Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Satu Hari itu


__ADS_3

Pagi itu Arya sudah bersiap siap untuk mencari adiknya itu dengan perlengkapan seadanya Arya merasa semangat dan percaya bahwa dia akan bertemu dengan adiknya lagi.


"Ar kamu tau bawah sungai itu" Tanya Ustadz Damar.


"Alhamdulillah tau Ustadz" jawabnya.


Arya lalu pergi bersama mereka dan beberapa orang desa juga ikut bersama dengan Arya.


"Nasib Ki Ageng gimana ya pak apa beliau baik baik saja" Tanya Arya.


"Alah sudahlah tidak perlu kamu ingat kembali nama itu" bentak salah satu warga.


Arya hanya terdiam dan merasa bersalah,


"Ustadz itu gua yang menuju ke daerah Hutan" Bisik Arya.


Mereka langsung masuk ke gua itu namun tidak semua orang yang masuk ke situ.


"Yah Ustadz maaf kami tidak berani masuk ke situ alasannya ini pernah sebagai pembantaian" jelas salah satu warga itu.


"Oh iya baiklah kalian tunggu saja di sini" pinta ustadz Damar.


Setelah mereka masuk yang menunggu di luar itu pergi kerumah untuk pulang.


"Yang masuk ke gua ini hanya kita berempat???" Tanya ustadz Damar.


"Iya ustadz" jawab Khalid.


"Oh ya sudah kita jalan ke sana yah".


Di dalam perjalanan banyak sekali genangan air yang sangat jernih.

__ADS_1


" Hasbi..... Nada....... Yasmin.......!!!!!!!"Triak Ustadz Manaf dan yang lainnya.


Sudah lama masuk ke gua itu Ustadz Manaf terkejut dengan adanya desa di dalam hutan.


"Ustadz saya sudah pernah ke sini sebelum menemui ustadz Damar" tegas Arya.


"Ouh iya iya sepertinya di sini ada satu masjid ustadz yang sangat bagus dan terawat" sanggah ustadz Damar.


Mereka langsung pergi ke masjid tersebut.


"Dahulu kampung ini sangat lah ramai tidak seperti ini kemana ya mereka semua" bisik Arya.


Kakak ayo ikut kakak kita ke rumah nenek lagi yuk


"Suara Nada" batin Arya.


"Ustadz kita ke rumah itu saja " tegas Arya.


"Loh di hutan ini ada rumah " heran khalid.


"Iya lid di sini ada beberapa rumah yang penghuni nya juga ramah ramah" jelas Arya.


"Oouh iya ya udah kita mau ke rumah yang mana Arthropoda" Tanya Khalid.


"Yang sebelah sana paling pojok" jawab Arya.


"Ya sudah kalian berdua ke rumah itu dan biar kami pergi ke masjid itu kami penasaran dengan masjid itu" jelas Ustadz Manaf.


Khalid dan Arya langsung pergi ke rumah itu,


sesampainya di rumah itu Nada sedang duduk di pikir pintu.

__ADS_1


"Dek!!!!! ¡!!!" triak Arya.


Nada langsung berlari mengejar Arya.


"Ya Allah Da kamu ngk papa kan" Tanya Arya.


"Nggk papa kok kak Kak Hasbi yang udah nolongin aku sama Yasmin"


"Loh tapi kan Hasbi lagi sakit da kena senjata tajam"


"Nggk kok Ar gw udah sembuh ni Alhamdulillah" jawab Hasbi dari kejauhan.


"Serius Bi lu nggk papa bi" Tanya Arya.


"Ya gw ngk papa dong Alhamdulillah syifa dari Allah" Hasbi tersenyum dan mengarah ke Yasmin.


"Ya udah kita pulang yuk kita ke masjid situ dulu nyamper ustadz Damar dan ustadz Manaf" ajak Khalid.


Mereka langsung pergi dari rumah itu dan menuju masjid itu untuk menemui ustadz Damar dan Manaf.


Asalamualaikum.


Waalaikumsalam.


"Subhanallah Hasbi Nada Yasmin kamu tidak apa apa" Tanya ustadz Manaf.


"Ngk papa kok ustadz kita bertiga nggk papa malah seger banget kelihatannya" jawab Nada.


"Ya udah ayo kita pulang ke kampung lagi Arya besok kita ke sini lagi ya" ajak ustadz Damar.


"Oh iya ustadz" jawabnya.

__ADS_1


Mereka lalu brjalan kembali pulang.


__ADS_2