ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
PIKIRAN KOTOR HENDRA


__ADS_3

Segala sesuatu yang telah dilakukan Adrian terhadap Kiara rupanya memiliki maksud lain, hasratnya begitu menikmati tubuh wanita yang sampai saat ini masih membencinya, hasratnya mampu untuk meluluh lantakkan satu orang wanita dengan gairah yang begitu dahsyat.


Namun tidak dengan hati Adrian yang sangat jahat, ya Adrian terpaksa melakukan hal itu hanya untuk kembali memperdaya Kiara, agar kembali bisa membungkam mulut Kiara.


"Jika suatu saat kau mengatakan aku adalah laki - laki pengecut, aku tidak pernah keberatan Kiara, aku melakukan hal itu untuk melindungi keluarga ku, dan juga melindungi harga diriku."


Setelah mengatakan hal tersebut Adrian kembali mendekat ke arah Kiara yang kini sudah tertidur pulas dalam keadaan telanjang.


Adrian mengambil satu camera kecil dari dalam tasnya dan memasang camera tersebut di depan dirinya dan juga Kiara.


"Aku ingin kita melakukan sekali lagi Kiara, dan kali ini ada satu barang bukti yang bisa aku gunakan untuk mengancam mu jika suatu saat kau memang ingin berbuat macam - macam terhadap ku."


Setelah mengatakan semua hal tersebut Adrian kembali mencumbu Kiara, dan Kiara yang sudah sangat lelah hanya bisa merasakan tanpa menanggapi semua sentuhan demi sentuhan Adrian yang kembali brutal.


Penyatuan demi penyatuan kembali Adrian lakukan saat Kiara sudah tidak berdaya.


"Barang ini akan sangat berarti untuk Kiara."


Begitu Adrian sudah selesai kembali mengulang aksi gilanya, Adrian memakai kembali semua baju dan segera mengambil camera kecil yang kini menjadi barang yang sangat penting untuk kelangsungan hidupnya.


Tanpa peduli Adrian meninggalkan Kiara yang kini masih tertidur dalam keadaan telanjang dengan kondisi ruangan yang sangat dingin.


Adrian berjalan keluar dari dalam ruangan dengan penuh kemenangan, Adrian sadar jika kini dirinya memegang satu kartu hitam Kiara yang bisa dia gunakan untuk mengancamnya.


"Kau kira aku bodoh Kiara, aku tidak akan mungkin meninggalkan Meira, dia adalah wanita ku, dan terlebih lagi dia adalah aset dari segala kekuasaan yang saat ini sudah aku miliki."


Adrian mengatakan hal tersebut sambil melakukan kembali mobilnya ke arah jalan raya.


Sesekali Adrian tertawa keras di dalam mobil membayangkan rencana demi rencana jahat yang akan dilakukan untuk Kiara.


"Dasar wanita, mereka betul - betul mahluk yang sangat lemah di dalam perasaan, ya dan karena hal inilah aku pada akhirnya bisa memperdaya Kiara, mari Kiara ikuti saja permainan ku."


Setelah mengatakan hal tersebut Adrian kembali tertawa dengan sangat lepas.

__ADS_1


Sementara itu di salah satu rumah mewah yang lainnnya.


"Jadi kau melihat jika Kiara dan Adrian masuk ke dalam ruang eksklusif dan sampai saat ini belum keluar?"


"Betul pak Hendra, apakah kita perlu kembali ke tempat hiburan malam tersebut untuk memantau keadaan disana?"


Dengan cepat Hendra langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, kita tidak perlu mengurusi mereka, kalian boleh pergi."


"Baik pak Hendra."


Setelah mengatakan hal tersebut para pengawal Hendra segera meninggalkan Hendra sendiri di ruang kerja.


"Apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan di ruangan itu sampai larut malam?"


Hendra mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan kepalanya di atas kursi, saat ini pikirannya begitu melayang -layang dengan bayangan yang tidak - tidak.


