ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
JEBAKAN


__ADS_3

Deg


Seketika itu juga Kiara yang awal mulanya memunggungi Adrian langsung membalikkan badan dan menatap tajam kearahnya.


"Berpura - pura mas Adrian bilang? Mas aku bisa merasakan mana yang serius dan mana yang berpura - pura, aku tau betul pada saat itu mas Adrian memeluk mbak Meira, mencium mesra keningnya semua tidak ada yang pernah berpura-pura."


Kiara mengatakan hal tersebut dengan penuh kemarahan terhadap Adrian.


"Sayang, aku berjanji kepada mu, secepatnya akan aku katakan kepada Meira tentang hubungan kita dan secepatnya aku akan meninggalkan dia."


Adrian mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat tubuh Kiara.


"Lepaskan aku mas Adrian, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mas Adrian sanggup untuk melakukan hal itu, terbukti tadi mas Adrian begitu peduli terhadap istri mas!"


Kiara mengatakan hal tersebut sambil terus meronta - meronta di dalam pelukan Adrian, namun rupanya tenaga Kiara tidak seberapa dibandingkan dengan kekuatan Adrian yang sangat besar.


Pada akhirnya masih di dalam dekapan Adrian, Kiara hanya bisa menangis.


"Mas Adrian, aku mohon, aku mohon tinggalkan mbak Meira, aku sangat mencintaimu mas."


Di dalam kelelahannya untuk melawan, Kiara pada akhirnya mengatakan hal tersebut dengan perlahan.


"Pasti sayang, pasti, mas akan melakukan semuanya untuk mu."


Dan setelah mengatakan semua hal tersebut Adrian kembali mencumbu Kiara dan pertempuran di atas tempat tidur pun kembali terjadi.


Sekali lagi Kiara tidak mampu untuk menolak setiap sentuhan demi sentuhan dahsyat yang Adrian lakukan terhadapnya.


Sementara itu di kamar yang lainnya.


"Selamat datang pak Erik."


satu orang menyambut kedatangan satu laki - laki berbadan kekar yang memesan kamar tepar di samping kamar Adrian dan Kiara.


"Bagaimana apakah mereka berdua sudah ada di dalam?"


"Tentu saja pak Erik, silahkan jika pak Erik ingin melihatnya."


Satu orang pengawal memberikan ponsel kepada Erik dan terlihat jelas adegan demi adegan terlarang antara Adrian dan Kiara.


"Sungguh terlalu kau Adrian, namun ini akan sangat menguntungkan bagiku, kau akan hancur dengan setiap hal yang telah kau lakukan sendiri!"


Erik mengatakan hal tersebut sambil terus memperhatikan adegan demi adegan ranjang Adrian dan juga Kiara.

__ADS_1


Ya, salah satu pengawal dari Erik telah menaruh satu camera tersembunyi di kamar Adrian dan Kiara, sehingga setiap suara dan aktivitas mereka akan terekam dengan sempurna.


"Apakah bapak akan menyebarkan langsung esok hari?"


Dengan cepat Erik langsung melambaikan tangannya.


"Aku ingin menikmati permainan Adrian, dulu dia pernah menghancurkan bisnis ku dengan sekejap, sekarang hal ini yang juga ingin aku lakukan kepadanya."


Senyuman penuh kemenangan kini Erik perlihatkan dari barang bukti rekaman adegan demi adegan ranjang yang sangat menjijikkan.


"Baik pak Erik, kami akan menyimpan bukti dengan baik."


"Ya aku percayakan kepada mu."


Setelah mengatakan hal tersebut Erik mengembalikan ponsel tersebut kepada salah satu pengawalnya.


"Aku sangat tidak sabar melihat mu hancur Adrian!"


Setelah mengatakan hal tersebut Erik bangkit dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan ruangan tersebut.


Kebencian Erik begitu besar terhadap Adrian, rekan kerja serta sahabat yang berani mengkhianati dirinya dari belakang, dan karena hal itulah yang membuat Erik bersumpah akan membalas semuanya.


"Aku akan melakukan semua hal yang kau minta Kiara."


