
Para Akhwat yang membantu ibu ibu di sana untuk menyiapkan makanan untuk para laki laki yang sedang membangun masjid.
Nada yang mulai heran atas kelakuan para warga tersebut mereka sangat antusias atas kedatangan para jamaah tablig sekarang ini, Nada langsung mencari informasi yang menurutnya bisa membantunya tentang desa itu.
"Lisa kalian kenal dengan Ki Ageng?" Tanya Nada.
"Ki Ageng...... iyah aku kenal dia adalah ahli agama di sini beliau sekarang sedang lumpuh" jawab Lisa.
"Ya namun sekarang beliau hilang entah kemana perginya" jawab Hindun.
"Hilang??? mana mungkin dia hilang sedangkan katanya dia sedang lumpuh? " Heran Nada.
"Beliau dulu orang yang fasih dalam bacaan alquran nya dan tentang agama pun beliau sangat besar pengetahuan nya" jawab Hindun.
"Trus dia adalah orang terpandang di sini kah atau????? dia hanya warga sini" tanya Nada.
"Emm dia hanya warga di sini namun dia sangat terpandang sampai masa itu dia di pilih warga menjadi pemimpin desa ini".
" Namun setelah dia memimpin baru beberapa bulan banyak warga di sini yang jatuh sakit atau bahkan sampai meninggal entah karena apa" tambah Hindun.
__ADS_1
"Emmm meninggal secara misterius atau bagaimana" tanya Yasmin.
"Ada yang meninggal tiba tiba paginya dia di depan rumah sudah menjadi mayat yang menjijikan"
"Sejak saat itu Ki Ageng pergi dari sini dan dia pulang baru beberapa hari dan sampai sekarang dia belum pulang lagi aku tidak tau apa penyebabnya" jelas Lisa.
"Hah Aneh banget bah kek gitu" bisik Nada.
"Emmm sepertinya kalian dari tadi mengobrol saja yah tidak membantu kami para ibu aduh" ledek salah satu ibu ibu di situ.
Mereka langsung terkejut karena di tegur oleh ibu ibu itu.
Nada langsung berani untuk menanyakan apa dan bagaimana kejadian yang sebenernya terjadi.
"Emmm dulu di sini banyak sekali orang yang paham agama atau bahkan sampai ada yang pergi untuk berdakwah dari kampung ke kampung" Jelas Bu Mira.
"Trus kenapa sekarang jadi nggk rame lagi bude" tanya Nada.
"Katanya itu desa ini adalah desa kutukan setiap ada orang yang datang ke sini dengan membawa ajaran Allah desa ini akan lenyap" jawab Bu Anjeng.
__ADS_1
"Trus bagaimana dengan kedatangan kami kan kami ini adalah jamaah tablig" jelas Nada.
"Sebenarnya kami tidak percaya dengan kata ki Ageng itu sebelum kalian datang cuaca di sini menjadi lebih baik dan nyaman tidak seperti biasanya yang suram sunyi dan mati oleh sebab itu saya sebagai pemimpin di sini menenangkan bahwa ada orang yang akan menolong kita" jelas Bu Mira.
Nada, Yasmin, dan bu Angel merasakan senang berharap ini adalah kenyataan bukan lah hal hal yang membuat mereka itu menjadi tidak tenang.
Waktu zuhur telah tiba masjid yang belum selesai itu sudah dalam setengah jadi mereka bersiap siap untuk mandi dan bersih dan segera mengumandangkan adzan.
Ketika Ustadz Damar mengumandangkan adzan semua orang di desa itu menangis mereka rindu dengan nama Allah yang di kumandangkan mereka rindu dengan lantunan Adzan para Ikhwan ikhwan mereka menangis dengan puas karena kerinduan agama di hatinya.
Para warga berbondong-bondong untuk mengerjakan solat sedang apa pun mereka karena kerinduan berjamaah mereka datang ke masjid baik mereka sedang berada di sawah pun mereka lari dan mengambil wudu untuk solat.
Shof sudah rapi dan sudah terisi penuh di dalam solat mereka semua menangis hidayah dari Allah mereka dapatkan mereka telah terbangun dari tidurnya yang pernah melalaikan Allah mereka menangis dan menangis atas kerinduan sujud kepada Allah.
Setelah selesai solat Ustadz Manaf langsng menghadap ke para jamaah nya dan terkejut banyak tangisan yang menatap pada laki laki di belakang nya.
"Ya Ikhwan kenapa kalian menangis dengan rasa yang begitu bersalah kenapa kalian menangis" tanya Ustadz Manaf.
"Hm.. kami rindu dengan Tuhan kami rindu dengan solat sebelum. kalian kalian datang hidup kami hambar hidup kami tidak tenang banyak ketakutan yang menghantui kami banyak orang orang yang pergi meninggalkan kami tanpa kami ketahui" jelas orang itu sambil menangis.
__ADS_1
"Alhamdulillah sesungguhnya Allah telah membuka hati kalian dari tidurnya dari kegelapan nya dan seharusnya kalian lebih bersyukur atas semua yang Allah berikan" Jelas Ustadz Manaf.
"Ya Allah masih begitu sayang kepada mu Allah sayang sama kalian sehingga kalian masih di beri jalan keluar" tambah ustadz Damar.