Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Cerita itu


__ADS_3

Nada, Arya, dan Hasbi masih belum paham tentang hal itu.


"Lantas kek kemana anak guru itu dan suaminya" tanya Hasbi.


"Dulu pada saat anak anak mereka di bawa ke salah satu rumah keluarganya di semarang, mbah Putri itu pergi ke Semarang bersama tiga cucunya" jelas Jesika.


"Sudah berapa tahun mbah sepasang suami itu menghilang" tanya Nada.


"Hampir.... 10 tahun, di saat kehilangannya mereka banyak setiap malam pasti ada rintihan di rumah ini mereka meminta ingin menemui anak anak nya" jelas Mbah Sur.


Hasbi langsung terkejut dengan perkataan Mbah Sur itu.


"Mbah kedatangan kami ke sini berawal dari surat yang kami temukan di rumah kami ini"jelas Hasbi.


" Ya mbh di isi surat itu ada peta dan pesan bahwa mereka ingin bertemu dengan Anaknya"tambah Arya.


Nada langsung mengulurkan semua benda itu ke hadapan Mbah Sur.


Sesaat mbah sur melihat tangan Nada yang begitu indah seperti tangan wanita yang hilang bersama suaminya itu.


"Tangan mu cantik seperti Damayati yang hilang itu" jelas Mbah Sur.


"Damayati???, itu namanya" tanya Nada.


"Enggeh ndok namine Damayati leres,wedok seng setia karo bojone lan ra intok anake kenang apa apa" jelas Bibi


Tiba tiba Nada mendengar nama itu langsung pusing seperti menanggung semua memori.

__ADS_1


"Aaaarrrrgggggg.... kak aku pusing banget" bisik Nada.


"Kamu nggk papa dek" tanya Arya.


"Enggk aku pusing banget nggk tau kenapa kak" bisik Nada.


Nada langsung di Antar ke kamarnya oleh Arya.


"Kalo begitu kita pulang dulu ya besok pagi saya akan datang ke mari lagi" sapa Jesika.


Hasbi dan Bibi langsung pergi ke kamar Nada untuk menengok ke adaan dia.


"Pripun Lee dee mboten nopo nopo? " Tanya Bibi.


"Mboten Bi Nada panas niku" jawab Arya.


Hasbi langsung berjalan ke dapur dan mengambil Air dan baskom untuk mengomlres Nada.


Tak lama pun Hasbi sedang mencari Baskom tiba tiba ada suara jatuh.


Brangkkkk......


"La Haula" triak Hasbi.


Hasbi itu Baskom nya ada di belakang rak piring Bi ambil lap dan cepat bawa masuk kasian Nada.


"Iya Bi" jawab Hasbi tak menghiraukan suara siapa itu.

__ADS_1


Hasbi langsung kembali ke kamar dengan membawa barang barang itu.


"Loh le sudah balik kamu Bibi kira ndak nemu baskome" kata Bibi .


"Enggk kok Bi kan tadi Bibi udah ngasih tau di mana baskom nya iya kan?" ledek Hasbi.


"Ha? dari tadi kan Bibi nungguin aku sama Nada di sini juga enggk triak triak kok bi" jelas Arya.


"Ha trus tadi yang triak triak itu siapa kalo bukan Bibi kan cewek sendiri Bibi masa iya Nada yang triak"tegas Hasbi.


" Ya le Bibi mboten meng wengkeng ket wau Bibi teng mpriki mboten mpundi mpundi apa maleh ngaken le"jelas Bibi.


"La trus tadi siapa dong" tanya Hasbi Mrinding.


Seketika keadaan hening tak terkira, sampai ada suara ketukan jendela dari kamar sebelah.


tek.. tek.. tok.. tek. .


"Suara apa ya bi" tanya Hasbi.


"hujan Kali bi kan lagi hujan" balas Arya.


"Lee kalian mo bobo nang ngendi ambene loro tok seng lia hurung di renof" tanya Bibi.


"Aku mau nemenin Nada aja ya Bi" jelas Arya sambil mengkode mata.


"Iya bi selamat tidur ya Bibi" sapa Hasbi.

__ADS_1


"Njeh Lee sugeng ndalu" jawab Bibi sambil berjalan ke kamar sebelah yang lumayan agak jauh dari kamar Nada.


__ADS_2