"Arrrru Hendra kenapa kau begitu bodoh, seharusnya kau bisa percaya dengan Kiara, dan kau sama sekali tidak boleh menaruh curiga terhadapnya."


Di akhir dari setiap kegelisahannya Hendra pada akhirnya hanya bisa mengatakan hal tersebut, ya mencoba untuk menepis pikiran demi pikiran kotornya tentang apa yang bisa dilakukan Kiara dan Adrian jika satu hari berada di dalam kamar yang sama.


Malam ini pada akhirnya Hendra kembali tertidur di ruang kerja tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Sementara itu Adrian yang sudah sampai di rumahnya sendiri langsung berlari masuk ke dalam ruang dan mencari keberadaan Meira juga putri kecilnya.


Begitu Adrian masuk ke dalam kamar Adrian langsung memandang dua wanita yang kini tidur dengan sangat lelap, sungguh saat ini Adrian sangat ingin memeluk satu per satu orang - orang yang dia cintai.


Sayang maafkan aku, aku sudah menodai pernikahan kita, maafkan aku yang pada akhirnya mengkhianati cinta tulus yang kau berikan dengan cara meniduri perempuan lain.


Michelle maafkan papa jika papa belum bisa menjadi orang tua yang baik untuk mu, sayang papa hanya ingin untuk tetap bersatu dengan mama dan juga Michelle, apapun akan papa lakukan untuk ini.


Adrian pada akhirnya mengatakan semua hal tersebut di dalam hati sambil ke dua matanya masih memandang tajam ke arah dua orang yang sangat Adrian cintai.

__ADS_1


Akhirnya malam ini Adrian lebih memilih menutup pintu kamar dan tidur di kamar tamu sendirian, sungguh saat ini Adrian sedang merasa bersalah terhadap istri yang selama ini dia cinta, cinta karena hati dan juga cinta karena harta yang dimilikinya.


Rasa yang telah ada berpadu dengan ketakutan yang luar biasa dari dalam diri Adrian.


Malam yang semakin larut dengan ceritanya masing - masing di dalam setiap hal yang saat ini sedang terjadi.


"Apa yang terjadi dengan ku?"


Malam yang pada akhirnya berganti dengan pagi membuat Kiara tersadar dari tidur panjangnya.


"Kepala ku sakit, tubuh, tubuh ku telanjang?"


Segera Kiara mencari baju yang sudah di lemparkan Adrian ke segala arah, Kiara yang sepenuhnya sadar mencoba untuk bersandar di kursi dan menutupi sebagian badannya yang sudah sangat dingin.


"Apa yang terjadi dengan ku? mengapa aku bangun sudah dalam keadaan seperti ini?"


Sungguh saat ini hanya hal itu yang pada akhirnya Kiara bisa katakan, air matanya kembali mengalir ketika dengan perlahan pada akhirnya Kiara bisa mengingat sedikit demi sedikit setiap kejadian yang sudah terjadi pada malam hari.


"Kiara kenapa kau bodoh sekali!"


Kiara mengatakan hal tersebut sambil memukul - mukul tubuhnya sendiri.


"Kenapa kau mau melakukan hal itu dengan laki - laki yang selama ini kau benci!"


Tangisan Kiara semakin kencang saat ingatan Kiara semakin jelas, bagaimana dirinya menikmati setiap sentuhan dari Adrian tanpa sedikitpun perlawanan.


"Arrrrh, aku benci diri ku sendiri, kau bodoh Kiara, kau bodoh!"


Kiara kembali mengatakan hal tersebut sambil terus memukul - mukul tubuhnya sendiri, namun semua hal yang terjadi tidak bisa lama diratapi oleh Kiara, karena tiba - tiba saja ponselnya berbunyi.


"Ya, aku akan segera ke lokasi syuting, dalam waktu satu jam aku akan segera tiba di sana."


Setelah mengatakan hal tersebut Kiara menutup panggilan di dalam ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2