Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Kembali ke desa itu.


__ADS_3

Malam itu begitu dingin membuat para jamaah dan juga yang lainnya merinding dengan cuaca dan juga dengan keadaan di sekitarnya.


Yasmin yang tertidur di gendongan Arya langsung terbangun dan menyebut nama Felly.


"Felly pergi jangan Felly nggk boleh pergi harus nungguin aku" jelas Yasmin.


Arya langsung menegur Yasmin untuk kembali tidur.


"Emm sepertinya besok adalah malam purnama" jelas Ustadz Damar.


Nada langsung terkejut dengan semua ini dia tidak menyangka bahwa besok adalah malam purnama.


"Jika kita tidak secepatnya kembali ke desa itu desa itu akan lenyap" jelas Nada.


"Apakah kalian ingin ikut dengan kami" tanya Arya pada rombongan yang lain.


"Iya tidak apa apa kami akan ikut kalian" jelas ustadz Manaf.


Semua orang berjalan dengan sempoyongan menahan kantuk dan menahan semua penderitaan.


"Ya Allah gini amat yak" jelas Bu Angel.


"BTW itu kek ada bau anyir" jelas Nada.


"Iya Da kek darah mens gitu" jawab Bu angel.

__ADS_1


Tiba tiba dari arah atas ada darah turun ke kepala Yasmin, Arya langsung terkejut dengan darah yang juga jatuh di tangan nya itu.


Arya langsung menoleh ke atas dan menemukan perempuan yang mukanya sudah hancur seperti di bantai dengan cara sadis.


"Allahuakbar apa itu" jelas Arya.


Nada langsung melindungi Yasmin yang sedang tertidur pulas itu.


Hantu itu berambut panjang mukanya hancur sebagain kaki kanannya seperti seekor ular dan kaki sebelah kirinya masih utuh manusia.


"Siapa kamu berani kamu sama dia" triak nada.


Ustadz Damar langsung menyuruh yang lain untuk pergi terlebih dahulu dan Ustadz Damar juga menyuruh Nada namun dia tidak mau meninggalkan ustadz Damar.


"Saya tidak akan meninggalkan ustadz sendiri di sini" jelas Nada.


"Tidak ada di sini tidak ada darah" jelas ustadz Damar.


"Ambilkan satu guci air merah di sana" jelas hantu itu.


"Ambil sendiri" triak nada


tak beberapa lama langsung hantu itu pergi se kedipan mata.


"Alhamdulillah ya Rabb udah pergi hantunya" jelas Ustadz Damar.

__ADS_1


"Kamu nggk kno knp kan Da"


"Enggk ustadz alhamdulillah baik baik saja" jelas Nada.


Nada dan ustadz Damar langsung mengikuti para rombongan lagi di saat melewati gua yang agak terang tiba tiba ada suara ******* dan rintihan.


"Tenang kalian jangan panik ini adalah arah sungai merah" jelas ustadz Damar.


"Berarti hampir deket dengan desa kita dong" tanya Nada.


Whaaaaaaaahhhhhhh........ tolong...............


Tiba tiba ada suara triakan perempuan dari dalam Gua.


"Astaghfirullah itu apaan itu haaaa apa itu ha" tanya Nada.


"Kita jalan aja nggk usah ngrasain itu paling paling itu cuma akal akalan mereka doang dan cuma buat njebak kita" jelas Arya.


Mereka semua pun ikut arahan dari Arya itu, mereka melanjutkan berjalan dengan air hujan yang menggenang di jalanan itu.


"Kak gimana sama masjid yang kita bangun dia baik baik aja kan masjid itu sebenernya tadi nangis lo kak dia nggk mau kalo di tinggal" jelas Yasmin sambil memejamkan matanya itu.


"Masjid itu udah ada penjaga nya lagi yah In syaa Allah kita bakal ke sana lagi" jelas Nada sambil mengelus kepala Yasmin.


"Tapi kan kak masjid itu udah tenggelam kak gimana caranya biar kita ketemu lagi masjid itu pasti masjid itu udah ancur lagi" jelas Yasmin.

__ADS_1


Yasmin dan Arya hanya diam saja mereka tidak bisa berkata apa pun mereka hanya menyisakan sesak di dada saja karena juga berat untuk meninggalkan masjid itu.


__ADS_2