Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
Manusia Tamak


__ADS_3

Satu minggu yang datang, para warga sedang bercocok tanam di kebun mereka,


"Sejak kedatangan para jamaah tablig sawah kita semakin subur ya" jelas salah satu orang kampung.


"Iya bener paklek air yang dulunya jarang keluar kini jadi sering apa lagi deras yah" sahut ibu ibu yang lain


"Andaikan dari dulu Tuhan ngasih kek gini pasti kita akan menjadi orang yang kaya" tanya salah satu remaja di situ.


Arya dan Nada yang tau percakapan itu langsung menambahkan kata kata yang sangat bijak.


"Ya kalo misal kalian dari dulu seperti ini kalian akan kaya lantas kalian akan melupakan Allah gitu?" Tanya Arya.


"Allah itu dulu sayang sama kalian dulu kalian hidup serba kekurangan istilahnya orang yang nggk mampu kalian juga tidak tau Allah itu siapa dulu kalian hati nya gelap dan alhamdulillah lihatlah kalian sudah dekat sama Allah apa yang kalian minta terkabulkan? " Jelas Nada.


Orang orang di situ langsung takjub dengan jawaban mereka,dan bersujud atas semua pemberian dari Allah itu.


"Makanya nanti kalo kita sudah pergi dari sini kalian jangan lupa buat sering sedekah biar rezeki kalian bertambah banyak dan in syaa Allah berlimpah" tegas Nada.


Setelah itu Arya dan Nada langsung bergegas untuk pergi dari situ untuk melihat tanaman apa saja yang mereka tanami sampai halnya ada salah satu orang yang memiliki tanah yang cukup luas namun tidak untuk di tanami atau hanya seperempat tanah itu.


"Asalamualaikum pak"


"Hem iya ada apa kalian ke sini saya tidak ingin membagikan sedikitpun makanan pada kalian " tegas orang itu.


"Bisakah hanya satu karung kecil ini bapak kasih ke pada saya" tanya Abdullah dia adalah anak orang tidak mampu.

__ADS_1


"Ha kamu pikir dengan satu karung ini saya akan beri kamu tentu tidak satu jagung pun saya tidak akan kasih" tegas orang itu.


Nada dan Arya langsung pergi menuju anak itu,


"Pak alangkah baiknya bapak itu sedekahkan pada anak ini apakah bapak tidak tega melihat dia yang terus kelaparan?" Tanya Nada.


"Kalo kalian membela anak ini kalian mampu tidak untuk memberi makan dia di saat aku bersedekah nanti akan akan habis semua hartaku dan nanti Tuhan tidak akan memberikan ku harta yang melimpah ruah ini" jelas orang itu.


Nada dan Arya langsung heran dengan perkataan itu.


"Tamak jadi orang Allah akan memberi kita rezeki trus jangan seperti itu jika Allah sudah murka atas perkataan bapak tadi harta semua akan di ambil bagaimana" tanya Nada.


"Tidak akan bisa Tuhan tidak akan bisa mengambil uang ku aku akan kunci rumahku dengan hati hati" jelas orang itu.


Nada dan Arya yang tidak ingin mendengar orang itu lalu mengajak anak kecil itu untuk pergi dari tempat manusia tamak itu.


"Kalo memang rezeki kamu ada di orang itu pasti orang itu akan ngasih kamu makann tapi tidak kan" jelas Arya.


"Iya dek kamu nggk usah sedih ya Allah udah milih lo siapa di antara orang desa ini yang Allah pilih sebagai perantara rezekimu" jelas Nada.


Tak beberapa lama ada orang yang datang dengan membawa Apel dia adalah seorang kakek kakek yang usianya sudah mulai 80 thn.


"Wahai Abdullah kalo kamu sedang mencari makan ambil lah buah yang mana kamu sukai" jelas orang itu.


Lalu Abdullah tersenyum pada orang itu dan mengambil dia buah apel yang masih segar.

__ADS_1


"Ambil lah saja Abdullah jangan hanya dua" tegas orang itu.


"Tidak kakek aku mengambil dua buah apel ini hanya untuk aku dan adik ku" jelas Abdullah.


"Lantas ini hanya untuk siang ini saja bagaimana untuk nanti sore juga malamnya" tanya kakek itu.


"Allah tidak pernah berhenti memberikan Hambanya rezeki jika nanti malam Allah memberiku rezeki berupa makanan itu adalah rezekiku di sore itu iya kan KakDa" jelas Abdullah.


Nada hanya tersenyum dengan perkataan adek itu yang amat lah bijak sedangkan banyak anak anak yang lain jika suruh mengambil satu malah mengambil dua.


"Abdullah pamit dulu ya kasian adek Abdullah di rumah" pamit Abdullah seraya mengucapkan salam.


"Hemmm trima kasih kalian sudah hadir di tengah tengah warga yang hilang akal tentang agama sekarang banyak yang sudah mengikuti islam dan mengenal Tuhan kembali" jelas kakek pembawa Apel itu.


"Abdullah itu anak yatim atau ibu nya sedang kemana" tanya Nada.


"Di saat Abdullah sedang tidur dan ibunya baru melahirkan ibunya kerasukan jin yang ada di sini lalu ibunya hanyut dan di temukan di daerah sungai merah karena letaknya di situ kami para warga tidak berani karena itu adalah tempat pemujaan" jelas kakek itu.


Kakek itu langsung pergi dari Arya juga Nada dan Nada langsung merasakan bahwa sungai itu mulai deras airnya.


"Kak ingat nggk kalo salah satu warga desa bilang kalo air sungai ini jatuh ke bawah akan menimpa desa yang di bawah bukit ini lantas orang orang yang kemarin ngusir kita dari desa itu akan ke sini" jelas Nada.


"Emmm lantas bagaimana masa iya kita harus pindah dek" tanya Arya.


"Ya harus pindah ya kali kita diem si sini aja kakak mau kalo kita di makan sama ki Ageng itu lagian kan kita nggk cuma buat nyadarin masyarakat dari ke bodoah kak kita juga punya target kali" jelas Nada.

__ADS_1


Arya yang hanya diam dan mendengarkan ucapan Adeknya itu lalu dia menggandeng adeknya dan mengajak pulang.


__ADS_2