
Sore itu pak Tengku masih di rumah tante Mirah dia mengatakan bahwa dia sudah meminta cerai pada istrinya itu.
"Mir mas sudah bilang sama Ju buat ceraikan mas dan Ju menyetujui itu" kata pak Tengku.
Mira yang tau akan itu langsung senang dia bakal menikah dengan pujaan hatinya itu, tanpa di ketahui bahwa Tengku menikahi Mirah bukan alasan Cinta melainkan karena dia mengincar anak perempuannya.
"Jadi kapan mas kita bakal nikah" tanya Mirah.
"Secepatnya ya sayang" jawab pak Tengku.
Arwah Felly yang mengetahui itu langsung membuat bunyi bunyi di atas rumah Mirah seketika Ita yang berada di kamar itu langsung lari ke bawah.
"Mami mami!!!!!!!! " Triak Ita.
"Kenapa nak kenapa" terkejut Mirah mengetahui anaknya yang triak triak.
"Tadi ta... ta... tadi ada yang nongol di kaca kamar aku mi" triak Ita.
Mami Ita yang tak percaya akan hal itu langsung masuk ke kamar anaknya.
"Mana Ta nggk ada di sini nggk ada apa apa" bantah mami Ita.
"Tadi di sana ada anak kecil mi" jawab Ita.
Hari mulai malam semenjak Felly telah tiada keadaan rumah mulai hening tanpa ada suara Felly.
Shafiq yang berada di kamar Felly itu ketawa ketawa sendiri dan mengobrol sendiri.
__ADS_1
"Kak nggk jadi pergi ya kakak kapan datang" tanya shafiq.
"Enggk dek kakak akan pergi suatu saat nanti bila kakak sudah membalaskan dendam kakak pasa papa" jawab Arwah Felly.
Mama Felly yang tau Shafiq ngobrol sendiri lalu menegur anaknya itu.
"Dek kamu ngobrol sama siapa" tanya mama Felly.
"Mama coba liat kakak, kak Felly balik ke rumah lagi" gembira mama Felly.
Arwah Felly yang melihat mamanya itu langsung sedih dia tidak mengira bahwa secepat itu dia akan pergi meninggalkan mamanya dia belum membahagiakan mamanya dia belum menjadi Hafidz.
"Ma andai aja papa nge bolehin Felly ke pesantren pasti Felly masih berjuang buat jadi Hafidz Maafin aku belum bisa buat mama Bahagia" rintih arwah Felly.
"Nak kakak kan udah nggk ada masa kamu ngobrol sama kakak si kakak kan udah sama Allah di sana udah di tenang di sana" jelas ibu Ju.
"Ma maafin Shafiq ya Shafiq udah bikin mama sedih terus" kata Shafiq.
"Iya nak nggk papa kamu yang pinter ya jagain mama okey kamu harus jadi anak yang kuat" tegas mama Felly.
Ibu Ju langsung meninggalkan Shafiq sendiri di kamar Felly, melihat arwah kakak nya itu menangis Shafiq langsung pergi mengambil tisu untuk di berikan pada kakak nya.
"Kakak nggk boleh nangis ya Shafiq janji Shafiq bakal nge wujudin cita cita kakak Shafiq bakal jadi hafidz" kata Shafiq dengan muka yang agak menahan tangisnya itu.
Setelah Shafiq sudah tertidur Felly langsung datang ke rumah tante Mirah untuk membuat nya celaka, Felly sangat marah dengan tante Mirah ia tidak menyangka bahwa tante Mirah lah yang membuat keluarganya hancur.
Di malam itu setelah Tengku pulang dari rumah Mirah ia tidak langsung pulang ke rumahnya itu, mengetahui papanya sudah pergi dan Mirah telah bersenang senang dengan Tengku.
__ADS_1
"Akhirnya Felly sudah tidak ada nyaman sekali mas dengan mu hari ini coba aja kalo mas Tengku nggk nurutin apa kata aku pasti aku nggk bakal kaya gini hahah" kata tante Mirah.
"Ooo ternyata yang membuat aku mati itu bukan Papa tapi kamu tante" triak Arwah Felly.
Mirah langsung membaringkan tubuhnya yang lemas itu dan memejamkan mata, baru beberapa menit tiba tiba lampu kamarnya itu langsung mati nyala.
"Ita kamu jangan macam macam sama mami ya nak masuk kamu " bentak tante Mirah.
Dia langsung lari ke kamar anaknya dan baru sadar bahwa anaknya itu sedang bersama Amel keluar rumah.
"Ita nggk ada di rumah trus siapa yang ada di kamar aku" tanya tante Mirah.
"Tante....... tante.... heheheh... heheh.. hhihhi" ledek Felly.
Tante Mirah langsung kalang kabut mendengar ada suara anak kecil itu.
"Siapa kamu! Siapa kamu ha siapa" tanya tante Mirah.
"Tante.... ikut yuk sama aku tante aku di sana gelap aku butuh tante hihihih" jawab arwah Felly.
Tante Mirah langsung mengambil minyak pelindung di saat itu minyak pelindungnya pecah dengan suara yang sangat kencang.
"Pergi kamu pergi aku tidak tau apa apa kamu siapa" triak Tante Mirah.
"Aku tidak akan pergi dari tante, " jawab arwah Felly.
"Mau kamu apa mau kamu apa" tanya tante Mirah dengan rasa takut.
__ADS_1
Angin langsung menghembus melewati sela sela jendela dan hujan turun begitu deras membuat keadaan itu sangan mistis dengan itu tante Mirah hanya mampu menahan rasa takutnya itu.