Malam ini kembali terjadi pertempuran hebat di atas tempat tidur antara Adrian dan juga Kiara, mereka sangat menyadari bahwa ini adalah sebuah kesalahan, namun pada akhirnya mereka tetap melakukan hal ini.


Hal yang seharusnya tidak boleh untuk dilakukan, hal yang sangat haram untuk dilakukan, dan segala sesuatunya akan mendatangkan konsekuensinya masing - masing.


"Selamat kepada Anyelir sebagai penulis dari film masa lalu Maureen, selama satu Minggu pemutaran film kita di bioskop, sudah tembus satu juta penonton."


Hari ini di sebuah hotel berbintang, seluruh jajaran direksi dari rumah produksi yang Adria pimpin beserta dengan Kiara sedang mengadakan syukuran atas jumlah penonton yang sangat fantastis di Minggu pertama film tersebut di tayangkan.


Terdengar tepuk tangan dari berbagai arah, saat Adrian mengatakan hal tersebut, betapa bangga kali ini Adrian bisa membuktikan kepada semua orang, kepada keluarga Meira bahwa dirinya tidak hanya datang ke dalam keluarga tersebut dengan tangan kosong.


Betapa Adrian ingin membuktikan bahwa dirinya bisa untuk melakukan hal ini.


Camera awak media menyorot di berbagai sudut atas setiap hal yang telah Adrian sampaikan di atas panggung.


"Selamat Anyelir, aku bangga sekali kepada mu!"


Saat pidato dari Adrian telah selesai, Meira segera menghampiri Kiara yang hari ini juga turut hadir di dalam acara tersebut.


"Terima kasih mbak Meira, terima kasih juga aku ucapakan kepada rumah produksi ini yang berani mengambil novel dengan jumlah pembaca paling sedikit untuk di adaptasi menjadi film layar lebar."

__ADS_1


Kiara mengatakan hal tersebut kepada Meira sambil memeluknya.


"Pasti Anyelir, rumah produksi ini akan memberikan tempat yang layak untuk novel - novel berkualitas yang kami temui."


Sungguh senyum Meira begitu manis di hadapan Kiara.


"Ayo Anyelir kita duduk di sana dan berbincang - bincang."


Meira mengatakan hal tersebut kepada Kiara untuk berjalan ke arah satu meja yang berisikan dua kursi.


Sambil membawa makanan, Kiara menganggukkan kepala dan mengikuti langkah kaki Meira.


"Duduklah."


"Terima kasih mbak Meira."


Dengan canggung Kiara mengucapkan akan hal itu.


"Kau tau hari ini aku sangat bahagia, bahagia karena semua hal yang aku khawatirkan tentang Adrian ternyata tidak selamanya benar."


Meira mengatakan hal tersebut dengan antusias, namun beda halnya dengan Kiara yang kini mengernyitkan dahi.


"Maksud mbak Meira?"


"Ya, mas Adrian kembali dengan mas Adrian yang dulu, penuh perhatian, dan juga sangat menyediakan waktu untuk keluarga kecilnya ini."


Deg


Sungguh kali ini rasa sesak kembali menghantam hati Kiara.


"Sudah cukup waktu lama aku menangis, menangis karena perubahan drastis dari mas Adrian, sampai di suatu malam kita bertengkar hebat dan mas Adrian menampar aku."


"Menampar mbak?"


Kiara begitu kaget dengan apa yang telah di ceritakan oleh Meira, karena selama bersama dengan Adrian, dirinya tidak pernah mendapatkan kekerasan fisik.


"Ya mas Adrian menampar aku, dan untuk pertama kali di dalam hidup aku mendapatkan hal tersebut, sakit rasanya, bukan karena tamparan, tapi karena orang yang melakukan hal itu adalah suami ku sendiri."


Ada bayangan air mata ketika Meira kembali mengingat kejadian malam itu.


"Seharusnya aku tidak boleh menceritakan masalah rumah tangga ku kepada orang lain, namun aku sangat percaya kepada mu Anyelir untuk itulah aku berani menceritakan hal ini."


Meira tersenyum kepada Kiara

__ADS_1


__ADS_2