
Mereka berempat di ajak mereka ke dalam satu ruangan yang sangat pengap dan sangat bau, "Pak kenapa kita di ajak ke sini di mana orang tua kita" tanya Nada.
Orang itu hanya diam tak menjawab Nada keadaan juga mulai tidak nyaman semua yang di situ merasa heran dengan tingkah bapak itu "Kenapa pertanyaan kita nggk di jawab ya sama bapaknya" tanya Arya.
"Aku ngk tau ya tapi kok perasaan aku nggk enak ya" jawab Hasbi.
Tibalah di sungai kesucian Nada dan Yasmin tiba tiba melangkah dan menceburkan diri ke dalam sungai itu.
"Astaga Dek ya Allah kamu jangan masuk" jelas Arya yang berusaha meraih tangan Nada dan Yasmin.
"Lepaskan mereka mereka akan selamat tidak perlu takut" bisik orang itu dan akhirnya orang misterius itu berjalan mengarah ke segrombolan prajurit Ki Ageng.
"Sebenernya itu siapa Ya apa itu prajuritnya ki ageng" Tanya Hasbi heran.
"Mana mungkin lah tapi kok dia baik sekali ya"
Tak berapa lama Nada dan Yasmin mengangkat dirinya itu dan berjalan menghiraukan Arya dan Hasbi.
"Ya Allah Bi nggk enak perasaan aku Bi" bisik Arya.
Pada saat masuk ke desa itu tiba tiba Nada dan Yasmin baru tersadar apa yang sudah terjadi.
Para warga ber triakan meminta ampunan pada Ki Ageng mereka takut pada Ki Ageng.
Abah jangan siksa mas Joko jangan siksa dia. tangis salah satu warga itu.
"Kak Arya kenapa wanita itu bilang bahwa dia abah selagi yang lain memanggilnya dengan julukan Ki" tanya Nada.
"Kakak juga tidak tau" jawab Arya.
Tiba tiba suara Tamparan yang sangat keras itu terdengar dari samping Arya.
Pllllaaaaaaakkkkkkk!!!!!!.
Suara itu membuat Arya geram pada Ki Ageng sampai Arya memukul salah satu panglima Ki Ageng,
"Oh anak kurang ajar kamu harus di Hukum" bentak panglima itu.
Panglima itu tidak berani dengan bentakan Arya yang sangat mirip seperti harimau itu.
"Ibu tidak apa apa bu" Tanya Nada.
"Tidak nak tidak" jawab ibu itu sambil meneteskan air matanya.
Suara sabetan dari rotan terbunyi juga di ikuti dengan suara triakan minta ampun.
Plak!!!!!! plak!!!!!! plak!!!!!!........................
__ADS_1
Ibu itu langsung menangis histeris ia tau bahwa itu adalah suami mereka.
Setelah sepuluh kali sabetan para panglima Ki Ageng mengajak istrinya itu dengan cara paksa untuk menemui suaminya yang sudah memerah badannya.
"Ya Allah Mas kamu seperti ini"
Arya Nada dan Hasbi melangkah mengikuti ibu itu dan duduk di samping ibu itu.
"Dek mas minta sama kamu, tolong kamu cari anak anak ya dek" rintih suaminya itu.
kedua wanita itu hanya menangis tak kuasa menahan semua ini.
"Mas Adek mau nyari mereka kemana mas adek juga nggk tau ibu bawa mereka kemana" jawab wanita yang di sebelah Nada.
Nada langsung memegang pipi laki laki itu dan Hasbi memegang tangan wanita yang bersama dengan laki laki yang satunya.
Seolah ada ikatan batin di antara mereka,
"Kenapa lukanya menjadi bercahaya" tanya Nada.
Ibu itu langsung memeluk Nada dan Arya mereka tau apa yang akan terjadi di balik itu ibu itu juga merasa sedih dengan jalur ceritanya.
"Kenapa lukanya menjadi bercahaya apa yang terjadi dan badanya juga tidak memar lagi" tanya Arya.
Tiba tiba dari arah belakang,prajurit Ki Ageng langsung menarik dari belakng Nada dengan kasar yang membuat Arya Murka karena dia pun tidak pernah melakukan hal demi kian pada adiknya kenapa orang asing berani untuk melakukan hal demi kian apa lagi pada perempuan, tak cuma Arya hasbi pun geram melihat dia.
