ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
JEJAK DIGITAL


__ADS_3

"Selamat pagi Dave."


Di lain sisi pagi yang sama, kini Meira sudah kembali masuk ke dalam kantor yang sudah lama dia tinggalkan.


"Pagi Bu Meira, silahkan ke ruangan pak Adrian."


Deg


Sejenak langkah kaki Meira terhenti ketika Dave mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Ruangan mas Adrian? Dave apakah tidak ada ruangan kosong yang lain untuk ku?"


Sungguh saat ini Meira sedang tidak ingin berada di ruangan yang penuh dengan cinta mereka, sekaligus luka yang kini sekarang ada.


"Maafkan kami bu Meira, namun jika ruangan baru yang ibu minta kemungkinan tidak akan sebesar ruangan pak Adrian, karena ruangan pak Adrian adalah ruangan direktur."


Dengan cepat Meira langsung menggelengkan kepalanya.


"Tak masalah Dave, aku tidak perlu membutuhkan ruangan yang besar, yang terpenting bagi ku saat ini aku bisa nyaman bekerja di dalam kantor ku sendiri."

__ADS_1


"Baik bu Meira, silahkan."


Dave pada akhirnya mengantarkan Meira ke ruangan yang lain, ruangan yang lebih kecil daripada ruangan Adrian.


"Maafkan kami bu, hanya ruangan ini yang tersisa."


Meira memandang satu ruangan yang tidak cukup besar namun sangat nyaman untuknya.


"Ya Dave, bagi ku ini sudah cukup, Dave ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepada mu."


"Katakan saja bu Meira."


"Betul Bu, rencana bulan depan kantor ini akan pindah menjadi kantor pusat di Jakarta, namun jika ibu Meira dan keluarga tidak ingin pindah kami akan meminta direktur cabang untuk membantu di kantor tersebut."


Dengan cepat Meira langsung melambaikan tangannya.


"Tidak perlu Dave, aku akan senang jika kembali ke Jakarta, karena bagaimanapun juga di kota itulah aku mengenal pertama kali bisnis ini."


Terbersit rasa rindu untuk pertama kalinya ketika Meira merintis bisnis rumah produksi ini hingga pada akhirnya bertemu dengan Adrian.

__ADS_1


"Baiklah jika seperti itu, kami akan mempersiapkan keberangkatan ibu Meira dan juga pak Adrian."


"Tunggu Dave, kau pasti tau keadaan ku saat ini dengan Adrian sedang tidak baik, jika kau ingin mempersiapkan berkas Adrian, alangkah lebih baiknya kau bertanya sendiri kepada Adrian."


"Baik Bu, namun pak Adrian kemungkinan bisa di hubungi lusa, karena esok hari pak Adrian akan datang ke kantor polisi untuk melakukan pemeriksaan."


"Pemeriksaan Dave?"


Meira mengatakan hal tersebut sambil mengernyitkan dahinya, rupanya Meira yang sedang bersedih tidak ada waktu untuk melihat media sosialnya sendiri.


"Betul Bu, kasus tersebut yang membuat Pak Adrian pada akhirnya di panggil pihak berwenang."


Dan seketika itu juga Meira terdiam, terbersit rasa kasihan ketika mendengarkan bahwa laki - laki yang sebenarnya masih dia cintai sampai saat ini sedang berurusan dengan hukum.


"Ah baiklah, aku akan menyerahkan seluruhnya kepada pihak yang berwajib, kau boleh pergi Dave."


Setelah Dave pergi, ini Meira langsung terduduk di sofa dan menangis.


"Mas, kenapa mas, kenapa kau membawa aku dan Michelle sampai seperti ini? Mas jejak digital yang kau torehkan tidak akan mungkin bisa dihapus lagi."

__ADS_1


Sungguh saat ini luka yang masih terbuka lebar dan belum selesai diobati kembali tergores tak kala Meira mendengarkan kabar bahwa Adrian akan berurusan dengan pihak berwajib untuk kasusnya kali ini.


__ADS_2