
Setelah solat subuh orang itu bertanya pada Nada.
"Kamu kenal sama saya kan tadi saya masuk ke dalam mimpi kamu dan kakak kamu Jazakallah sudah menunggu saya sehingga saya bisa solat berjamaah bersama kalian" kata bapak itu.
"'Afwan pak iya bapak ini siapa ya kalo boleh tau" tanya Nada.
"Iya pak dan sedang apa bapak di sini" tambah Arya.
Saya adalah salah satu guru di pondok pesantren yang tidak jauh dari sini saya di buang ke sungai merah itu namun berkat saya berdoa kepada Allah saya bisa keluar dari sungai itu" jelas pak itu.
"Nama saya Ustdz Damar" kenal pak Damar itu.
"Oh gitu ya pak ustadz berarti tau tentang kejadian yang menimpa desa kami" tanya Nada.
"Haha iya benar sekali saya tau tentang itu dan hampir semua warga pasti tau tentang saya" jawab ustadz Damar.
"Jadi kronologinya bagaimana kita pergi ke sini hanya ingin mencari tau dan membantu desa itu" jelas Nada.
"Iya Ustadz bagaimana Yasmin pingin liat Uma sama Abah Yasmin" pinta Yasmin.
"Kalian sudah 5 bulan di sini?" Tanya Ustadz Damar.
"Iya Ustadz kami selama 5 bulan ini tinggal di salah satu kampung di bawah bukit ini" jelas Nada.
Ustadz Damar langsung menggelengkan kepala selama ini tidak ada orang yang mengetahui ada desa di balik bukit itu.
"Apakah kalian semua anak santri dan kalian sudah Hafidz" tanya Ustadz Damar.
__ADS_1
"Ya Alhamdulillah Ustadz kami sudah khatam Al Qur'an dan beberapa ilmu juga kami sudah belajar" jelas Arya.
Ustadz Damar lalu menatap Yasmin dengan begitu cintanya.
"Yasmin kamu kangen sama Felly nak" tanya Ustadz Damar.
Yasmin langsung kaget dengan semua ini.
"Ustadz tau Felly? iya Ustadz Yasmin pinginnnnnn banget ketemu sama Felly" jawab Yasmin.
"Kamu bisa melihat dia namun kamu harus kuat dan tidak boleh mengambil sesuatu di saat kamu bertemu dengan Felly dan kamu akan di asah kemampuan kamu untuk mendapatkan Felly lagi bersama kamu" jelas Ustadz Damar.
"Emng Ustadz dimana sekarang Felly dia baik baik saja kan" tanya Bu Angel.
"Tidak dia tidak baik baik saja sekarang dia berada di salah satu hutan merah di sana banyak penghuni lagi banyak juga darah tumbal" jelas Ustadz Damar.
"Ustadz bisakah Yasmin mengembalikan Felly bersama dengan Yasmin lagi" tanya Yasmin.
"Jika kamu tidak bisa mendapatkan Felly di sini kamu akan berjumpa in syaa Allah di sana namun jika kamu mendapatkan Felly ke sini hanya bisa melihat Arwah nya yang marah itu" jelas Ustadz Damar.
"Arwah yang marah kenapa dia marah" tanya Bu angel.
"Sebenarnya Bu di saat semua keluarga Felly itu kembali ke rumahnya jenazahnya Felly itu di ambil sama Papanya dan di buang di sungai merah itu" jelas Nada.
"Sungai merah itu adalah jalur dari sungai kesucian yang kalian sudah pernah lihat namun karena sungai kesucian itu di lindungi oleh orang orang yang baik maka dari hulu sungai sampai ke hilir sungai berwarna merah" jelas Ustadz Damar.
"Trus dia akan mengalir ke mana Ustadz apakah di bawah itu ada danau yang lebih besar atau bagaimana" Tanya Yasmin.
__ADS_1
"Yasmin kamu tau tidak air dari sungai merah itu tidak dapat turun namun jika ada orang yang menyebrangi sungai itu dia akan di lahab oleh sungai itu" jelas Ustadz Damar.
"Melahabnya itu dengan cara dia meninggikan air nya atau bagaimana" tanya Bu angel.
Ustadz Damar langsung tersenyum dengan mengatakan ia.
"Trus Ustadz bagaimana caranya memulihkan desa itu karena setiap kita masuk ke desa itu pasti gelap walau ada cahaya dan setiap siang juga tidak ada cahaya semua warga hanya mengandalkan lampu" tanya Nada.
Ustadz Damar dan kak Arya langsung berjalan pergi ke pintu Gua itu dan menyaksikan desa yang gelap itu.
"Ya Allah ternyata jauh banget kak desanya padahalkan kemarin kita pergi itu kan nggk terlalu jauh" tanya Yasmin.
"Ketika ada orang yang sudah keluar dari desa itu dan menjadi seorang Hafidz dia akan kesusahan mencari desa itu kecuali ia pergi ke gunung ini" tegas Arya.
Tak beberapa lama ada mahluk bermata merah yang keluar dari pusaran kehitaman desa itu.
"Astaghfirullah kakDa itu apaan itu mahluk apaan" Tanya Yasmin.
"Itu adalah pembawa petaka satu pekan lagi akan ada gerhana bulan dan mahluk itu akan menjadi kuat dan setelah gerhana bulan jika terjadi malam purnama desa itu akan kembali terang" jelas Ustadz Damar.
Yasmin langsung berfikir bahwa desa itu tidak akan ada apa apa lagi.
"Jadi desa aku boleh lagi bisa cerah dong Ustadz" tanya Yasmin.
"Tidak di saat desa itu cerah tidak seperti biasanya keesokan harinya akan banyak orang yang meninggal dengan cara miris dan mereka tidak terkubur kan namun di buang di sungai merah itu" jelas Ustadz Damar.
Yasmin langsung menangis mendengar kabar seperti itu ia tidak mau kedua orang tua nya itu meninggal tidak wajar.
__ADS_1