
Pagi itu suasana haru dan tangis meliputi keluarga yang selama ini kehilangan anaknya itu.
"Hah tidak di sangka anak perempuan ku menjadi pemuas lelaki ini" Bentak salah satu warga.
Proses pemakaman pun berjalan lancar sampai di saat Nada melihat pohon yang ia takuti itu merasa sedih karena anak dari tante mirah itu, juga menjadi korban dan teman teman nya juga menjadi pemuas lelaki itu.
"Udah nggk takut kan dek" Tanya Arya.
"Udah enggk kak udah plong rasanya" Jawab Nada
setelah pulang dari pemakaman.
Di pohon itu terlihat Felly yang sedang melambaikan tangan ke arah Yasmin dan Yasmin juga ikut menangis melihat hal itu.
"Yasmin aku masih ingat kamu ya kamu baik baik aja oke aku akan menunggu kamu" Bisik Felly.
Yasmin hanya bisa menunduk tak ingin melihat Sahabat nya itu pergi.
Nada langsung pergi menghampiri Yasmin dan mengatakan harus kuat masih ada kakak nya yang selalu setia bersama nya.
"Ayo dong dek semangat jangan lemes kek gitu dong" Tegas Nada..
"Eh kakDa enggk kok kak" Jawab Yasmin.
"nah gitu dong anak cantik nangis nya jangan lama lama oke" Bisik Hasbi.
Malam itu Nada sedang duduk di teras menikmati malam yang indah, sampai ia di kejutkan Hasbi dengan memberinya satu cangkir teh hangat.
__ADS_1
"minum gih masih anget" pinta hasbi lalu menyodorkan satu cangkir teh itu.
Nada membalasnya hanya dengan senyuman dan Hasbi duduk agak jauh dari tempat Nada.
"Oh ya Da gimana dengan kakek itu beliau sudah nggk ada apa apa kan di dunia" tanya Hasbi.
"Udah enggk kak Alhamdulillah tugas nya udah selesai" jawab Nada lalu di lanjutkan dengan menyeruput teh yang di berikan Hasbi.
"Oh ya deh Alhamdulillah,kamu jangan sering di sini ntar di gigit nyamuk lo" ledek Arya yang baru datang.
"Ih kakak mah ngagetin aja" jawab Nada.
Hasbi lalu berdiri dan menyuruh Arya untuk duduk di samping Nada.
"Yasmin masih nangis aja lo dek kamu nggk buat dia tenang?" tanya Arya.
"Iya juga ya nyesek banget deh" jawab Hasbi.
"Masuk yuk ah banyak banget nyamuknya" ajak Arya dan melangkah ke dalam rumah yang di ikuti Hasbi lalu Nada.
"Loh kalian baru masuk dari tadi??" tanya Bunda Nada.
"Biasa bun nyari nyamuk" ledek Arya.
"Halah kalian ini ada ada aja udah sana beres beres trus pada tidur" tegas Uma Yasmin.
Nada langsung ke kamar untuk menemui Yasmin yang sedang menangis itu.
__ADS_1
"Yah kok anak cantik masih nangis sihh" tegur Nada.
"Yasmin kangen Felly kak Yasmin pingin sama Felly" jawab Yasmin.
"Loh Yasmin.... seharusnya kamu juga bahagia kan Felly juga udah bahagia dek di sana bagusnya Yasmin berdoa biar Yasmin dan Felly sama sama bahagia" tegur Nada.
Yasmin hanya tersenyum dan memeluk Nada.
Keesokan harinya para warga kembali berbenah lingkungan dan menatanya supaya rapi kampung itu menjadi asri dan tidak ada huru hara lagi.
"Alhamdulillah ustadz kita bisa membangun sebuah masjid yang lumayan besar ini" Kata ustadz Damar.
"Iya ustadz alhamdulillah" Jawabnya.
"Bismillah semoga kedepannya tambah istiqomah ya" Jawab ustadz Manaf.
"Aamiin" Jawab warga serentak.
"Alhamdulillah ya udah aman lagi ini kampung nggk ada huru haranya"tegas Hasbi.
Nada hanya tersenyum dan mengangguk.
Keadaan kampung semula menjadi aman dan seperti biasanya banyak warga menyekolah kan anaknya ke pesantren yang para warga bangun.
Kampung itu menjadi amat damai tak seperti dulu keadaan Ilmu Hitam itu sudah hilang dari tanah itu,
" Alhamdulillah damai banget nih desa"bisik Nada.
__ADS_1
Hasbi dan Arya hanya tersenyum melihat Nada bahagia.