ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
TAK MENYANGKA


__ADS_3

Adrian pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya saat Meira kembali menyuruhnya untuk pergi.


Dengan berat hati Adrian pada akhirnya beranjak dari tempat duduknya sendiri, lebih mendekat lagi ke arah Meira dan langsung mengecup keningnya..


Kecupan yang selama ini Meira nantikan tiba - tiba saja membuat hati Meira dingin saat Adrian melakukan hal itu..


Bukan rasa cinta lagi yang didapatkan oleh Meira, namun rasa jijik ketika Adrian mendaratkan ciuman tersebut.


Jijik karena Adrian juga ternyata melakukannya hal yang sama kepada wanita lain selain istrinya.


Jijik karena saat ini Meira sudah mengetahui bahwa wanita yang dia sentuh di atas tempat tidur bukan hanya dia saja, namun ada satu wanita lain yang mengisi kehangatan ranjang cintanya.


Dari balik jendela dan tanpa ekspresi Meira melihat Adrian yang pada akhirnya masuk ke dalam mobil dan melakukan mobil tersebut ke arah jalan raya.


Setelah Adrian pergi, tumpah air mata Meira untuk yang ke dua kalinya, untuk menjaga agar Michelle tidak bangun, Meira terpaksa menangis tanpa suara, di saat dia ingin menjerit histeris kepada Adrian, di saat dirinya ingin memukul wajah Adrian, di saat dirinya ingin memaki-maki Adrian dengan kata - kata kotor..


Namu semua hal tersebut tidak bisa Meira lalukan karena Meira sangat menjaga perasaan Michelle .


Meira sangat tidak ingin jika peristiwa yang pernah dia alami dulu terulang kembali.


"Mas, aku tidak pernah menyangka jika wanita yang selama ini menghangatkan mu adalah Anyelir."


"Sungguh kalian berdua jahat sekali, apakah kalian tidak pernah berpikir jika semua hal yang telah kalian lakukan menyakiti orang-orang terdekat?"

__ADS_1


"Dimana hati nurani kalian saat semua hal itu sedang terjadi."


Meira mengatakan semua dengan perlahan, sambil sesekali tangannya memukul - mukul sofa, saat ini hanya hal itu yang bisa dia lakukan.


"Apa yang harus aku lakukan saat ini Tuhan? Aku sama sekali tidak menginginkan perceraian, aku benci perceraian, namun aku juga tidak akan mampu untuk menghadapi semua hal ini Tuhan, sungguh Tuhan ini terlalu berat bagi ku."


Sesak dada Meira ketika Meira mencoba berdoa dengan kata - kata yang sangat pelan.


Meira yang saat ini sangat benci dengan perceraian kembali mengatakan semua hal tersebut seakan - akan Meira ingin mengadukan semua hal ini kepada Tuhan, dan Meira berharap mendapatkan pilihan apa yang harus dia lakukan.


"Mas Adrian melakukan hubungan terlarang di tempat kami memadu kasih, dan Anyelir, Anyelir."


Tiba-tiba saja Meira berhenti berkata - kata, karena Meira mengingat semua hal yang telah dia ceritakan kepada Kiara.


Dengan berbangga hati Meira mengatakan bahwa saat ini Adrian sudah kembali mencintai nya lagi.


"Kau pasti menjadi satu orang yang paling tertawa ketika aku menceritakan semuanya kepada mu Anyelir, kau pasti saat ini sedang bertepuk tangan untuk setiap hal yang sudah kau lakukan terhadap ku."


"Dan aku seperti wanita bodoh yang tidak pernah tau jika sahabat yang selama ini di percaya untuk cerita rumah tangganya, namun di saat yang sama ternyata sahabat itu adalah ..."


Meira kini tidak bisa melanjutkan kata - katanya lagi selain hanya bisa menangis dan terus menangis, sungguh saat ini air mata mewakili semua kesedihan demi kesedihan yang di lakukan oleh Meira.


Sementara itu di rumah sakit di dalam ruang praktek, nampak Hendra sedang terduduk lesu.

__ADS_1


"Hen, kau pasti sudah melihatnya bukan? Saat ini media sosial, semua akun gosip sedang membahas hubungan Kiara dan juga Adrian, yang kuat ya Hendra."


Tidak ada lagi yang bisa dikatakan oleh suster Dian selain memberikan kekuatan yang semampunya.


"Hari ini kau sedang libur praktek dan kau memilih untuk datang meskipun kau tidak mau membuka konsultasi, aku yakin kau seperti ini pasti rasanya sangat berat bukan?"


"Jika kau bersedia, kau bisa menceritakan semua keluh kesah mu Hendra, aku tau kau adalah dokter psikiater paling luar biasa di kota ini, namun Psikiater juga manusia biasa yang membutuhkan teman untuk bercerita bukan?"


Suster Dian kali ini dengan ketulusan hatinya terus menyakinkan Hendra agar mau berbagi dengannya.


"Aku hanya tidak menyangka jika dia bisa melakukan sampai sejauh ini."


Hendra mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Yang aku tau dia sedang menjalin hubungan dengan Adrian, namun aku tidak pernah menyangka jika mereka sampai sejauh ini Dian."


"Ya Hendra aku mengerti, tidak akan pernah ada yang menyangka itu benar, namun manusia adalah orang-orang yang paling tidak pernah luput dari kesalahan bukan?"


"Untuk itulah yang selama masih berbentuk manusia, maka mereka masih bisa untuk melakukan kesalahan."


Suster Dian kali ini berusaha untuk tetap memberikan penguatan terhadap Hendra.


"Saat ini emosi dan hati mu sedang berperan hebat untuk itulah segala macam teori tentang kejiwaan yang sudah kau kuasai akan luluh seketika, dan hal ini adalah hal yang sangat normal Hen, karena sekali lagi Psikiater itu juga manusia biasa, jadi hal ini akan sangat bisa terjadi."

__ADS_1


__ADS_2