Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
kurang Akal


__ADS_3

Malam itu Nada langsung bertanya pada Ustadz Damar,


"Bisakah kita pergi ke rumah ki ageng besok aku ingin memasukkanya ke mulut" jelas Nada.


"Ya Allah masuk kin apa" tanya Yasmin.


"Seadanya" tegas Nada.


"Bisa kok kita ke rumah Ki Ageng okey kita solat Dhuha dulu" tegas Ustadz Damar.


Selesai solat Dhuha langsung menuju perjalanan demi perjalanan mereka hanya bisa meminta pertolongan sama Allah karena hutan yang begitu mengerikan juga kadang ada suara suara binatang.


"Ustadz kita istirahat dulu yuk Yasmin capek nih udah mau zuhur juga" tanya Yasmin.


Sesaat mereka sedang mencari rumah untuk beristirahat sebentar ia menemukan rumah di sebuah kampung yang letaknya agak extrim.


"Asalamualaikum" sapa orang situ.


"Waalaikumsalam eh ada ustadz" jawab Ustadz Damar.


"Iya kalian mau kemana yah" tanya ustadz manaf.


"Maaf kita mau nyari seseorang namun kita semua capek jadi kita boleh menginap ke sini" tanya Nada.


"Alhamdulillah boleh boleh saja mari" jawab ustadz manaf


Sampailah mereka di antar ke salah satu desa yang orang orangnya itu terheran akan tingkah laku tamu yang datang.


"Ustadz di sini jamaah ya" tanya ustadz Damar.


"Alhamdulillah iya kalo kalian ini jamaah atau bagaimana" tanya ustadz Manaf.


"Maaf kita nggk lagi jamaah kita lagi nyari seseorang ustadz" jawab Arya.

__ADS_1


"Kok orang orang di sini kek beda banget ya biasanya mereka ramah trus mereka juga terbuka kenapa tidak" Tanya Nada.


"Orang di sini masih melakukan hal yang di benci sama Allah mereka suka bercaya kepada selain Allah" jelas Salah satu santri ustadz Manaf.


"Kalian sudah lama di sini atau baru beberapa hari" tanya Bu Angel.


"kami baru tadi malam ke sini semua orang tidak menganggap kami ada setiap kami adzan satu kampung menyetel lagu yang sangat keras atau tidak hanya melihat kami" tegas Hasbi salah satu santri Ustadz Manaf.


"Ya Allah Laknat banget ya emmmm trus ngapain kelian tuh masih di sini nggk takut buat nglakuin gini padahalkan orangnya itu setau Nada mereka melakukan Ritual Penyakit (TBC) _Tahayul, Bid'ah, dan Curofat".


Mereka langsung terdiam menyaring apa yang Nada katakan.


" Tidak lah takut mau di bunuh pun kita akan menjalankan kewajiban kita kepada Allah kita harus menyingkirkan mereka mereka yang sangat bandel untuk tunduk kepada Allah" tegas Hasbi.


"Masya Allah, kita boleh tinggal di sini bareng sama kalian" tanya Arya.


"In syaa Allah boleh banget silahkan" jawab Ustadz Manaf.


"Tidak ketua RT di sini adalah orang yang terpandang lagi dermawan dia adalah orang yang ahli sodaqoh .


Di saat sedang berbincang tiba tiba ada anak dari kepala desa itu datang memberi kabar duka dari ayahnya.


" Asalamualaikum" triak Abdul Rahman.


Ustadz Manaf langsung kaget dengan triakan abdul rahman itu.


"Waalaikumsalam ya Ikhwan ada apa kamu seperti ini" tanya ustadz Manaf.


"Afwan ustadz saya di suruh Abi suruh memberi kabar kepada kalian secepatnya kalian pergi dari sini sebelum semua orang memberikan kalian sesaji untuk penumbalan kalian" tegas Abdul Rahman.


Semua langsung berlari mengambil barang barangnya.


"Halah tumbal mulu bah gw bantai sekalian kali ya" Tegas Nada.

__ADS_1


"Trus gimana dan di mana kita harus tinggal ya Abdul Rahman" Tanya Hasbi.


"Kalian ikut aku dan keluarga ku untuk pergi dari kampung ini" tegas Abdul Rahman.


Di saat mereka sedang menata semua perlengkapannya itu tiba tiba para warga berduyun duyun membawa apa yang ada untuk mengusir jamaah tablig yang berada di kampungnya.


"Kalian pergi dari sini jika tidak!!!! Kalian harus menjadi sesembahan kami untuk kami berikan ke dewa kami" triak salah satu warga itu.


"Takutlah kepada Allah Azza wajalla" triak Hasbi.


"Hah Tuhan kalian tidak terlihat kenapa kami harus menyembahnya" triak salah satu wanita itu.


"Kalo kami tidak keluar dari sini apa yang akan kalian lakukan kepada kami untuk Tuhan kalian" tanya Nada.


"Sungai merah akan saya hanyutkan ke sungai merah" tegas salah satu ahli agama di situ.


"Agama apa yang kalian anut sehingga menimbulkan manusia di agama selain islam tidak ada yang melakukan ritual ini" tegas Ustadz Manaf.


"Hahahah cerdik juga kalian kami memang tidak memeliki Tuhan tapi kami percaya pohon nduk di sana adalah Tuhan kami" tegas orang itu.


"Besok gw tebang tu pohon" triak Nada.


Warga di sana semakin geram dan semakin ingin menyiksa orang orang yang berada di musola ini.


"Cepat kalian pergi tempat ini akan kami jadikan tempat" triak orang itu.


"Lah buset lo bukan yang bangun brothers kenapa lo yang berkuasa di sini idih malu napa malu tuh sama kucing" ledek Arya.


"Kalian berdiri di tempat kami tinggal berhak kami untuk memperlakukan apa pun pada kalian" triak salah satu Wanita yang amatlah keji hatinya yang sudah di liputi kegelapan.


"Lah lu berdiri di tanah Tuhan Gw Di tanah Allah yang kita kita juga bebas dong buat ngusir lu pada dari sini" jelas Nada.


Keadaan semakin menjadi jadi, membuat warga itu semakin berani ustadz Manaf yang sudah tidak kuat dengan semua ini langsung meminta agar keluar dan mengikuti Abdurrahman dan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2