
Arya tak hentinya menahan air mata nya karena Hasbi yang menyelamatkan nyawanya,
"Bi bertahan ya Bi kamu kuat kok ya bi" bisik Arya.
Sesampai di samping sungai merah Arya langsung membaringkan Hasbi di batu yang besar.
"Arya kamu ambil air itu dengan bismillah semoga Allah berikan Obat untuk Hasbi" Pinta Ustadz Damar.
Arya lalu mengambil air itu dengan tangannya langsung dan mengusapnya ke luka Hasbi.
"Percikan Air itu Artinya agar dia sadar" pinta ustadz Manaf.
Arya hanya menuruti apa yang mereka katakan karena dia pun tidak bisa melakukan apa pun yang dia lakukan itu.
"Ustadz, lalu apa yang akan terjadi pada keris itu" tanya Arya.
"Kamu lemparkan keris itu ke tempat Nada jatuh siapa tau Allah bisa menyelamatkan Nada dan warga desa yang lain" bisik Ustadz Damar.
Arya lalu melangkah ke tengah kerumunan Orang Ki Ageng langsung meminta agar pengawalnya menghentikan Arya yang hendak membuang keris itu.
"Kalian tangkap anak itu jangan sampai biarkan dia lolos" Gertak Ki Ageng.
"Maaf Ki saya tidak berani untuk mengambil keris itu saya takut Ki" ngeles salah satu pengawal itu, tanpa ada kata ampun Ki Ageng langsung menyeburkan nya ke sungai merah itu.
Ki Ageng langsung berlari untuk mengambil keris dari Arya yang hendak Arya lemparkan ke dalam sungai merah itu.
__ADS_1
Di tarik Baju Arya oleh Ki Ageng,
"Lepaskan keris itu saya akan menyelamatkan orang tua kamu" bisik Ki Ageng dari belakang badan Arya.
"Jangan berharap" Gertak Arya.
Di saat posisi itu Arya dan Ki Ageng berebut tentang keris itu.
"Lepaskan dasar anak durhaka"
Terlemparlah keris itu ke arah Hasbi.
"Hasbi kamu nggk papa Bi, jangan kasih keris itu pada Ki Ageng Bi" Triak Arya.
Hasbi yang masih lemas itu tak kuasa untuk membuang keris itu tiba ada salah satu prajuritnya Ki Ageng yang sangat kejam tak sengaja mendorong Hasbi dan masuk lah Hasbi ke sungai itu bersama kerisnya.
"Hasbiiiiiii!!!!!!! " Triak Arya yang tidak percaya itu.
Ki Ageng yang sedang menahan Arya itu langsung tersungkur dan merasa lemas seolah kekuatannya telah lenyap di tangan para pemuda itu.
"Ustadz Hasbi.... gimana Ustadz" Rintih Arya
"Tooo... tolong saya tolong...... " rintih Ki Ageng.
Semua orang menghiraukan triakan Ki Ageng itu dan membiarkan Ki Ageng kesakitan,
__ADS_1
"Ayo... ayo.... ayo cepat selamatkan keluarga kita" triak salah satu warga.
"Arya Nak kamu yang tenang ya nak kamu jangan seperti ini nak" Bisik Bunda Arya.
"Bun Hasbi Nada dan Yasmin Bun Arya takut mereka kenapa kenapa bun"
"Tenang Ar kita berdoa aja ya semoga mereka bertiga tidak kenapa kenapa" tenang Ustadz Manaf.
Arya tetap saja menangis di pelukan Bundanya itu.
"Sudah Ya Arya kamu tenang ya" Kata Bu Mawar bunda Hasbi.
"Tan maafin Arya tan Arya nggk bisa jagain Hasbi maafin Arya juga Bun Arya nggk bisa jagain Nada bun Arya minta maaf bun"
"Sudah lah nak kamu jangan menyalahkan dirimu ini sudah takdir kita mau ngotot sekuat tenaga ya kita nggk akan bisa lah nak" tenang Ayah Arya.
Seketika Air sungai itu perlahan menjadi bening seperti sungai seperti umumnya.
"Pak saya mau nanya sungai ini jatuhnya di mana ya pak" Tanya Ustadz Manaf ke salah satu petinggi desa.
"Oh di sana pak dekat Hutan yang rindang itu biasanya jatuhnya di sana" jawab beliau.
"Arya kamu sekarang tenang dulu ya besok kita bisa mencari keluargamu " Bisik Ustadz Damar.
Mereka pun pulang ke desa itu dan meninggalkan Ki Ageng juga para pengikutnya.
__ADS_1