ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
DIMANA KAU SAAT ITU


__ADS_3

Dengan cepat Adrian masuk ke dalam tempat hiburan malam yang akhir - akhir ini menjadi tempat favorit barunya untuk menghabiskan banyak malam tanpa Meira tau.


Sedetik kemudian ke dua matanya terpaku pada satu wanita yang duduk di meja paling pojok, ya satu wanita yang pada akhirnya dia kenal kembali.


Dengan ke dua tangan yang cepat Adrian meraih tubuh wanita yang saat ini sedang mabuk.


"Lepaskan aku!"


Dengan sekuat tenaga wanita tersebut meronta - ronta di tangan Adrian.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu Kiara, ayo ikut aku!"


Dengan cepat Adrian membawa Kiara naik ke lantai dua dan masuk ke dalam satu ruangan eksklusif di lantai dua tersebut.


Dengan cepat Adrian melemparkan Kiara di atas sofa.


"Apa lagi yang kau inginkan laki - laki busuk!"


Dengan setengah tersadar Kiara yang pada akhirnya mengetahui bahwa laki - laki yang membawanya dengan paksa masuk ke dalam ruangan segera mengumpat.


"Bagaimana kau bisa ada di kota ini Kiara?"


Adrian yang kini juga emosi mengatakan hal tersebut kepada Kiara.


"Apa aku tidak salah dengar dengan perkataan mu Adrian, ah pak guru Adrian yang terhormat!"


Deg


Satu sebutan yang sudah lama sekali Adrian tidak pernah dengarkan.


"Mau aku ada di kota manapun itu adalah hak ku, tidak ada satupun orang yang berhak untuk melarangnya termasuk anda!"


Kiara mengatakan hal tersebut sambil menunjuk - nunjuk dada bidang milik Adrian.


"Bagaimana kau bisa bebas dari penjara? bukankah hukuman mu lebih dari lima tahun?"


Dan seketika itu juga Kiara tertawa dengan keras.

__ADS_1


"Bagaimana bisa seorang guru dan pengusaha seperti mu tidak mengerti tentang remisi ha? bodoh sekali kau Adrian!"


Kiara dengan berani mengatakan hal tersebut kepada Adrian.


"Aku minta kau untuk membatalkan kontrak di perusahaan ku Kiara, dan menghilang lagi saja dari hadapan ku!"


Dan seketika itu juga Kiara langsung terdiam.


"Kau pecundang Adrian sejak dulu kau adalah pecundang, kenapa kau menerima naskah novel ku? Kenapa di tempat seperti ini baru kau mengatakan, sebenarnya apa maksud mu Adrian? apa perlu aku memberitahukan ke seluruh dunia jika Adrian guru pernah melakukan pemerkosaan terhadap muridnya!"


"Tutup mulut mu Kiara, saat itu aku di jebak oleh teman - teman ku, mereka memberikan aku obat perangsang dan ketika aku kembali ke rumah.."


Dan pada akhirnya Adrian tidak melanjutkan ucapannya.


"Apa ha? apa? setelah kau kembali ke apartemen, lalu kau memaksa ku untuk melayani mu begitu?"


"Kau melakukan hal itu pasti hanya karena saat itu aku hanyalah siswi yang sedang menumpang di apartemen tempat kau tinggal, aku hanya seorang siswi yang lari dari rumah karena tidak kuat melihat papa tiri ku yang terus menyiksa mama, lalu kau dengan seenaknya melalukan hal itu terhadap ku?"


Seketika itu juga Kiara menangis di hadapan Adrian.


Deg


Sungguh ucapan Kiara dengan air matanya membuat Adrian langsung terdiam.


"Apakah kau pernah berpikir bagaimana perasaan ku setelah kau melakukan hal itu? kenapa pada saat aku pergi dari apartemen kau sama sekali tidak mencari ku?"


"Aku, aku.."


Tiba - tiba saja Adrian sangat berat untuk mengucapkan banyak kata - kata lagi terhadap Kiara.


