Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Mereka berikutnya.


__ADS_3

Pagi itu Caca datang ke rumah Nada,


"Hay kak selamat pagi maaf Yasmin nya ada" sama Caca.


"Hay Caca Yasmin ada di belakang" jawab Nada.


Caca lalu merasa agak takut karena dia belum pernah bertemu namun sudah mengenal dia.


Di saat Yasmin mau pulang ke rumahnya Nada dan arya mengantarnya ke rumah.


"Hay kakak ganteng" sapa Amel pada Arya.


Ita yang mengetahui itu langsung mengahadap ke belakang langsung berteriak dengan kencang padahal semua orang melihat Arya itu tampan dan ganteng.


"Mami Hantuuuuuuuu" triak Ita.


"Ita apaan nggk ada hantu di sini" jelas Laras.


"Bego lu emng itu apaan di depan lo pada" protes Ita.


Tak berselang lama tante mirah keluar dari rumahnya lalu menatap Nada dengan muka yang geram.


"Ada apa ya tan kok liatin adek saya" tanya Arya.


"Oh ini adek kamu yah bilangin ke dia hati hati nanti bakal celaka" jawab tante mirah lalu membawa anaknya pulang ke rumah.

__ADS_1


Di saat dalam perjalanan ke rumah Yasmin Nada dan juga Arya berpapasan dengan mama Felly.


"Hay mama" sapa Yasmin.


"Eh Yasmin kamu dari mana nak" jawab Ibu Ju.


"Eh ini mah habis main ke rumahnya kakDa" jawab Yasmin.


Arya lalu memperkenalkan diri pada ibunya Felly.


"Asalamualaikum tante saya Arya dan ini adek saya Nada" sapa Arya.


"Waalaikumsalam nak salam kenal ya" jawab Ibu Ju.


Nada hanya memperhatikan wajah dari Ibu ju itu.


"Maaf Uma sebenernya itu papa Felly itu di mana" tanya Nada.


Uma Yasmin langsung tercengang mendengar hal itu kenapa kok bisa orang asing yang bukan warga sini menanyakan hal seperti itu, tak berselang lama Abah Yasmin pulang lalu ia menceritakan semua kejadian awal mula desa ini menjadi Hitam ketika di liat dari atas Gunung.


"Tadi kamu bilang di mana Papa Felly sebenernya" tanya Abah Yasmin.


"Di saat tahun 2010 Felly masih kecil tiba tiba ada segerombolan orang menculik Papa Felly dan sesepuh di sini" jawab Abah Yasmin.


Nada yang tau semua itu sebelumnya hanya memastikan hal yang benar saja.

__ADS_1


"Lalu tibalah papa baru Felly bernama pak Tengku dia menikah dengan ibu Ju namun sebenarnya tidaklah di restui oleh keluarganya" jelas Uma Yasmin.


"Apa karena mereka berfikir bahwa papa Felly yang sebenernya itu masih hidup" tanya Arya.


"Dan kalo boleh tau kalian solat di mana" tanya Nada.


"Kami solat di desa sebelah yang harus menempuh waktu 30 menit dari sini" jelas Abah Yasmin.


"Apa benar jika kalian membangun masjid di sini akan membuat desa ini lebih bercahaya" tanya Arya.


"Namun pak Rt di sini sudah melarang pembangunan masjid di sini karena dia takut akan ada keluarganya yang akan mati" jelas Abah Yasmin.


"Lah bukanya ketika kita memuliakan masjid in syaa Allah, Allah bakal jagain kita yah" tanya Yasmin.


"Kematian itu udah ada waktunya kapan dan di mana jadi menurut aku itu berlebihan sih buat ngikutin dunia" jelas Arya.


Adzan Dzuhur sudah berdering di handphone Nada mereka berdua pamit untuk pulang ke penginapan mereka.


"Uma boleh nggk kalo kak Nada dan juga kak Arya tidur si sini aja" pinta Yasmin.


"Em kalo Abah si nurut apa kata kakak nya aja dek" jawab Abah Yasmin.


"Kak mau ya kalo kakak tidur bareng Yasmin lagi" pinta Yasmin.


"ya udah tapi kamu ikut kakak yuk bantuin kakak" jawab Arya.

__ADS_1


Nada yang menunggu di luar sambil melihat keadaan di luar.


"Hah Desa kacau balau tidak ada masjid tidak ada suara Adzan seperti kota tak penghuni" bisik Nada.


__ADS_2