Andai Aku Masuk Pesantren

Andai Aku Masuk Pesantren
pohon tua


__ADS_3

Nada dan Sinta yang di suruh untuk mencuci sayuran ke belakang itu langsung mengarah ke belakang dan mengambil sayur di bagian sana.


"Mau nyuci di mana kak sin" tanya Nada.


"Samping pohon aja soalnya di sana doang yang airnya nggk keruh" Jawab Sinta.


Nada akhirnya mengikuti Sinta untuk memberi tau arah jalan.


Sesampainya di sana Nada di kejutkan dengan pohon yang rindang juga lebat yang berbau mistis.


"Pohon ini sudah lama kak di sini" Tanya Nada.


"Ya sudah lama di sini sebenernya di sini itu mau di jadikan rumah Da tapi nggk bisa" jawab Sinta sambil mengarahkan pipa air ke arah bawah.


"Kenapa kok gitu tempat ini luas juga" tanya Nada heran.


"Nggk tau aku Da waktu itu ada yang ingin membangun rumah di sini baru naroh barang barang nya aja kadang barang itu hilang dan sampai banjir lo" jelas Sinta.


"Penunggunya marah kali ya wkwkw" ledek Nada.


Nada dan Sinta selesai mencuci lalu dia kembali ke dalam rumah, tanpa di sengaja tiba tiba ada suara anak kecil menjerit meminta tolong dari atas pohon itu.


Tolong kakak turunin aku.......

__ADS_1


"Ya Allah kak itu apa kak" tanya Nada.


"Jangan kamu tertipu biasanya emng kek gitu Da ada aja suara anak nangis atau nggk perempuan minta tolong" jelas Sinta sambil berjalan mendahului Nada.


Nada yang merasa aneh akan pohon itu hanya bisa geleng geleng.


Sesampainya di rumah Nada langsung duduk di samping Yasmin dan memberi tau bahwa dia jangan pernah mendekati pohon besar itu karena Bahaya.


Setelah beberapa jam makanan yang di buat itu sudah selesai dan penataan di desa pun sudah lumayan bersih.


Nada langsung mengantar minuman kepada para lelaki yang sudah bekerja keras.


Nada langsung mendekati Pak de nya untuk menanyakan pohon itu milik siapa.


"Pak De Nada boleh nanya nggk" tanya Nada.


"Pohon yang di belakang itu punya siapa pak De' kok hawa mistis nya kok kuat banget ya" tanya Nada.


"Pohon itu kan punya Bapak nya Felly Da" Jawab mas gun anak nya pak de.


Felly????? batin Nada.


"Emng knp ya Da kok kamu penasaran banget sama pohon itu" Tanya Pak de.

__ADS_1


"Eh enggk papa kok Pak de" jawab Nada lalu dia mengarah ke kakak nya itu yang sedang duduk di batu besar.


"Kita mau mandi di mana Ya Bi heran aku bi semua pada kotor" tanya Arya.


"Kagak tau juga Ar nggk ada ya air yang jernih sekalipun" jawab Hasbi.


"Ada kok kak airnya jernih wangi lagi tapi bahaya kak" Jawab Nada dari agak jauh.


"Lah kok bisa bahaya dek" Tanya Arya.


"Di bawah pohon besar itu ada dedemit nya dia kek nya lagi nyari tumbal deh kak" Jawab Nada.


"Pohon yang besar itu emng kadang nyari tumbal kata ustadz Manaf beliau juga bilang gitu tadi" tambah Arya.


"Oh iya kak aku juga tadi lewat di sana ada yang manggil aku trus triak minta tolong kata kak Sinta jangan di tanggepin padahalkan masih siang lo kak" jelas Nada.


"Katanya si dek dia ngincer anak kecil tapi kalo seusia kek kita itu dia itu hanya duduk di batu yang belakang itu trus minta tolong makanya tadi ustadz Damar berdoa biar bisa ilang tu Arwah" Jelas Arya.


"Emng Arwah nya itu cewek ya kak" tanya Nada.


"Kata ustadz Damar si gitu dek Kakak nggk tau ya perempuan kali ya ya kali ada setan bencong" ledek Arya.


"Ada Ar kemaren pas aku sana Nada itu di daerah sungai pas malem purnama aku kan liat setan bencong ya kan da" tanya Hasbi sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Idih rese banget kakak we" jawab Nada.


Sore pun sudah tiba mereka sudah kembali bersih setelah mengambil air di sungai kesucian badannya yang sebelumnya bau menjadi wangi.


__ADS_2