Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
keadaan desa part 2


__ADS_3

Di saat Mama Felly sudah pulang tak berselang lama banyak warga yang berdatangan ke rumah Yasmin.


"Abah tadi ada warga yang mendengar katanya kalo kita tidak memberikan satu anak perempuan maka kita akan di siksa" tegas salah satu warga.


"Siapa yang akan menyiksa??" Jelas Abah.


"Orang yang berpakaian serba hitam, mereka sangat kejam dan tidak memiliki hati" jelas salah satu warga lagi.


Tak berselang lama tiba tiba ada seorang anak di tutup matanya oleh kedua orang tuanya.


"Pak Bakar itu anaknya mau di apakan" tanya Abah Yasmin.


"Saya mau ngasih ke orang hitam itu" jawab pak Bakar.


Abah Yasmin lalu mengejar pak Bakar agar dia tidak memberikan anaknya pada orang itu namun mereka lebih memilih hidup kekal di dunia.

__ADS_1


"Saya heran Uma sekarang setiap ada orang yang mengenal agama pasti akan binasa akhirnya andai sejak dulu Uma anak saya masuk pesantren saja pasti dia tidak akan sengsara di hari ini" jelas ibu ibu.


"Iya kalo sekarang bagaimana cara untuk mengajak anak ke pesantren setiap ada anak yang bilang pesantren aja besok atau lusanya pasti meninggal" Jelas Bu Rt.


"Gimana ya Bu kita hidup ya banyak cobaan lah tinggal kita deket enggk sama yang di atas in syaa Allah ketika kita membela agama Allah, Allah juga bakal bantu kita" jelas Uma Yasmin.


Tak berselang lama Abah Yasmin datang dengan membawa berita besar.


"Ibu ibu saya mau nanya kenapa kok Bu Mirah sama Pak Tengku sangat asik menikmati ini semua setidaknya harusnya mereka berduka atau gimana gitu enggk kan" bisik Abah Yasmin.


"Bu saya itu udah curiga sama mereka dulu pas ada Nada juga Arya mereka bilang di warung saya mereka bilang gini, Kenapa ya di saat kita mau solat atau baca quran pasti ada angin masuk yang tiba tiba aja gitu dan trus pasti ada suara dan bau yang anyir" Jelas ibu itu.


"Arya dan Nada dari tadi malam membawa Yasmin pergi entah kemana" jawab Uma Yasmin.


"Saya yakin pasti Nada Dan Arya itu warga asli sini " tegas Bu Candra yang tiba tiba menambah percakapan.

__ADS_1


"Tidak Bu Mereka berdua adalah anak Semarang yang ada urusan di desa ini" jelas Uma Yasmin.


Sambil pergi sambil ketawa mereka semua heran dengan tingkah laku dia.


"Dan tadi pas saya nganter anak saya ke sekolah yang menyapa masuk bukanlah Bu Angel lagi ibu ibu" jelas Bu warti.


"Iya emng katanya itu Bu Angel di kabarkan hilang" tegas Bu Rt.


"Bu Angel kan Hafidz yah apa jangan jangan yang menjadi tumbal itu anak anak yang Hafidz yah aduh ngeri deh" tanya slah satu bapak.


Suasana semakin suram banyak warga yang takut dengan semua ini, mereka akan pergi dari kampung itu juga takut ketauan dengan penjaga suara gerbang itu jika tidak pergi mereka enggan untuk menetap di sana trus.


Setelah solat Magrib Uma Yasmin langsung memeluk suaminya itu dia khawatir akan keadaan Yasmin saat ini.


"Abah Yasmin gimana bah udah makan belum aku nggk mau loh kehilangan anak lagi dulu kita pernah di tinggal anak kita saat sampai saat ini dia belum datang" rintih Uma Yasmin.

__ADS_1


"Tapi Ma Abah tu kaya ngrasa ada ikatan gitu sama Nada nggk tau kenapa" jelas Abah Yasmin.


"Hmm kan dulu kakaknya Yasmin juga namanya Nada Bah ya mungkin Abah masih nyaman kali sama Nada" jelas Uma Yasmin.


__ADS_2