
Perkataan Kiara yang begitu tajam langsung membuat Hendra terdiam dan juga sadar seharusnya tidak sampai seperti itu kepada satu wanita yang sampai saat ini masih belum mau terbuka.
"Kau benar Kiara, seharusnya aku tidak perlu ikut campur terlalu dalam di antara masalah mu dengan Helen, maafkan aku Kiara, baiklah aku akan kembali ke ruang kerja dan menyelesaikan semua pekerjaan ku sebelum aku pulang."
Setelah mengatakan hal tersebut Hendra langsung membalikkan badan dan berjalan sendiri menuju ke ruangannya.
Kini hanya ke dua mata Kiara yang terus menatap langkah kaki Hendra yang semakin menjauh dari hadapannya.
"Hendra, maafkan aku, maafkan aku yang harus mengatakan hal ini kepada mu, aku tau kau peduli terhadap ku dan juga Helen, namun Hen tidak semua hal tentang ku harus kau tau."
Kiara mengatakan hal tersebut sambil menarik nafasnya dalam - dalam, sungguh saat ini Kiara sama sekali tidak ingin orang lain mengetahui semua hal yang sudah terjadi, meskipun orang tersebut sangat dekat dengannya.
"Baik pak Dave saya segera ke toko buku hari ini juga."
Kesedihan Kiara tak boleh berlangsung lama, karena malam ini juga Kiara di minta datang kembali ke toko buku miliknya oleh Dave asisten pribadi Adrian..
Denga. Langkah cepat Kiara segera berjalan menuju ke parkiran mobil...
"Sayang mama akan kembali esok hari, ya esok hari dengan kekuatan yang lebih lagi untuk menghadapi semuanya."
Di dalam mobil hal tersebut yang Kiara katakan, dengan kekuatan penuh Kiara melajukan mobilnya ke arah toko buku.
Sementara itu setelah makan malam di rumah Adrian.
"Mas, ada apa?"
Di dalam kamar Adrian kembali memainkan jari jemarinya ke dalam tubuh Meira.
"Aku ingin melakukan hal itu lagi sayang."
Meira yang saat ini sedang bermain ponsel segera meletakkan ponselnya begitu sang suami mengatakan hal itu...
"Mas tidak biasanya mas Adrian minta dilayani berkali -kali, apakah mas Adrian baik - baik saja?"
Adrian langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan perkataan dari Meira.
"Apa yang kau pikirkan Meira? mengapa kau tega mengatakan hal itu ketika sang suami minta untuk dilayani lagi?"
"Maafkan Meira mas, namun berdasarkan novel yang Meira baca ada beberapa laki - laki yang menggunakan itu.."
__ADS_1
Tiba - tiba saja ucapan Meira langsung terhenti.
"Menggunakan itu apa Mei?"
Cukup lama Meira terdiam dan menatap Adrian
"menggunakan hubungan suami istri untuk pelampiasan."
"Siiit novel apa yang sebenarnya kau baca Meira?"
Adrian yang mendengarkan Meira mengatakan hal tersebut langsung mengumpat dan menaikan nada suaranya.
"Maafka Meira, maafkan ya mas Adrian."
Meira yang melihat suaminya mulai meradang segera mendekatkan diri dan mengatakan hal itu sambil menciumi pipi Adrian.
"Jika kau tidak mau melayani ku malam ini, jangan kau gunakan novel yang kau baca sebagai alasannya Miera!"
Adrian yang sudah kesal mengatakan hal itu sambil memalingkan wajahnya dari ciuman Miera.
"Mas Adrian Meira kan sudah minta maaf, apakah mas Adrian tidak mau untuk memaafkan Meira?"
"Mas Adrian adalah suami yang sangat aku cintai, dan aku akan memberikan yang terbaik untuk mas Adrian, ayo mas."
Meira mengatakan hal tersebut sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher Adrian, dan Adrian yang saat itu sedang membutuhkan langsung kembali menerkam tubuh Meira.
