Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Manusia Ular


__ADS_3

Di saat perjalanan ingin pergi dari desa itu merka melewati hutan yang sangat lebat tina tiba ada dua persimpangan jalan yang membuat mereka terenyuh bingung.


"Kita mau jalan ke sebelah mana ini" tanya Nada.


"Coba kita ke sebelah kanan dulu" jawab Hasbi.


Setelah mereka berjalan beberapa lama hanya saja mereka seperti di putar putarkan oleh jalan itu.


"Lah bukannya kita tadi udah pernah ke sini yah" Jelas Nada.


"loh tadi kita di sini kan" tanya Hasbi.


Tiba tiba ada seorang wanita yang mengantar mereka ke jalan yang tidak membuat mereka takut dan pusing.


"Ayok saya antar kalian pulang" jelas wanita itu.


"Da ini nggk papa nih" tanya Hasbi.


"Udah kak enggk papa kok" jelas Nada.


Semua orang bergandengan tangan agar tidak ada yang keluar atau pergi sendirian.


Setelah 15 menit perjalanan cewek itu mengantar di sebuah rumah yang hampir roboh.


"Saya sudah mengantar kalian boleh kah saya minta sesuatu" tanya cewek itu.

__ADS_1


"Saya minta kembalikan desa itu seperti semula" jelas cewek itu lalu ada kabut asap yang sangat tebal meliputi wajah wanita itu dan tiba tiba wanita itu menghilang dari pandangan mereka.


"Ini di mana kak kok jalannya beda banget" tanya Nada.


"Gawat besok adalah malam purnama" triak ustadz Damar.


"Loh kita harus cepat ke sana kira harus selamatkan warga desa itu" jelas Nada.


Mereka langsung berjalan mengikuti ustadz Damar yang sebagai pemimpin tak di sangka kabut merah melanda mereka mereka di hentikan oleh siluman Ular yang sangat jijik untuk di lihat.


"Kalian pergi dulu biar saya dan ustadz Damar yang menyelesaikan ini" jelas Ustadz Manaf.


Mereka bergegas berlari masuk ke desa itu dengan terengah engah.


"Kak Arya gimana ini kalo ustadz kenapa kenapa" jelas Nada.


"Hasbi Arya kalian kalian harus pergi dari sini" triak Ustadz Manaf.


"Ta.... ta....tapi ustadz"


"Udah kalian selamatkan diri kalian saja" jelas Ustadz Damar.


Arya dan Hasbi lalu mengikuti rombongan lagi yang sedang mencari tempat aman.


"Kak kita mau tidur di mana kasian ini Yasmin" triak Nada.

__ADS_1


Tiba tiba ada yang memanggil Nada dengan suara yang keras.


"KakDa ayok ikut ke sana" jelas Arwah Felly.


Nada dan Arya langsung terkejut dengan kehadiran Felly di sampingnya.


"Adek kamu kok di sini dek" tanya Arya.


"Ayok kak jangan bicara dulu kita harus pergi dari sini" jelas Arwah Felly.


Mereka semua mengikuti Felly yang menunjukan jalan keluar tiba tiba ada kakek dan nenek yang ada di desa kemarin Nada juga Arya ber singgah.


"Loh kek kok kakek ada di sini" tanya Arya.


"Haha iya Arya silahkan masuk yuk" jelas kakek itu.


Mereka semua masuk dan hanya bisa berdoa dan berdoa.


"KakDa uma sama Abah gimana kakda Yasmin nggk mau kehilangan mereka" jelas Yasmin.


Yasmin yang saat itu tidak bisa melihat Felly di samping nya itu seolah olah mata batin Yasmin telah tertutup.


"Berdoa ya dek kita harus tenang ya" jelas Nada.


Yasmin hanya bisa menangis dan menangis.

__ADS_1


"Kemarin ada perlawanan ya kek" tanya Hasbi.


"Iya cu kemarin banyak sekali para warga yang kena tumbal" jelas kakek itu.


__ADS_2