
Di saat Arya dan Nada sudah masuk ke rumah dia melihat di ruangan belakang seperti orang yang kakinya berlumuran darah, Nada langsung pergi untuk mengejar arwah itu.
"Dek mau kemana dek" Triak Arya pada adiknya.
"Ayo kak ikut aku" jawab Nada sambil berlari.
Arya lalu mengikuti adeknya pergi ke sebuah kebun yang di situ banyak sekali pemakamannya.
"Yah Buset ini banyak banget makamnya kak" tanya Nada.
"Coa dek kamu ikutin arwah itu lagi" tegas Kak Arya.
Di saat mereka sedang mengikuti arwah itu tiba tiba pak Tengku menegur Arya dan Nada.
"Mau apa kalian ke sini" tanya pak Tengku penuh Amarah.
"Enggk pak kita berdua lagi jalan jalan aja heheh" jawab Arya.
"Kalian bisa kan jalan jalannya di saat siang atau pagi nggk malam malam juga loh buat apa juga jalan jalan malam malam" triak pak Tengku.
Nada langsung menarik tangan kakaknya itu dan pergi tanpa pamit.
"Dasar anak kota nggk punya tata aturan jam segini kluyuran" Kesal pak Tengku.
Nada dan Arya lalu pulang ke rumahnya sesampainya di rumah di dalam rumah bau dengan aroma melati, juga ada rintihan suara tangisan.
"Siapa kamu" tanya Nada.
"Tolong aku tolong aku...... heheh" rintih arwah perempuan itu.
__ADS_1
"Kamu siapa dan ada apa kamu " tanya Arya.
"Tumbal...... Tumballll..... hahahah..... Dia akan mati Iyah dia akan mati iya kan" triak Arwah itu.
Nada yang menghadap ke bawah itu tak kuasa melihat wajahnya yang tercapa setrika dan matanya yang satu hilang membuat Nada merinding dan tak kuat untuk melihatnya.
"Siapa yang menjadikanmu Tumbal" tanya Tegas Nada.
Di saat Arwah itu ingin meluapkan isi hatinya itu tiba tiba arwah itu bertriak dengan kencang dan lampu menjadi tak beraturan.
"Pergi ....... Tolong.... pergi kaliaaaannnnn..... tolong gg"
Suara tak beraturan.
Nada dan Arya lalu berdoa memohon perlindungan dari Allah membuat Nada tak berhenti merasa ketakutan ia pernah melihat semua mahluk namun tak separah dengan ini.
Mereka terlalu berani sampai saat Nada membuka Pintu gudang dan tiba tiba ada yang memanggilnya dengan sebutan nama lengkap.
"Siapa kamu tidak usah kamu menakuti saya saya tidak akan takut" jawab Nada .
Arya dan Nada selalu bergandengan tangan tiba tiba mereka berdua melepaskan dengan tidak sengaja.
Tiba tiba Nada terdorong sampai membentur cermin sampai pecah, Arya lalu mengejar adeknya, lalu menolongnya di saat Nada sudah terluka keadaan di rumah kembali menjadi biasa biasa saja.
"Dek kamu nggk papa kan" Tanya Arya.
"Udah kak enggk papa kok" kata Nada lalu kembali berdiri.
"Janggal banget ya kak di sini sampai ada kek gini" tanya Nada.
__ADS_1
"Kayaknya tuh mereka kaya mau ngasih tau gitu dek" jelas Arya.
"Tapikan kalo mereka mau ngomong atau memberi keadaan atau situasi yang benerr aja dong" komen Nada.
"Namanya juga mereka orang aja juga beda kan" jelas Arya.
Di saat Arya sedang membantu adeknya untuk membersihkan kaca di tangannya itu tiba tiba Yasmin asal masuk rumah aja.
"KakDa nggk papa kan kak" Tanya Yasmin.
"Lah Dek kamu ngapain ke sini" jawab Arya.
"Tadi Felly bilang kalo kakak di serang tapi kakak nggk papa kan" tanya Yasmin.
"Enggk papa kok dek kamu ke sini sama siapa" tanya Nada.
"Sendiri kak".
Di saat Arya dan Nada ingin mengantar Yasmin pulang ke rumah tiba tiba di luar banyak sekali Arwah yang minta pertolongan dengan mereka bertiga.
" Yasmin kakak boleh minta nomer ibu kamu nggk dek" tanya kakDa.
Nada langsung menjelaskan bahwa Yasmin pergi ke rumah dia tapi Yasmin nggk bisa pulang karena Kabut alasan Nada.
Orang tua Yasmin langsung mengatakan ia kepada Nada dan titip Yasmin.
"Kak Arya kita emng aman di sini kan kalo arwah bisa aja masuk ke rumah kak" tanya Yasmin.
"Enggk papa dek rumah ini tadi kakak udah ada penjaganya in syaa Allah bakal Allah jaga yah" jelas Kak Arya.
__ADS_1