Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Peperangan dan Tumbal


__ADS_3

Ustadz Damar dan ustadz Manaf masih berusaha mati matian untuk menyelamatkan diri, tak di sangka mereka kalah dalam perang itu.


Mereka di ambil dan di bawa oleh siluman ular itu ke dalam untuk menemui ki ageng di sana.


"Wah Damar hebat kamu semedi mu itu membuat kamu tidak bisa bertahan lagi" jelas Ki Ageng.


"Andaikan kamu dulu ikut saya pasti kita sedang menikmati daging manusia yang lezat ini" tambah Ki Ageng.


"Hah malas aku dengan semua ini aku tidak sudi ikut dengan kamu" triak Ustadz Damar.


"Besok adalah malam purnama kalian akan saya jadikan tumbal untuk memperkuat bangsa kami" jelas salah satu pengikut ki Ageng.


"Apa yang kalian. ingin kan" tanya ustadz Manaf.


"Saya tidak mencari orang yang berilmu saya mencari orang yang bodoh" jelas salah satu pengikut ki Ageng.


"Besok malam saya akan masukkan kalian ke dalam sungai itu" jelas Ki Ageng.

__ADS_1


"Dulu kamu adalah ahli agama dan selalu mengajarkan kepada kebaikan kenapa kamu sekarang lalai dengan Tuhan mu" triak Ustadz Damar.


"Hah dekat dengan Tuhan? itu adalah masa lalu ku dan sekarang aku bisa meminta semua ini dengan para Jin ini" jelas ki Ageng.


"Gila kamu kamu gila sudahkan mati hatimu sudahkan buta matamu sudah kah tuli telingamu, dulu kamu bercita cita ingin menjadi ustadz kita belajar berasama namun sekarang lihat kamu telah keluar dari Islam" triak Ustadz Damar.


"Hah kamu pandai sekarang yah dulu kamu dapat ilmu dari saya namun sekarang kamu malah melalaikan saya" jelas ki Ageng.


"Jika anda benar ajarnnya tidak menyimpang seperti ini saya akan memuliakan anda jika anda lalai dengan Tuhan hah jangan berharap saya akan tunduk pada anda" jelas ustadz Damar.


"Oke saya akan kasih kalian dua pilihan kalian jika ingin selamat ikut ajaran saya jika tidak saya akan bunuh kalian" triak Ki Ageng.


Ki Ageng semakin marah karena selama ini tidak ada orang yang berani untuk melawannua itu.


"Selama tidak ada anak hafidz di sini saya akan berkuasa di sini" bisik ki Ageng.


Dia tidak tau bahwa yang di depan nya adalah ustadz dan di anatara anak anak itu adalah anak hafidz.

__ADS_1


Tiba tiba ada pengawal dari ki Ageng datang memberi tau bahwa ada manusia berjubah putih di gerbang.


"Maaf Ki di depan ada segrombolan manusia berjubah putih" jelas pengawal ki Ageng.


"Ayok saya akan ke sana bawa mereka berdua" jelas ki Ageng.


Tiba lah mereka di gerbang itu dan tidak ada seorang pun di sana.


"Mana ha mana nggk ada siapa siapa di sini" triak ki Ageng.


"Lah buta mata mu di depan ada manusia berjejer berjubah putih apa kalian tidak melihatnya" sanggah ustadz Damar.


"Dia bisa liat tuan emng di depan banyak sekali para laki laki berpakaian putih" jelas pengawal itu.


"Mana saya tidak melihatnya di sini idak ada apa apa kamu lebih percaya sama mereka?" tanya Ki Ageng.


"Emm tidak ki maaf" jawab pengawal itu.

__ADS_1


"Sekarang bawa dia ke kandang dan jangan sampai dia lolos kalian sebagai pengawal harus giat jangan sampai dua orang ini kabur" jelas Ki Ageng.


__ADS_2