Adrian menggunakan egonya untuk menutupi kelemahan yang dia miliki, Adrian tidak akan pernah mau mengakui jika saat ini dia membutuhkan tubuh Meira hanya untuk pelampiasan kegundahan hatinya saja.
Hentakan demi hentakan terjadi di atas tempat tidur.
Mas Adrian, meskipun saat ini kau tidak mengatakan kebenaran, namun aku sangat bisa merasakan jika saat kau menyentuh tubuh ku ini bukan atas dasar cinta, namun kau gunakan hubungan cinta ini sebagai pelampiasan kegelisahan mu.
Meira mengatakan hal tersebut di dalam hati dibalik setiap penyatuan demi penyatuan yang sedang terjadi.
Sungguh Adrian melakukan hubungan badan dengan tidak melihat ke arah sang istri, beberapa kali ke dua matanya terpejam dan menatap ke arah langit - langit kamar saat melakukan penyatuan dan sungguh itu membuat hati Miera terluka.
Mas aku ingin bukan pelacur, aku ini istri mu mas Adrian.
Hanya kata - kata tersebut yang pada akhirnya Miera keluarkan dari dalam hatinya.
__ADS_1
Sementara itu kini Kiara yang sudah kembali ke toko buku segera bertemu dengan Dave yang sejak tadi sudah menunggu.
Kondisi toko buku yang sudah tutup membuat Kiara harus kembali membukanya dengan kunci duplikat yang dia miliki.
"Jadi apa yang akan pak Dave katakan pada hari ini?"
dengan tenang Kiara mengatakan hal itu.
"Atasan saya sudah menyetujui jika masa lalu Mauren akan di angkat menjadi film layar lebar "
Seketika itu juga ke dua mata Kiara teebelwl.
"Pak Dave serius? apakah atasan bapak sudah berpikir dengan matang untuk membuatkan film bagi novel yang miskin pembaca?"
Kiara yang masih belum percaya kembali menanyakan hal itu.
"Atasan saya tidak akan pernah salah di dalam memilih sinopsis Anyelir!"
Setelah mengatakan hal tersebut barulah Kiara benar - benar merasa yakin jika memang novelnya akan diangkat ke dal film layar lebar.
"Baiklah jika memang seperti itu, saya akan menyetujuinya pak Dave, karena dari awal hanya novel masa lalu Mauren yang saya izinkan untuk diangkat ke dalam film layar lebar."
"Baiklah Anyelir, esok hari datanglah ke kantor, karena ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani."
"Dengan senang hati pak Dave."
Setelah mengatakan hal tersebut Dave berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan toko buku Kiara.
"Jika keajaiban terjadi, aku ingin kembali bisa bertemu dengan mu mas, ya aku berjanji hanya sekedar bertemu dan menyampaikan bahwa kau memiliki putri yang saat ini sangat merindukan mu dan ingin bertemu dengan mu, aku mohon Tuhan jika memang Engkau menyetujui, biarkan melalui film ini aku dapat kembali bertemu dengannya."
Kiara mengatakan hal tersebut sambil menenggelamkan wajahnya di dalam ke dua telapak tangannya sendiri.
Sungguh saat ini hanya satu permintaan yang Kiara selalu doakan, Kiara ingin sekali bertemu dengan laki - laki di masa lalu, bukan untuk kembali dengan cintanya, namun untuk untuk mengatakan kepada laki - laki tersebut bahwa dia memiliki satu putri dari Kiara.
"Helen, semoga semua doa mu juga terjawab ya nak."
Kiara mengatakan hal tersebut sambil mengambil foto Helen yang ada di atas meja dan memeluknya, sungguh permohonan doa Kiara dan Helen saat ini adalah permohonan doa yang sama.
Sementara itu di luar toko buku ada satu mobil sedang mengamati lampu di toko buku tersebut yang saat ini masih menyala.
__ADS_1