ANTARA DUA HATI

ANTARA DUA HATI
Kecelakaan ( End )


__ADS_3

Delapan hari berlalu, saatnya mereka kembali lagi ke kota. Ibupun ikut dengan mereka merantau. Ya memang, kalau ditinggal sendirianpun kasihan.


"Apa ibu udah siap?" tanya Tiara.


"Iya, nak"


Mereka menaiki mobil. Paman Har memegang kemudi, disampingnya ada Ferdi. Sedangkan ibu, Tiara dan Jiho duduk di jok belakang.


Awal perjalanan semuanya baik-baik saja. Mereka masih bercengkrama bersama.


Mereka melewati jalanan yang berkelok, naik turun bukit. Kadang sedikit membuat jantung seakan mau copot.


Tiba-tiba saja, laju kendaraan susah dikendalikan.


"Ada apa, paman?" tanya Ferdi


"Mobilnya tidak bisa dikendalikan, mas" jawab paman Har panik.


"Apaa??" Ferdi terkejut begitu pula dengan Jiho. Sedangkan Tiara dan ibu sedang tidur pulas.


Ferdi mencoba membantu paman Har, namun sayangnya tetap tidak bisa. Dari arah berlawanan terlihat sebuah bus melaju dengan kecepatan kencang. Akibat hujan, jalanan terasa begitu licin. Tiba-tiba saja Bus itu kehilangan kendali dan menabrak mobil yang mereka tumpangi. Kedua kendaraan itu tergelincir dari jembatan dan jatuh ke sungai.


***


Terjadi kecelakaan maut di KM 12 antara Bus pariwisata dengan sebuah kendaraan minibus terjadi di Jalan Raya Puncak, Jawa Barat, Sabtu sore. Belum bisa dipastikan berapa jumlah korban. Polisi mengatakan rem blong diduga menjadi penyebab bus tak terkendali sehingga menabrak kendaraan. Dan keduanya tergelincir, jatuh ke sungai. Tim SAR sedang berusaha melakukan evakuasi terhadap para korban, walaupun kondisi cuaca tak memungkinkan, karena hujan deras dan kemungkinan para korban terseret arus sungai.


Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yunus mengatakan insiden maut itu berlangsung di Jalan Raya Puncak tepatnya di jembatan Selarong, Desa Sipayung, Kecamatan Mega Mendung, sekitar pukul 17.15 WIB. 


Saat itu, kendaraan bus HS yang bergerak dari arah Puncak diduga mengalami rem blong sehingga tidak bisa mengendalikan diri. 


"Saat di jembatan Selarong (bus HS) bergerak ke kanan ke jalur menabrak sebuah mobil Nissan Grand Livina dan dua sepeda motor, kedua kendaraan tersebut tergelincir jatuh ke sungai" kata Yunus.


"Untuk sementara jajaran lantas dibantu Polsek melakukan evakuasi dan pengaturan arus kembali. Kita belum bisa memastikan berapa banyak jumlah korban meninggal," kata Yunus.


Berita terhangat yang sedang diperbincangkan, entah itu di televisi, radio, media cetak. Karena kecelakaan ini termasuk kecelakaan maut terbesar tahun ini.


***


Ferdi mulai membukakan matanya, badannya terasa remuk redam. Suara gemericik air begitu jelas terdengar. Dia beranjak bangkit dan mengedarkan matanya ke sekeliling. Rupanya dia berada di bibir sungai. Kepalanya mendadak nyeri kembali ketika mengingat kejadian itu, sebuah bus dari arah depan menabrak mobilnya, hingga mobil mereka terpelanting terjun ke sungai. Dan dia tak tahu apa lagi yang terjadi selanjutnya. Semuanya gelap.


"Aauu..." erangnya kesakitan.


Ferdi mendengar suara gaduh dari atas. Rasanya dia ingin sekali minta tolong, namun suaranya terlalu lemah. Dia kembali melihat sekeliling. Ferdi tercengang melihatnya, ada seorang perempuan tergeletak tak jauh dari tempatnya. Aroma anyir seketika menusuk hidungnya.


"Astaghfirullah, itu Tiara" batinnya. Dia menghampiri wanita itu dengan langkah terseok.

__ADS_1


Ferdi memeriksa denyut nadi Tiara. Masih ada namun sangat lemah. Seketika air matanya mengalir tak terbendung lagi, melihat keadaannya. Darah segar terus menerus keluar dari bagian bawahnya.


"Dek, bangun..." ucap Ferdi sembari menepuk-nepuk pipinya. Hening, tak ada respon apapun terhadap Tiara.


"Ah, bagaimana ini? Bagaimana caraku menolongnya?" ucap Ferdi terlihat frustasi. Bahkan untuk menopang dirinya sendiripun dia tak mampu.


"Ya Allah berikanlah pertolongan pada kami" Ferdi memohon sembari menangis.


Dia kembali melihat sekeliling, namun tak menemukan siapapun. Lalu Jiho, ibu dan Paman Har, apakah mereka selamat?


"Ya Allah, berikan aku kekuatan agar aku bisa menolong Tiara. Selamatkan Tiara" doanya lagi dari hati yang paling dalam.


Entah mendapat kekuatan dari mana, Ferdi mulai bisa mengangkat tubuh Tiara. Dia membawanya ke atas. Walau langkahnya tertatih dan berkali-kali jatuh, namun dia tetap berusaha agar Tiara bisa diselamatkan.


