
Sampai di rumah Arya tetap saja merenung dia mengenang awal mula dia ke sini bersama adek nya itu dan awal mula bertemu dengan Hasbi. Yang ada di pikiran Arya adalah jika Nada dan Hasbi meninggalkan dia bagaimana.
"Arya kamu tidur ya Nak ini sudah sangat larut" bisik bundanya dengan duduk di sampingnya.
"Bunda gimana Arya bisa tidur Bunda sedangkan Mereka tidak ada di sini Bunda, Arya menghawatirkan mereka" jawab Arya.
Sesaat situasa semakin hening dan hanya suara nyamuk yang berterbangan.
"Sudahlah ya Arya kamu denger apa kata Tante, kami sebagai orang tua merasa kehilangan juga Ar tidak hanya kamu tapi kita tau rencana Tuhan itu bagus"
"Iya sekarang kamu tidur ya Ar ya biar besok bisa bantuin ustadz nyari mereka" tegur Nenek nya.
Arya dengan lemas melangkah menuju kamarnya, yang sangat indah biasanya sebelum tidur dia berasama mereka bertiga ketawa.
"Kasian sekali Arya dia merasa kehilangan adiknya" bisik ustadz Damar.
"Ya mau gimana ustadz dia sangat menjaga adiknya di saat orang tuanya di tahan oleh ayahnya sendiri, Arya pernah berjanji pada saya agar selalu menjaga adiknya itu ia tidak akan meninggalkan nya walau hanya sekejab" kata neneknya.
__ADS_1
Arya yang mendengar omongan neneknya itu langsung teringat pada Nada, dia pernah berjanji untuk selalu bersama sama namun semua itu sudah tidaklah menjadi janji hanya menjadi kenangan.
Arya membuka buku memonya itu dan mengenang bersama Nada, Yasmin, dan Hasbi.
"Dek maafin Kakak ya kakak nggk bisa menuhin janji kakak"
"Yasmin kamu baik baik ya jadi anak yang baik ya dek"
"Bi tadi kita ketawa bareng Bi kenapa sekarang lu ninggalin gw bi lu naruhin nyawa buat gw kenapa lu sebaik gitu Bi"
Arya meluapkan semua nya kepada buku Memo itu mengenang semua kejadian itu.
Arya kamu nyari kita ya Ar kita udah nungguin kamu lo Ar suara Hasbi dalam mimpinya itu.
Kak Arya jangan sedih ya kak kita akan sama sama lagi kok kak kita bakal curhat bareng dan ngelawak bareng adek nggk marah kok sama kakak adek malah bersyukur punya kakak kek Kak Arya jangan lupa nyari kita ya kak.....lanjut suara Yasmin yang melengking itu.
Yasmin tunggu ya kak Arya................
__ADS_1
Arya langsung terbangun dari tidurnya melihat Ustadz Damar yang berada di samping nya itu langsung terkejut dia merasa bersalah karena takut mengganggu tidurnya.
"Ya Allah apa ini Ya Allah kenapa aku terus kepikiran mereka"
Arya langsung bangun dan menuju ke kamar mandi untuk menunaikan solat Tahajud.
Arya kembali mengingat Nada karena dia melewati kamar adek nya itu.
"Biasanya dek pintu ini udah kebuka baru kamu bangunin kakak dek" Arya langsung mengusap air mata yang jatuh itu dan melangkah kembali ke dapur.
Arya langsung mengambil Air Wudhu untuk kembali solat dan meminta pertolongan pada Allah agar besok pagi bisa di lancarkan pencarian mereka.
Setelah selesai solat Arya kembali ke Dapur untuk membuat makanan untuk sahur.
"Arya kamu udah bangun nak mau sahur kamu" Bisik Bunda Arya.
"Iya bun Arya udah janji sama Adek jangan pernah bolong puasa kamis senin nya bun Arya nggk bisa nepatin janji buat selalu sama adek seenggaknya Arya bisa nepatin janji yang ini bun" jelas Arya sambil tersenyum manahan air matanya.
__ADS_1
"Ustaz salut sama kamu Ar ya udah bikin yang banyak sekalian yah biar kita sama sama puasa" ledek Ustadz Manaf.
"Baik Ustadz heheheh" tegas Arya.