
Abah Yasmin, Hasbi dan Nada sedang berjalan menuju rumah Kakek itu, "Nada, Saya harus menyelamatkan Istri saya terlebih dahulu" bisik Abah Yasmin.
"Jangan om ini keadaanya sedang gawat jangan berjalan di sini terlebih dahulu" jelas nada.
"Ya om kita pulang dulu ke rumah Yasmin sudah kangen sama om" tambah Hasbi.
Abah Yasmin yang bingung itu mengikuti apa kata Hasbi dan Nada , tiba lah di gang masuk rumah tiba tiba ada segrombolan orang memakai jubah mengarah ke sungai.
Nada yang melihat itu langsung mengejar orang orang tersebut.
"Nada!!! " Triak Hasbi.
"Om masuk ke rumah dulu ya om Saya mau ngejar Nada" jelas Hasbi.
Hasbi lalu mengejar Nada mengikuti orang itu.
"Mana lagi orang itu tadi perasaan aja 5 orang ke arah sini" heran Nada.
"Nada! kamu bisa engk si kalo jalan itu ngomong dulu kalo kamu kenapa kenapa gimana Coba" Triak Hasbi.
Nada yang terkejut itu langsung menatap Hasbi dan tertawa lepas.
"Ketawa kamu nggk lucu tau" jawab Hasbi.
"Kakak kalo lagi marah lucu juga yeah" ledek Nada.
"Hah apa, Emng tadi kamu liat apa si Da kok sampai segitunya" Tanya Hasbi.
__ADS_1
Nada langsung meraih Tangan Hasbi dan mengikuti segrombolan manusia Jubah itu.
"Da kenap"tanya Hasbi, blm juga selesai mulut Hasbi langsung di tutup oleh Nada.
" Kak diem dulu mereka itu kenapa ya kok ke sungai merah itu" tanya Nada.
"Mana aku tau si Da kalo aku tau ngapain juga kita kek gini" jawab Hasbi.
Tiba tiba dari arah berlawanan ada prajurit Ki Ageng bersama wanita yang seluruh tubuhnya di tutup oleh kain.
"Da kita pergi dari sini kita pulang yuk" ajak Hasbi sambil mengajak Nada pergi dari tempat itu.
Setiba nya di rumah Arya langsung merasa Aman karena mereka selamat.
"Emm kek apa bener rumah ini itu kalo di liat orang lain itu nggk keliatan ya kek?" Tanya Nada.
Hasbi dan yang lainnya itu hanya termenung.
"Kak gimana ya keadaan ustadz Damar sama ustadz manaf apa mereka baik baik saja" tanya Yasmin yang sedang tertidur di pangkuan Ayahnya.
"Oh ya om, om kok bisa sih nggk di apa apain sama mereka padahal ruangan yang tadi om singgah itu adalah tempat pembantaian kan om?" tanya Nada.
"Saya tidak tau tiba tiba ada salah satu orang berpakaian putih langsung menyuruh agar masuk ke dalam lemari itu" jawab Abah Yasmin.
"Abah Uma di mana Yasmin pingin lihat Uma Abah" tanya Yasmin.
Abah Yasmin langsung menangis mendengar perkataan itu.
__ADS_1
"Abah jangan Nangis Yasmin nggk akan tanya Uma lagi" jelas Yasmin sambil memeluk abahnya itu.
Nada lalu keluar bersama Felly, "Kak Yasmin nggk bisa liat aku lagi ya" tanya Felly.
"Enggk dek Yasmin nggk bisa liat kamu kalo Yasmin liat kamu tadi dia sangat bahagia" jawab Nada.
Tiba tiba Nada kemasukan Arwah dari salah satu klompok itu.
"KakDa ini kakDa bukan?" tanya Felly.
Nada langsung berjalan menuju ruangan tempat berkumpul dan duduk seperti orang yang penting.
"Besok pagi akan ada penyiksaan" bisik Nada.
"Ha penyiksaan apa Da" tanya Firman.
"Ini bukan Nada" jelas Hasbi.
"Besok pagi ada penyiksaan besok pagi akan cerah seperti hal biasanya di situ batu berdiri dan di atas" bisik Nada.
"Maksudnya batu gitu gimana yak" tanya Arya.
Seolah olah Nada langsung terbangun dan memegang tangan Arya.
"Kenapa dek maksud dia apa dek" tanya Arya.
"Ke bongkaran akan terjadi kak ada rahasia yang selama ini kita berdua tidak tau" jelas Nada.
__ADS_1