Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Nada Nekat


__ADS_3

Di Rumah kakek itu nada tidak nyaman karena takut ustadz Damar dan ustadz Manaf kenapa kenapa.


"Kak aku keluar dulu yah" triak Nada sambil berjalan.


"Dek mau kemana dek" triak Arya yang kakinya itu sedang kesleo.


"Aku yang temenin ya Ar biar aku jagain nada" jelas Hasbi.


"Iya jagain Nada ya kalo ada apa apa langsung ngomong gw"


Hasbi lalu mengejar Nada yang sudah agak jauh, setelah mereka berdua jalan sudah agak jauh dari rumah itu tiba tiba hasbi mendengar ada orang yang sedang membaca Ayat ayat Al-Quran.


"Nada sebentar itu kaya suara ustadz Manaf" bisik Hasbi.


"Oh ya kah itu asalnya dari mana yah" cemas Nada.


"Kita jalan ke sebelah kanan aja yuk" ajak Hasbi.


Lalu mereka berdua berjalan ke arah kanan tak di sangka di sana suara itu semakin jelas lalu mereka menemukan salah satu gubug yang hampir jatuh.


"Asalamualaikum ustadz" bisik Nada.


"Waalaikumsalam ya Allah trima kasih ya Allah" jawab ustadz Damar.


Nada dan Arya lalu mencari benda agar kuncinya itu bisa terbuka, ia menemukan kunci yang tergletak di pinggir pintu itu.

__ADS_1


"Ayo kak jangan sampai kita ketauan" bisik Nada.


Hasbi begitu hati hati saat membuka kunci itu.


Setelah selesai mereka berdua keluar dari tempat itu.


"Ayok buruan jangan sampai kita ketauan ayok" jelas Nada.


Tiba tiba Nada yang paling belakang itu langsung di sekap dan meminta tolong.


"Kak Hasbi tolong" triak Nada.


Hasbi langsung peka nada terjadi apa apa lalu ia bertriak agar Nada di lepaskan.


"Woy jangan bawa Nada" triak Hasbi.


Hasbi lalu berlari agar nada tidak kenapa kenapa.


Tak di sangka ada jebakan yang menanti Hasbi, hasbi terperangkap lalu terguling ke Jurang di depan Mata Nada.


"Kak Hasbi!!!!!! " Triak Nada.


"Ayok cepetan ikut saya akan saya kasih kamu ke tuan kami ayok cepatan" triak pengawal itu.


"Cari keberadaan Anak laki laki itu dan bawa menghadap Ki Ageng" Bantah salah satu pengawal itu.

__ADS_1


Nada hanya bisa pasrah dan bersabar ia khawatir apa yang akan terjadi pada Hasbi yang di bawah itu apa dia akan di siksa atau tidak pikiran Nada hanya terbayang seperti itu.


Sesampainya di hadapan Ki Ageng ia menatap Nada dengan penuh *****.


Sesaat ki ageng ingin memegang tiba tiba dia terjungkal ke belakangan tanpa ada yang mendorongnya.


"Hah kamu tidak bisa saya pegang" bisik Ki Ageng.


"Bawa dia masuk ke kamar trus kunci jangan biarkan dia lolos dari siapa pun" bantah Ki Ageng.


Nada langsung di bawa ke suatu ruangan yang sempit dan tidak ada ventilasi satu pun.


"Argh... gerah banget gimana ini aku laper kak Hasbi di mana coba" cemas Nada.


"Kamu tunggu di sini kamu tidak boleh keluar" bentak salah satu pengawal itu.


"Kalo mau kencing gw di sini gitu blo on amat woy" bisik Nada dalam Hati.


"Woy Ki Ageng kalo kamu ingin saya kamu tidak boleh mengambil Teman saya" triak Nada.


Ki Ageng yang tau ada teman dia langsung menyuruh pengawalnya untuk menangkap dia.


"Ya Allah Kak Hasbi ada di mana aku takut kak Hasbi kenapa kenapa" bisik Nada.


Nada hanya bisa pasrah dan berdoa menjalani cobaan itu, Nada menghawatirkan Arya yang sedang sakit dan Hasbi yang terjatuh di jurang.

__ADS_1


Tak beberapa lama ki Ageng kemudian berjalan bersama salah satu perempuan dan membukakan pintu pada kamar yang berisi ustadz Damar dan Ustadz Manaf.


__ADS_2