan hidup hidup menjadi persembahan iblis kakak tidak kasian kalo memilih lebih baik aku saja yang seperti itu" jelas Nada.
"Kalo tidak seperti itu lantas kita harus gimana lagi dek" tanya Arya.
Kalian bisa menghilangkan kutukan itu.
Nada syok dengan perkataan tadi yang terngiang di telinga Nada.
"Kita bisa menghilangkan kutukan itu" bisik Nada.
"Maksudnya dek" tanya Arya.
Lalu mereka berlari menuju tempat tersebut dan penyerahan di sertai isak tangis yang sangat dalam oleh para keluarga.
__ADS_1
"Kenapa orang itu melihat Aku dan Yasmin terus apa ada masalah sama kami" pikir Nada.