Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Sebuah Peta


__ADS_3

Sayup angin terasa di tulang Nada yang sedang duduk di ruang Tamu,Hasbi yang melihat hal itu langsung menghampiri Nada dan mengajaknya berbicara.


"Da weh bengong mulu kamu" bisik Hasbi.


"Hah enggk kok kak" jawab Nada agak lemas.


"Kamu kenapa Da kok keknya lagi nggk semangat gitu si lagi ada masalah yah" tanya Hasbi.


Nada langsung menatap Hasbi penuh harap ia ingin menceritakan semua keluh kesahnya itu dan berharap Hasbi ada ide untuk ini semua.


"Tadi pas aku kerasukan aku langsung inget Ayah Sama Bunda" jawab Nada sambil menundukan Kepala.


"Dari aku masuk ke SD aku nggk liat Ayah dan Bunda yang selalu nemenin aku sampai sekarang Ayah dan Bunda nggk tau tinggal di mana sekarang aku nggk pernah denger kabar dari mereka, kak Arya berharap kalo Ayah sama Bunda masih baik baik saja" jelas Nada.


"Udah berapa taun kamu nggk ketemu sama Orang tua kamu" tanya Hasbi


"Tujuh taun kak".


" Selama ini kalo aku tanya keberadaan mama sama nenek pasti nenek langsung sedih sampai nangis" bisik Nada sambil mengusap Air mata.


"Setiap aku tanya sama kak Arya juga kak Arya nggk tau orang tua kami di mana" jelas Nada.


"Tapi da apa kamu pas masuk ke desa ini tidak merasakan kenyamanan ataupun apa gitu" tanya Hasbi.


"Yah Kak aku merasa bahwa di sini ada separuh dari kenanganku sama orang tua ku tapi yang aneh nya masa ia aku di sini baru beberapa bulan" jelas Nada.


Di saat Nada dan Hasbi sedang mengobrol tiba tiba ada suara kaca pecah dari depan.


Praaaaaannnggg!!!!!!!!.


"Astaghfirullah apa itu" triak Nada.

__ADS_1


"Bentar aku cek dulu" bisik Hasbi.


Hasbi lalu melangkah ke sumber suara itu dan menemukan sepucuk surat.


"Dek ada apa dek tadi ada suara dari luar suara apa" tanya Arya.


"Aku juga nggk tau kak, ayo kita ke kak Hasbi" jawab Nada.


Arya dan Nada langsung menuju ke Hasbi yang sedang mengambil sepucuk surat.


"Bi ada apa" tanya Arya.


"Ini Ya ada 3 surat buat kita bertiga" jawab Hasbi.


"Surat ini di lempar dari mana kacanya ada nggk pecah kok" tanya Nada.


Mereka bertiga langsung bengong dengan apa yang nada bicarakan.


" Peta kak kita dapet Peta apa ini" tanya Nada.


Keluar dari rumah !!!!!!!


pergi ke luar tolong kami kami ingin bertemu dengan Anak anak kami..............


isi surat itu membuat Nada langsung bertriak memanggil nama Bundanya.


"Bunda! " Triak Nada.


"Dek apaan si nggk usah triak triak" bisik Arya.


"Nggk kak ayo kita ikutin kata mereka ayo cepetan" ngeyel Nada.

__ADS_1


"Tapi Da kalo ini cuma jebakan gimana da" tanya Hasbi.


"udah nurut apa kata aku ayok bawa peta itu kakak ayo" triak Nada.


Akhirnya mereka berdua keluar di dalam perjalanan itu tidak ada siapa siapa yang berjalan di sana kecuali mereka bertiga.


"Sepi banget ya" bisik Hasbi.


Tiba tiba ada kakek yang menghampiri mereka.


"Kalian mau kemana malam malam seperti ini" tanya Kakek itu.


Nada yang tau kakek itu siapa .


"Kakek Abbas ya?" tanya Nada.


Kakek itu langsung membuka tutup wajahnya itu langsung mengajak mereka bertiga agar ikut ke tempat peta itu.


Namun di dalam perjalanan Kakek abas langsung pingsan entah kenapa.


Bruk...


"Kak Kakek Abbas" triak Nada.


Arya dan Hasbi langsung menyuruh Nada agar pergi dari tempat itu karena ada sosok siluman Merayap.


"Da kamu pergi dari sini cepetan Lari!!!" Triak Hasbi.


"Ta.. ta... pi kak?"


"Udah Dek sana pergi dulu saja" triak Arya.

__ADS_1


Nada langsung Lari meninggalkan Hasbi dan Arya dia berjalan mengarah ke peta itu.


__ADS_2