
Ki Ageng semakin murka dan benar benar marah,
"Siapa tadi yang menceburkan mereka, tangkap dia!!" bentak Ki Ageng pada Pengawalnya.
Arya sangat lah merasa kehilangan Adiknya itu yang benar benar merasakan sekali.
"Bi Nada Bi gimana tolong Bi" rintih Arya.
"Sabar Ya ini sudah terjadi kita harus bagaimana," Jelas Hasbi.
Arya dan hasbi yang sedang duduk berdua itu tak perduli mereka membicarakan apa pun.
Ambil keris itu dan selamatkan kami.
suara yang terdengar dari telinga Hasbi dan Arya secara bersamaan.
"Ar denger nggk suruh ngambil keris di gua"
"Dan menyelamatkan kami.... maksud nya apa Bi" tanya Arya.
"Udah sekarang kita ke Gua saja siapa tau ini adalah sebuah tanda ayok cepetan" tegas Hasbi.
"Tapi bi gimana sama Nada dan Yasmin Bi aku nggk tega"
"Udah Ar kita serahin semua sama Allah mungkin ini adalah petunjuk biar Nada dan Yasmin bisa selamat sekarang kita ngambil keris itu dulu yuk" ajak Hasbi.
Arya menuruti apa kata Hasbi dia ikut bersama Hasbi melangkah menuju gua itu meninggalkan orang orang di sekitar nya.
Walau berat hati Arya meninggalkan Nada namun di pikirannya itu hanyalah Nada.
"Ar tadi kayaknya suaranya Ustadz Damar ya" tanya Hasbi.
"Iya jelas banget suaranya ustadz Damar" jawab Arya.
__ADS_1
"Di sini di mana guanya" tanya balik Arya.
"Ngk tau juga Ar apa gua yang kita denger ada suara cewek minta tolong ya" tanya Hasbi.
"Kek nya iya deh Bi ya udah kita ke sana aja" ajak Arya.
Di dalam perjalanan Hasbi dan Arya tidak berhenti berdoa untuk meminta pertolongan dari Allah, mereka tak berhenti melangkah.
Zzzzeeeeeezzzzztttttzzttttt.......
"Allah, itu suara apa Ar" tanya Hasbi.
"Lu jangan ngadep ke belakang kita ngumpet di belakang pohon itu dan jangan sampai ada cahaya oke" jawab Arya.
Arya dan Hasbi melangkah secara pelan pelan berharap Lampor itu tidak mengikuti dia.
"Jangan sampai ada cahaya sampai menerangi kita lu berani kan gelap"
zeeetttz.............. BBbbbbruuuukkkkkkk!!!!!!!!.
"Jangan sampai kaget ya Bi nanti kita ketahuan sama Lampor itu jangan sampai kita ketangkap" Bisik Arya.
Setelah lama menunggu Hasbi dan Arya langsung melangkah menuju goa itu.
"Ar.. Lampor itu bawa kranda kek nya di dalem nya ada orangnya deh" bisik Hasbi yang berjalan di belakang kranda itu.
Zett.
"Ngumpet Ar.... " tarik Hasbi ke tangan Arya.
"Bi kayaknya yah itu Felly Bi" jawab Arya.
"Felly itu siapa temen nya Yasmin bukan" Tanya Arya.
__ADS_1
"Iyah temennya Yasmin yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu itu,"
"Kenapa jazadnya masih utuh dan kenapa juga di ambil sama Lampor bukannya Lampor itu ngambilnya orang yang belum di kubur ya"
"Nggk tau juga aku sama masalah kek gitu".
Ngok.... ngok.... ngo...... ngggoooookkk.........
" Suara Babi di belakang kita Woy balik enggk"tanya Hasbi.
"Bukan itu bukan suara Babi"
"Lantas apa Ar kalo bukan babi kucing gitu ya kali kucing bunyinya kek gitu"
"Bukan kucing kalo kucing bunyinya itu Mbeeeeeeeelllllllooookkkkkk" ledek Arya.
"Semprul kamu trus apa dong Ar kalo bukan Babi".
" Suara mbk kunti di samping kiri kamu"jawab Arya dengan tenang.
"Oohh mbak kunti yah udah biasa aku liat jadi mbk jangan brisik ya kalo mau ngumpet sama kita okey" rayu Hasbi.
"Udah lah Bi kita jalan ke Goa lagi aja lah bau banget di sini ada mbk kunti" ajak Arya.
Hasbi dan Arya lalu berjalan perlahan untuk pergi ke Goa itu,
"Lah gw bau padahal gw tadi udah mandi dan kenapa mereka nggk takut sama kuntilanak padahal kan serem muka gw" bisik mbk Kunti itu.
"Kita takut sama kamu muka kita lebih serem dari pada muka kamu" jawab Arya yang balik lagi ke pohon itu.
"Udah mbk tidur udah malem jangan ganggu kita oke kita mau jalan jalan" ledek Hasbi.
Hasbi dan Arya sebenernya takut melihat wajah mbk kunti yang mukannya sudah benar benar hancur untuk di lihatnya itu dan baunya yang sangat Amis yang sangat menusuk sampai ke hidung.
__ADS_1