Nafasnya sudah terengah-engah, rasanya sudah tidak kuat lagi kalau harus kembali naik ke atas. Namun mendengar suara seseorang dari atas membangkitkan tenaganya lagi. Ya, dia hampir sampai menuju camp para tim SAR.


Matanya berbinar ketika melihat orang dengan seragam oranye.


"Tolong.... Tolong kami..." ucapnya dengan nada lirih. Ferdi sudah benar-benar kehabisan tenaga. Dan Bruukk.... Tubuhnya ambruk begitu saja.


Beberapa orang berseragam oranye menoleh mendengar suara itu. Mereka menghambur kearahnya.


"Sepertinya mereka korban yang selamat" ucap salah seorang petugas. Dia memeriksa denyut nadi Ferdi dan juga Tiara.


"Mereka masih hidup, cepat bawa ke rumah sakit terdekat" lanjutnya lagi.


***


Di rumah sakit


Lelaki itu mulai membukakan matanya. 3 hari dia tak sadarkan diri.


"Alhamdulillah, akhirnya mas sadar juga" sapa seorang wanita berseragam putih-putih yang sedang memeriksanya. Dia tersenyum dengan ramah.


"Tiara? Mana Tiara suster?" tanya Ferdi yang seketika teringat tentang Tiara.


"Oh, apakah yang maksud wanita yang dibawa bersama mas kesini?" tanya perawat itu.


Ferdi mengangguk. Ya, terakhir kali dia yang bersama Tiara.


"Maaf mas, tapi...." ucap perawat itu ragu-ragu.


"Dia kenapa suster? Dia baik-baik saja bukan?" Ferdi mulai panik. Dia beranjak dari tidurnya meskipun kepalanya masih terasa pening.


"Kondisinya sangat kritis, dia masih koma, mas. Dan bayinya tidak bisa diselamatkan" jelas perawat itu.

__ADS_1


Deg! Tiba-tiba hatinya terasa sangat perih. Ulu hatinya nyeri. Separuh jiwanya seakan hilang mendengar kondisi Tiara yang memprihatinkan.


Walaupun dia tak punya hubungan darah maupun ikatan apapun tapi dia sangat mencintainya, rasa cintanya melebihi apapun.


Ferdi meringis getir. "Lalu bagaimana dengan para korban yang lain? Apakah ada yang selamat? Apakah ibuku selamat? Sahabat dan pamanku bagaimana suster?" Ferdi memberondong beberapa pertanyaan.


"Maaf mas, semua korban kecelakaan maut yang ditemukan itu dalam keadaan meninggal dunia. Dan beberapa masih hilang belum ada kabarnya sampai sekarang, kemungkinan mereka terbawa arus sungai," jelas perawat itu.


Ferdi menangis lagi. Itu artinya Jiho, ibu dan Paman Har meninggal? Ferdi makin nelangsa mengingat semua itu.


"Hanya kalian berdua yang mereka bawa kesini dan masih hidup, sisanya meninggal saat perjalanan dibawa kesini" ungkap suster itu lagi.


Ya Allah, kenyataan pahit apa ini? Haruskah dia kehilangan orang-orang terdekatnya?


"Suster, tolong bawa saya menemui Tiara" pinta Ferdi sambil beranjak turun dari bed'nya.


"Tapi mas, kondisimu masih lemah" cegah perawat itu lagi.


"Tidak apa-apa suster, aku ingin menemuinya. Tolong sus"


"Baiklah, saya ambilkan kursi roda dulu"


Perawat itu pergi mengambilkan kursi roda. Dia menuntun Ferdi untuk duduk diatas kursi roda itu. Lalu perawat itu membawanya ke sebuah ruang perawatan.


Ferdi melihatnya, Tiara dipasangi beberapa kabel selang, entah untuk apa saja. Salah satunya selang infus. Ferdi tak kuasa melihatnya. Air matanya tak terbendung lagi.


Dia beranjak berdiri dan membelai rambutnya.


"Hiduplah, kau harus hidup" bisik Ferdi di telinganya. "Aku tahu kau pasti akan terluka, kehilangan seluruh keluargamu. Bayimu, suamimu, juga ibumu. Tapi aku janji akan selalu ada disampingmu dan menjagamu" ucap Ferdi lagi dengan lirih.


Suasananya hening membisu, yang terdengar hanya isakan tangis Ferdi dan suara mesin ventilator. Ferdi merasa benar-benar hidup dalam kesendirian. Dia sangat terluka



END -



Season 1 end, terima kasih teman-teman yang sudah membersamai tulisan recehku ini dari awal sampai akhir.


Q : kenapa endingnya sedih Thor?


A : baca lagi sinopsisnya ya, emang dibikin sad ending.


Nanti akan ada season 2, entah nanti mau dilanjut disini atau dimana dan waktunya kapan masih belum tahu.

__ADS_1


Terima kasih buat teman-teman author dan para pembaca yang sudah bersedia mampir di novel recehku. Maafkan kalo ada salah-salah kata yang tak berkenan di hati pembaca. Banyak juga typo bertebaran dimana-mana. Sekali lagi terima kasih, sukses buat kalian semua 🙏


__ADS_2