
Nada yang membantu nenek itu membawa kayu ke rumahnya itu mendalami semua cerita yang terjadi di kampung itu.
Sesampainya di gubuk yang sudah ingin jatuh itu dan persediaan makanan di sana juga tidak menjamin kebutuhan hidup sehari hari.
"Maaf Cu kalian dari desa itu ya" Tanya nenek itu sambil menghidangkan minuman pada tamunya.
"Iya nek kami dari desa itu, nenek kenapa kok malam malam malah cari kayu bakar emng nenek nggk takut" tanya Bu angel.
"Mana mungkin dia takut dia kan Hafidzah dulu" tegas Nada.
Nenek itu langsung tertawa karena ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya dia itu.
"Cu kamu mandi yuk sama nenek biar kehitaman itu bisa hilang" ajak nenek pada Bu angel.
"Iya Bu ibu mandi aja sana sama nenek" ajak Nada.
Karena Bu Angel sudah percaya dengan Nada ia langsung mandi di temani oleh nenek itu.
Di saat Bu angel sedang Mandi arwah yang ada di tubuhnya hilang dan lenyap tanpa membuat Bu angel kenapa kenapa hanya pingsan sesaat.
Setelah Bu Angel siuman datanglah kakek yang menggunakan Sarung juga peci masuk ke rumah Nenek Minah itu.
"Asalamualaikum" kata kakek itu.
__ADS_1
"Waalaikumsalam kek" jawab semua orang.
"wah udah lama nggk ada kunjungan nih" sapa kakek Tomo.
"Haha iya ya kek jarang warga di sini hanya sesekali lewat dan lalu lalang saja" jawab Nek minah.
Nada dan Arya langsung terkejut dengan perkataan nek Minah,
"Ha orang? maaf nek bukanya di sini cuma ada nenek dan juga kakek yah" tanya Arya.
"Haha enggk Cu kami di sini banyak orang kok" jawab Nek Minah.
"Dan kalo boleh tau kakek tadi habis dari mana kek" tanya Nada.
"Kakek habis dari masjid di sana" jawab Kakek Tomo.
"Heran warga yang kelihatan sedikit mereka berbondong bondong membangun masjid sedangkan di sana banyak warga satu masjid atau musola pun tidak di dirikan aneh" kata Arya.
"Kek maaf desa kami banyak yang menggunakan tumbal pesugihan bagaimana caranya agar desa kami kembali seperti dulu" pinta Bu angel.
"Dulu ada seseorang di kampung kalian itu banyak yang di pesantren banyak yang jadi hafidz juga banyak, dulu rakyat kita hidup makmur dan tentram jadi banyak yang iri dengan kehidupan warga kita" jelas Kakek Tomo.
"Trus gimana kek kalo buat ngilangin kutukan atau kehitaman yang ada di desa kami" tanya Yasmin.
__ADS_1
"Hanya ada 4 orang yang mampu menjadi perebut desa itu" jelas Nenek Minah.
"Ha 4 orang?????? " heran Yasmin.
"Ya dek keempat mereka itu harus menjadi hafidz dulu" jawab Nada.
"Ya benar kamu bukan warga asli sini kan kalian bisa membantu " jawab kakek Tomo.
Hari mulai malam menjelang pukul 09.00 Nada tidak bisa tidur di sana akhirnya dia ingin keluar untuk mencari udara segar.
"Nada kamu mau kemana jangan keluar" tegas Kakek.
"Em iya kek maaf saya hanya ingin mencari udara segar saja maaf ya kek" sopan Nada.
Nada langsung masuk dan tidur kembali, baru saja beberapa menit Nada di kejutkan oleh suara triakan anak kecil.
"Haaaaaaaaaaaa!!!!!!!!! " Triak anak itu.
Nada langsung kaget dan juga Nek Minah juga terkejut,
"Siapa itu malam malam triak triak" tanya Nada.
"Biasa nya juga gitu nak banyak orang yang bertriak triak di sini setiap malam tapi bukan warga sini" jelas nek Minah.
__ADS_1
"Ha bukan warga sini trus warga mana nek apa di sini ada desa lagi" Tanya Yasmin.
"Itu suara dari sungai di belakang itu adalah sungai tersuci di desa ini tidak akan ada para orang jahat yang bisa duduk bersemedi si sini kecuali orang desa sini yang memiliki hati yang mulia" jawab nek Minah