Mereka berempat di ajak mereka ke dalam satu ruangan yang sangat pengap dan sangat bau, "Pak kenapa kita di ajak ke sini di mana orang tua kita" tanya Nada.
Orang itu hanya diam tak menjawab Nada keadaan juga mulai tidak nyaman semua yang di situ merasa heran dengan tingkah bapak itu "Kenapa pertanyaan kita nggk di jawab ya sama bapaknya" tanya Arya.
"Aku ngk tau ya tapi kok perasaan aku nggk enak ya" jawab Hasbi.
Tibalah di sungai kesucian Nada dan Yasmin tiba tiba melangkah dan menceburkan diri ke dalam sungai itu.
"Astaga Dek ya Allah kamu jangan masuk" jelas Arya yang berusaha meraih tangan Nada dan Yasmin.
"Lepaskan mereka mereka akan selamat tidak perlu takut" bisik orang itu dan akhirnya orang misterius itu berjalan mengarah ke segrombolan prajurit Ki Ageng.
"Sebenernya itu siapa Ya apa itu prajuritnya ki ageng" Tanya Hasbi heran.
"Mana mungkin lah tapi kok dia baik sekali ya"
Tak berapa lama Nada dan Yasmin mengangkat dirinya itu dan berjalan menghiraukan Arya dan Hasbi.
"Ya Allah Bi nggk enak perasaan aku Bi" bisik Arya.
Pada saat masuk ke desa itu tiba tiba Nada dan Yasmin baru tersadar apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
Para warga ber triakan meminta ampunan pada Ki Ageng mereka takut pada Ki Ageng.
Abah jangan siksa mas Joko jangan siksa dia. tangis salah satu warga itu.
"Kak Arya kenapa wanita itu bilang bahwa dia abah selagi yang lain memanggilnya dengan julukan Ki" tanya Nada.
"Kakak juga tidak tau" jawab Arya.
Tiba tiba suara Tamparan yang sangat keras itu terdengar dari samping Arya.
Pllllaaaaaaakkkkkkk!!!!!!.
Suara itu membuat Arya geram pada Ki Ageng sampai Arya memukul salah satu panglima Ki Ageng,
"Oh anak kurang ajar kamu harus di Hukum" bentak panglima itu.
Panglima itu tidak berani dengan bentakan Arya yang sangat mirip seperti harimau itu.
"Ibu tidak apa apa bu" Tanya Nada.
"Tidak nak tidak" jawab ibu itu sambil meneteskan air matanya.
Suara sabetan dari rotan terbunyi juga di ikuti dengan suara triakan minta ampun.
Plak!!!!!! plak!!!!!! plak!!!!!!........................
Ibu itu langsung menangis histeris ia tau bahwa itu adalah suami mereka.
Setelah sepuluh kali sabetan para panglima Ki Ageng mengajak istrinya itu dengan cara paksa untuk menemui suaminya yang sudah memerah badannya.
"Ya Allah Mas kamu seperti ini"
Arya Nada dan Hasbi melangkah mengikuti ibu itu dan duduk di samping ibu itu.
"Dek mas minta sama kamu, tolong kamu cari anak anak ya dek" rintih suaminya itu.
kedua wanita itu hanya menangis tak kuasa menahan semua ini.
"Mas Adek mau nyari mereka kemana mas adek juga nggk tau ibu bawa mereka kemana" jawab wanita yang di sebelah Nada.
Nada langsung memegang pipi laki laki itu dan Hasbi memegang tangan wanita yang bersama dengan laki laki yang satunya.
Seolah ada ikatan batin di antara mereka,
"Kenapa lukanya menjadi bercahaya" tanya Nada.
Ibu itu langsung memeluk Nada dan Arya mereka tau apa yang akan terjadi di balik itu ibu itu juga merasa sedih dengan jalur ceritanya.
__ADS_1
"Kenapa lukanya menjadi bercahaya apa yang terjadi dan badanya juga tidak memar lagi" tanya Arya.
Tiba tiba dari arah belakang,prajurit Ki Ageng langsung menarik dari belakng Nada dengan kasar yang membuat Arya Murka karena dia pun tidak pernah melakukan hal demi kian pada adiknya kenapa orang asing berani untuk melakukan hal demi kian apa lagi pada perempuan, tak cuma Arya hasbi pun geram melihat dia.