"Aku apa Adrian? apakah kau tau betapa hancur hati saat aku harus kembali ke rumah dan mendapatkan ibu ku sakit karena di hajar oleh papa tiri?"


"Kiara, pada saat itu aku sebenarnya menunggu mu untuk muncul di sekolah, aku ingin meminta maaf atas setiap kejadian pada malam itu!"


Dengan cepat Kiara langsung menggelengkan kepalanya.


"Kau tau kenapa pada saat itu aku tidak pernah kembali ke sekolah, apakah kau pernah mencari tau kebenaran cerita yang sesungguhnya?"

__ADS_1


Kiara kembali mengatakan hal tersebut dengan berteriak-teriak kepada Adrian.


"Saat itu, papa tiri ku datang, dan kau tau dia hampir mau melakukan hal jahat yang sama seperti apa yang telah kau lakukan terhadap ku."


Hancur sudah hati Kiara saat dirinya menceritakan semua masa lalu yang selama ini membuat dirinya terus bermimpi buruk.


"Dan demi untuk membela harga diri ku, demi untuk melindungi tubuh ku, aku menikam papa dengan pisau sampai dia mati!"


"Aku tidak mau menjadi wanita bodoh untuk ke dua kalinya dengan membiarkan kalian para laki - laki melakukan hal itu!"


Sesak dada Kiara saat mengatakan hal itu, Kiara kembali mengingat detik - detik di saat dirinya menikam sang ayah tiri dengan pisau, karena sang ayah tiri mencoba untuk memperkosanya.


"Tidak ada satupun yang bisa aku percaya, tidak ada satupun yang saat itu bisa melindungi aku, dan aku hanya bisa menangis dan terus menangis meratapi nasib, di saat usia tujuh belas tahun aku harus mendekam di balik jeruji besi karena aku mencoba melindungi tubuh ku dari kelakuan bejat kalian!"


"Dan apa yang kau lakukan saat itu? kau sama sekali tidak pernah muncul, kau seperti hilang di telan bumi Adrian!"


Pada akhirnya Kiara terduduk dan memeluk erat lututnya ketika selesai dengan setiap masa lalunya.


"Keluar dari penjara, tidak ada satu pun orang yang mau menerima mantan narapidana tanpa ijasah seperti ku untuk bekerja, berbulan - bulan aku hidup di jalanan, makan makanan sisa dari tong sampah untuk bertahan hidup, dimana saat itu kau Adrian!"


Kiara mengatakan hal tersebut dengan air mata yang terus terisak.


"Setelah itu pada akhirnya aku melihat platform kepenulisan dan di bawah jembatan dengan penerangan seadanya, dengan ponsel yang hampir rusak aku mencoba menjadi seorang penulis."


"Dan Tuhan memberikan aku jalan di dalam kepenulisan yang membuat aku bangkit sedikit demi sedikit."


"Aku kembali bertanya kepada mu, saat itu kau ada dimana Adrian?"


Kini kedua mata Kiara menatap tajam ke arah Adrian yang sejak tadi hanya bisa menjadi pendengar Kiara saja.


"Jika saat ini pada akhirnya kita bertemu apakah itu juga menjadi kesalahan ku juga? masih pantaskah aku kau salahkan?"


"Apakah kau tidak malu dengan semua hal yang pernah kau lakukan di masa lalu? apakah kau pernah menyesal dengan semua hal tersebut?"


"Aku yakin kau pasti bersembunyi di balik nama besar mu, kau bersembunyi di balik keberhasilan mu, kau menyembunyikan cerita ini rapat - rapat dan berharap bahwa tidak mau untuk bertemu dengan ku lagi, jangan sampai bertemu dengan ku lagi!"


Sungguh semua kata - kata Kiara kini hanya bisa membuat Adrian, ya kata - kata tersebut pada akhirnya membuat Adrian sadar bahwa dirinya terlalu malu untuk mengakui semua masa lalunya yang tidak pernah di ketahui oleh orang-orang.

__ADS_1


__ADS_2