
Setelah lama Hasbi melangkah bersama Nada melewati lorong yang lembab tiba tiba mencium bau yang tak sedap dari satu Arah.
"Kak bau apa ya kek bau bangkai gitu" bisik Nada.
"Ya dek baunya dari arah sana kita ke sana yuk siapa tau ada apa apa di sana" jelas Hasbi.
Di saat Nada dan Hasbi sedang berjalan tiba tiba ada segrombolan prajurit memakai jubah, seketika Arya langsung menarik tangan Nada agar bersembunyi.
"Loh kak kok di sini ada prajurit berjubah ya kak padahal kan ki ageng itu kan orangnya agak benci dengan Agama" tanya Nada Heran.
"Kita ikutin Mereka" kata Hasbi yang memegang tangan Nada berusaha untuk melindungi Nada.
"Mereka mau ke mana ya aku takut kalo mereka mau menjebak kita" jelas Hasbi.
"ikuti saja mereka" Suara dari atas lorong membuat Nada dan Hasbi merasa takut dan Khawatir.
"Kak tapi aku ngikutin mereka nggk merasa takut loh ayo kita jalan aja mengikuti mereka" jelas Nada.
Hasbi yang merasa agak cemas itu hanya mengikuti apa kata Nada.
Sesampainya di ruangan yang merah itu Nada merasa yakin ada hal yang tersembunyi di sini, mereka langsung masuk dan menutup pintu itu lalu Hasbi berkeliling dan mencari sumber bau busuk yang menyengat itu.
__ADS_1
"Buset bau banget Da ini dari mana sih" bisik Hasbi.
Belum juga Nada menjawab tiba tiba ada suara ketukan pintu yang menandakan bahwa pintu itu terkunci, Nada yang menghiraukan suara itu memasuki salah satu ruangan yang sangat wangi dengan aroma parfum.
"Di sini wangi loh kak" panggil Nada.
Hasbi lalu menghampiri Nada dan mereka berdua menemukan baju para warga yang telah di bunuh oleh pengikut ki Ageng.
"Kak Hasbi kita harus keluar dari sini jika tidak mereka tau kita berada di sini korban selanjutnya adalah kita" bisik Nada.
Hasbi langsung mencari lagi di mana tempat keluar itu sendiri.
Nada yang hanya termenung itu langsung mengarah ke Lemari yang agak besar nada membuka pintu itu dan di kejutkan oleh Ayah Yasmin yang berada di situ.
Seolah Hasbi langsung mengarah ke Nada dan Ke Abah Yasmin.
"Nada kamu... Yas.... Yas.... Yasmin. ada di mana dia" Cemas Abah Yasmin.
"Om tenang Yasmin masih sama Kak Arya di rumah jadi om nggk usah khawatir yang kita pikirkan saat ini sekarang kita nyari jalan keluarnya" Jelas Nada.
"Yah Om tau, om tau di mana jalan keluar nya tapi..."
__ADS_1
"Tapi kenapa om" tanya Hasbi.
Tiba tiba Abah Yasmin langsung menarik tangan Hasbi dan Nada agar cepat keluar dari ruangan itu.
"Ini jalan keluarnya namun kita harus melintasi beberapa mayat" jelas Abah Yasmin.
"Ha Mayat" Triak Nada, dia tidak membayangkan bahwa dia akan berurusan dengan itu padahal Nada takut dengan Darah.
Hasbi yang tau kelemahan Nada itu langsung mengambil sorban dari sakunya lalu menutup sorban itu ke mata Nada.
"Ha kak kok kek gini" tanya Nada Heran.
"Udah kamu pake ini aja dan kamu ikutin kita Saya akan menggandeng kamu sampai kita keluar melewati tumpukan mayat itu, Ayo om kita keluar dari sini" jelas Hasbi.
Nada yang merasa Aman langsung menggandeng tangan Hasbi untuk mengajak nya keluar ke dalam ruangan itu bau nya sangat dahsyat dan sangat menusuk Hidung sampai sampai ingin pingsan Nada.
"Nada kamu nggk papa" tanya Abah Yasmin.
"Enggk papa kok om" jawab Nada.
"Hasbi kamu bisa membuka ini mari kita buka ini" ajak Abah Yasmin.
__ADS_1
"Iya om baik, Da kamu di pinggir aku ya" jawab Hasbi.
Setelah pintu itu di buka lalu bisa lah keluar mereka Hasbi lalu membuka Sorban itu dan mengajak Nada dan Abah Yasmin untuk lari dan meninggalkan tempat itu.