Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Kakek dan Apel


__ADS_3

Setelah selesai beberes beres Arya langsung memanggil Nada untuk menceritakan hal apa yang terjadi.


"De kok kamu bisa selamat ya kakak heran soalnya kan pas kamu masuk itu kan sungainya lagi bau banget" Tanya Arya.


"Aku juga nggk tau aku hanya sadar cuma masuk dan tiba aku di pinggir rumah kakek itu dan hanya melihat kak Hasbi" jelas Nada.


"Hanya dengan Hasbi???? trus Yasmin ke mana" tanya Arya.


"Nggk tau Ar pas Nada bangunin aku tuh aku langsung bangun dan di suru cuma Aku sama Nada" jelas Hasbi.


"Pas kita nyari ke rumah kakek itu tiba tiba Yasmin manggil kita pas kita masuk ke rumah itu Yasmin sedang tidur" tambah Nada.


Arya dan yang lainnya merasa heran bukannya Yasmin itu di gendong Nada kalo menurut pikiran si harusnya deket sama Nada ini enggk.


Yasmin yang baru saja selesai mandi langsung memeluk Nada dan mengucapkan hal yang mengejutkan.


"KakDa tau enggk kemaren Yasmin di tolong sama kakek kakek loh dia bawa tongkat" bisik Yasmin.


Yasmin langsung pergi ke kamar untuk ganti baju.


"Kak Hasbi kemaren tidak ada kakek kakek kan ya kenapa Yasmin bilang di sana ada kakek kakek" tanya Nada.


"Tapi da kamu ingat tidak kemarin malam kan Yasmin tidur tiba tiba dia jalan membukakan pintu rumah dan membawa satu buah Apel yang sangat segar kan kamu juga tau" Jelas Hasbi.


Arya langsung melongo mendengar kata Apel dia ingat bahwa dia pernah menjumpai orang itu.

__ADS_1


Sore itu Arya dan Hasbi sedang duduk di teras menikmati pemandangan yang sudah menjadi kampung sebenernya,


"Bi nyaman banget ya Bi kangen sama suasana kampung kek gini udah semua hijau lagi kek mata nya emak emak" ledek Arya.


Yasmin dan Nada juga keluar untuk bermain di teras.


"Dek kakDa mau nanya boleh dek" Tanya Nada.


Yasmin hanya mengangguk saja.


"Kemaren kakek tua itu yang memberi kamu Apel itu pernah nggk kamu ketemu sama dia sebelumnya" Tanya Nada.


"Enggk kak Yasmin belum pernah ketemu sama kakek itu, kakek itu hanya bilang Makan buah apel itu kepada kakDa" jelas Yasmin.


"Jadi yang apel kemarin itu pemberian dari kakek itu Dek" Tanya Arya.


Hasbi langsung ingat sebelum itu dia tau Yasmin membuka pintu itu dan membawa Apel ke dalam Lalu memberikannya pada Nada dan Nada menggigit Apel itu dengan amat besar, lalu Hasbi tertidur pada saat ia tertidur Yasmin mengolesi luka dengan Apel itu juga di liputi dengan Madu Asli.


"Trus kamu dapet Madu itu dari siapa dek" Tanya Hasbi.


"Kan di Dapur ada sarang lebah yang madunya banyyyaaaaaakkkkkkk sekali Yasmin izin sama lebah itu trus Yasmin minta madu itu" jelas nya.


"Ada nggk dek pesan dari kakek itu buat adek pas kita mau pergi"


Yasmin Hanya terdiam suasana kembali hening karena menunggu jawaban dari Yasmin.

__ADS_1


Tak lama kemudian Nada langsung menunduk dan mengeluarkan kata yang membuat Yasmin takut.


Satukan lingkungan ini dan kembali lah menjadi kampung yang tenang kata Nada.


"Maaf kakek siapa ya" tanya Arya.


Saya hanya ingin kalian hidup harmonis dan kembali ke jalan yang benar jawab nya tiba tiba Nada langsung tersadar kembali.


"Kak Ar kita udah pernah liat kakek tua itu yang ngasih Abdullah Apel"


"Kakek itu dek kenapa dia bisa ada di situ" tanya Arya.


"Kakek itu bilang kek gini sama Yasmin kak Tolong makamkan saya secara Layak dan berikan saya Al Fatihah" bisik Yasmin.


"Jadi kakek yang itu ada di kampung sebelah sekarang trus yang tadi masuk ke tubuhnha Nada itu siapa" tanya Hasbi.


"Emmm itu..... atasan desa ini yang pernah meninggal di bunuh Ki Ageng" jawab Nada.


"Ya udah kan ini kampung belum rapi dan tanah tanah nya juga belum ada yang menguasai jadi kita beresin aja ini kegalauan Hati" saran Arya.


Yasmin setuju jawab Yasmin dengan ceria.


"Ya udah kita masuk aja yuk udah mau magrib ini nanti dedemit nya masuk ke rumah lagi haha" ledek Hasbi sambil jalan.


"Idih ini orang satu wkwkwk" tambah Arya sambil merangkul pundak Hasbi.

__ADS_1


Yasmin dan Nada hanya bertatap tatapan dan saling ketawa kecil.


__ADS_2